Trend Membubarkan Ceramah

Pasca sambutan Ahok sebagai Gubernur Jakarta yang dirasakan sebagai penistaan agama oleh sebagaian besar ummat Islam, justeru berbalik menjadi pembubaran acara ceramah, hal ini dialami oleh Ust. Chalid Basalamah dan yang paling akhir adalah Ust. Felix, beliau semula semula akan berceramah dengan tema etika muda mudi sebelum memasuki masa perkawinan. Semula acara akan dilaksanakan di di sebuah Perguruan Tinggi, tetapi tiba tiba pihak Tuan Pergiruan membatalkan dan terpaksa diadakan di sebuah Hotel, lalu giliran Kepolisian bertindak, menyedihkan karena Kepolisian ternyata bertindak atas desakan sebuah organisasi besar dan berwibawa.

Kita tidak tahu apakah ini semua terkait dengan 9 larangan dalam ceramah di rumah ibadah, dan lalu apakah mereka yang telah berhasil membubarkan acara ceramah agama baik oleh organisasi besar dan berwibawa dan atau Kepolisian sudah sejalan dengan aturan yang barusan dikeluarkan oleh Kementerian agama.

Kita belum tahu apakah Kemenag itu hanya mengatur agar para dai tidak boleh menyampaikan ini dan itu, apakah Kemenag juga mengatur pembubaran acara ceramah agama sebagai pegangan dan bimbingan pihak organisasi besar dan berwibawa atupun pegangan pihak Kepolisian untuk membubarkan acara ceramah.

Satu lagi pertanyaan kepada Kemenag terkait materi para muallaf menceritakan bagaimana pegalaman dan suasana batin ketika mereka menetapkan masuk Islam,  dan untuk itu suklit dihindari menyebut nyebut agama lain, lalu apakah ini termasuk yang harus diantisipasi. Aturan kemenag tentang ini sangat membukakemungkinan maraknya kelompok yang senang membubabrkan sebuah pengajian atau ceramah yang tidak mereka sukai.

Iklan

Politik Bahasa Bunga

Diujung periode kekuasaan Ahok Jarot sebagai Gubernur Ribuan karangan bunga ke Balaikota, ini dimaknakan sebagai kecintaan warga kepada Ahok Jarot yang berhasil membangun Jakarta. Tidak hanya itu bunga bunga itu sejatinya mampu berbicara banyak tentang Ahok Jarot. Sayangnya kata kata itu akan tidak selalu diartikan sama oleh pengirim dan penerima,   tetapi kta berharap kata kata itu akan menjadi sesuatu yang  bermakna atau menjadi pelajaran bagi warga, terlepas berbedanya ungkapan dan pemahaman, karena bahas yang digunakan adalah bahasa bunga.

Setidaknya politikus kesohor Fadlizon mengatakan bahwa itu tak lebih dari pencitraan, dan ucapan politikus kenamaan itu menjadi  kontroversi yang tak akan mungkin terselesaikan, karena masing masing syah syah saja memberikan makna. Kini giliran Kepolisian dibanjiri kiriman karangan bunga, ada seribu kata mungkin mampu diungkap dengan bahasa bunga itu, tetapi akan lebih banyak lagi makna yang tidak dijamin akan sama.

Ini politik baru, apakah penilaian Fadlizon akan semakin nyata kebenarannya, kita masih menunggu dalam waktu yang cukup lama.  Disebut pencitraan, pasti banyak yang menolak, tetapi bila mendatangkan citra yang baik itu justeru yang diharapkan.

Di dunia perusahaan pengiriman karangan bunga adalah benar sebagai pencitraan adanya,   ketika dibukanya mal atau kantor perusahaan atau apapun yang memiliki merk dagang, pengiriman karangan bunga itu adalah harus diartikan bahsa merk dagang yang bersangkutan adalah merupakan perudsahaan yang bonafide, dan bisa juga  diartikan bahwa yang bersangkutan terkait korparasi besar dan berwibawa, Bahasa itu akan beranekawarna dan kana.antar satu pengirim dengan pengirim yang lain terbuka makdan dan maksud yang berbeda. Dan nantinya penyelengatra nanti akan menjadi penikmat yang utama.

Bila anda memiliki sebuah dokumen fota yang terdapat sejumlah tokoh tokoh kenamaan dari berbagai sektor, maka foto itu akan lebih memiliki makna bagi kita manakala wajah kita juga nampak terpampang diantara sekian banyak wajah. Tetapi kecanggihan para pengedit foto, maka bisa saja wajag dan fisik kita akan nampak jelas diantara para tokoh yang difoto. Tetapi kita akan tahu persis bahwa sejatinya kehadiran kita di foto  hanya rekayasa. Dan kita akan malu bila orang lain tahu bahwa itu hanya hasil edit, itupun bila kita masih punya rasa malu.

Demikikan juga dengan pristiwa pengiriman karangan bunga, sejatinya kita tahu apakah kita layak mendapatkan kiriman bunga itu, sebab jika mengacu kepada prilaku taktik dagang, kiriman karangan bunga pada saat peresmian dan semacamnya memag tak lebih dari pencitraan, dan dalam rangka mencari keuntungan belaka.

Saya tutup tulisan ini dengan sedikit cerita, dahulu di suatu Kabupaten orang dikejutkan oleh kehadiran karangan bunga dari seseorang, seringkala diacara itu hanya ada satu karangan bunga, dari orang tersebut, baik acara, perkawina, sunatan, dan bahkan kematian. Dan orang orangpun bertanya siapakah gerangan si pengirimkarangan buka yang tak pilih alamat itu, baik perhelatan besar, kecil, mewah ataupun hanya sederhana karangan bunga hampir dipastikan datang.

Belakangan orangpun tahu bahwa yang bersangkutan akan ikut bertarung dalam Pilkada. Sang calan berhasil bicara dengan bahasa bunga.  Bahasa bunga dipastikan artinya adalah pasti disekitar sekitar sana. Hayo siapa lagi yang ingin dikirimi karangan bunga, semua bisa diatur, pasti akan dipermudah, tak ada yang melarang, bicaralah dengan bahasa bunga selagi anda berkuasa, rekayasalah sebelum ada larangan dari pihak yang lebih berkuasa.

Ulama Penjilat Memang Ada ?

18222418_1482439551787900_670597004008016640_n

MARI BERDOA UNTUK PARA ULAMA AGAR MENDAPAT HIDAYAH

18194111_1482439485121240_3154087562682265347_nBila tak mendapat hidayah dari AllahSwt, maka keluasan ilmu seseorang belum tentu menjadi liniar dengan keimanannya, dan dengan demikian akan mendatangkan sejumlah kontroversi  dan bahkan perpecahan dikalangaan ummat. Maka tugas kita sebagai Ummat adalah memahon kepada Allah agar ulama kita senantiasa mendapatkan hidayah dari Allah, sebagai perbandingan dan antisipasi agar negeri Indonesia tercinta tetap kondusip. Marilah kita jadikan bandingan tulisan  Sufyan Jazairi merangkumnya secara apik dalam kitabnya yang berjudul  Ashnaful Ulama wa Aussafuhum, buku ini telah diterjemahkan oleh Muhammad  Syaefuddin dan Editor Yasir Amri, buku ini diterbitkan oleh Jazera Solo tahun 2011, 232 halaman (XXVIII)

Buku ini menjadi penting diterbitkan, kata penerbit adalah karena terdapat sejumlah orang yang terlanjur dikenal sebagai ulama, tetapi mereka ternyta tidak konsisten melaksanakan tugas sebagau ulama, tetapu justeru memusuhi ulama yang yang lain yang dikenal gigih melaksanakan missionnya sebagai ulama, berarti ada ulama yang konsisten dan ada ulama yang penjiolat dan menyaru sebagai ulama (hal Vl).  Firman Allah, “Allah akan meninggikan orang orang yang beriman diantara kalian dan orang orang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan” (al-Maidah 11)

Firman Allah, “Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba hamaba-Nya hanyalah ulama” (Fatir 28)

Nabi bersabda,  “Yang akan membawa ilmu (agama) ini dari tiap generasi adalah orang yang adilnya.Mereka akan membersihkannya dari (1) penyelewengan orang orang yang berlebihan, (2) kedustaan ara pendusta, (3) dan takwil orang orang bodoh”

18221551_1482439411787914_6966365959691878741_nBuku ini menegaskan bahwa memang ada sejumlah orang yang berbaju ulama, bermerk sebagai ulama tetapi sesungguhnyamereka tidak lagi sepenuhnya mewarisi peninggalan Rasul, yakni Al-Quran dan sunnah, tetapi mereka beraktivitas yang kurang konsisten dan bahkan mereka mencari keuntungan dari stempel ulama yang mereka miliki, mereka lebih mendekatkan diri kepada penguasa dan pemilik modal, dan mereka tak segan segan memfatwakan sesuatu untuk keuntungan penguasa dan pemilik modal, walaupun jelas jelas bertentangan dengan apa yang digariskan dalam al-Quran dan sunnah.

Para Ulama dimusihi dan bahkan Diusir dari Negerinya.        Saikh Abu Muhammad Al Maqdisy, dipercayai menuliskan pengantar di buku ini, beliau banyak bercerita tentang nasib para ulama diberbagai negara terbelah, ada yang berjuang untuk Islam, dan juga yang merapat ke Penguasa dan Pemilik Modal, beliau menghabarkan  perkembangan terakhir diberbagai tempat ulama yang rabbani semakin langka, karena ulama yang ada mengalami, pembunuhan, pengusiran, pemenjaraan (kriminalisasi), pemboikotan dan pemerangan. Para ulama tidak lagi bebas menyhampaikan Risalah, manakala mereka melaksanakan dakwah dan pembinaan ummat, maka langsung majelis yang mereka bina melalui ceramah ceramag mereka, maka tak segan segan pihak untuk membubarkannya, ulama benar benar menjadi barang langka kata Syaikh Abu Muhammad Al Makdisy.

Lanjutkan membaca “Ulama Penjilat Memang Ada ?”

Islam Adalah Kekuatan Indonesia

Memang tak dapat dipungkiri bahwa Islam adalah kekuatan yang menakutkan bagi siapa saja yang ingin menguasai Indonesia, karena bagi pihak pihak yang berminat menguasai  Indonesia maka Islam Indinesia harus dilumpuhkan terlebih dahulu, keberhasila Isndonesia merebut kemerdekaan dari tangan penjajah tak terlepas dari gigihnya ummat Islam mengusir penjajah, bukan berarti tak ada upaya dari pihak luar Islam, dipastikan ada, tetapi dari kuwantitas tentu dapat dihitung secara mudah. Dengan demikian manakala didada ummat Islam masih memiliki semangat juang mempertahankan Indonesia, adalah hal yang sangat mustahil bagi bangsa lain akan menguasai Indonesia dengan mudah.

Kepatuhan ummat Islam Indonesia kepada para ulama adalah kekuatan luar biasa, memang tidak mudah para ulama mengeluarkan komando kepada ummat, karena ulama sangat menghindari perpecahan, keuntungan dan kerugian sangat dipertimbangkan, para ulama umumnya mengharap jalan damai manakala ada perbedaan antar kelompok Warganegara Indonesia.

Dengan telah beredarnya investigasi murahan yang dilakukan oleh Alan Nairm dengan menggambarkan seolah olah ada upaya makar dan melibatkan TNI dalam hayalan dan fitnah Nairm itu. Namun demikian kebiadaban yang dilancarkan oleh Alan Nairm pasti adalah racun yang dapat memecahbelah bangsa. Maka dalam hal ini tentu saja kita kembali berharap kepada ulama untuk secara aktif melakukan upaya mempersatukan ummat.

Ulama diharapan melupakan perbedaan yang hanya bersifat furukiyah itu, satukan dan kuatkan ummat untu membela bangsa, karena Islam adalah pertahanan akhir yang dimiliki Indonesia. Lupakanlah berbagai perbedaan kecil, ada suatu tantang yang sangat mengancam kesatuan bangsa. Dan janganlah hendaknya ulama mengala kekliruan, justeru lebih mengobarkan kebencian antar sesama. Manakala itu yang terjadi maka akan dengan mudah bangsa luar akan menguasai Indonesia.

Peta Pemilih Pilkada DKI di Hari Hari Akhir.

Partai  biasanya yang membayar lembaga surey, sehingga hasil survey tidak jernih, tetap saja memihak kepada yang membayar, sehingga ada tradisi lembaga ini untuk membesar besarkan kememnangan yang sejatinya kecil, atau sebaliknya mengecilkan kemenangan yang besar. Tetapi konon lembaga survey serentak memberikan hasil kememangan kecil kepada Paslon Anies – Sandi dalam Pilkada DKI 19 April 2017, tetapi kenyataannya justeru kemenangan besar yang terjadi.

Dengan jernih Eep Syaifullah memberikan gambaran  tentang peta pemilih di Pilkada DKI, data ini dipastikan tidak diketemukan oleh para sureyor yang menyelenggarakan survey di hari hari terakhir, karena masyarakat DKI cukup banyak, sekitar 20% baru menetapkan pilihan justru pada saat minggu tenang, dan bahkan jumlah yang lebih kecil lagi ditetapkan pada hari H, dan jumlah itu adalah penentu kemenangan di Pilkada DKI 2017 pada tanggal 19 April yang lalu. Data ini didapatkan  dengan exit poll.

Walaupun sudah mulai samar diingatan kita tentang apa saja yang terjadi pada saat minggu tenang, hingga hahri H pelaksanaan pemungutan suara DKI, di mana sejumlah gerakan yang dilakukan  sebagai manuver akhir  cari simpati, dalam bentuk bagi sembako, serangan fajar dan juga entah apalagi yang biasanya dilakukan pada saat saat itu,  ternyata bahwa pada saat yang sama ada sekitar 20%  bahkan lebih pada saat itu sedang berfikir keras untuk menentukan pilihan, Dan jawaban dari itu semua adalah hasil pemungutan suara yang dimenangkan oleh pasangan Aris Sandi.

Segmen klas menengah ke atas secara pendidikan dan penghasilan justeru menentapkan pilihan pada minggu tenang dari hari pelaksanaan, 60% dinatara mereka ternyata memilih Anis – Sandi dan 30% memilih Basuki. Memang pada saat survey terakhir pendukung kedua Paslon terdapat mereka yang belum mantap dan masih memungkinkan untuk berubah. Mereka  10%  dari pendukung Ahok, masih menyatakan belum mantap, masih bisa berpindah dukungan atau mungkin juga Golput. dan  8% dari pendukung Anis Sandi juga menyatakan belum mantap, bisa berubah dukungan dan bahkan juga bisa Golput. Tetapi nampaknya itulah keputusan mereka, dan mereka itu semua menjadi penentu kemenangan dalam Pilkada DKI.

Nampaknya guyuran semabko tidak menyentuh sasaran, kalaupun ada junlahnya sedikit sekali dann tidak memiliki dampak yang siginifikan, karena justeru yang sedang berijtihad untuk menentukan pilihan adalah segmen kelas menengah keatas, mereka adalah 10% dari pendukung  Ahok – Jarot dan 8% dari pendukung Anis – Sandi. Kelas menengah keatas selain tidak  tersentuh guyuran sembako, mereka hampir dapat dipastikan adalah Pemilih yang perhiutungan dan analisis rasional.

SENSASI MURAHAN, Alan Nairm Ngaco ?

TNI BANTAH INVESTIGASI ALAN NAIRM SOAL RENCANA MAKAR

Sabtu, 22 April 2017 | 10:16:33

Jakarta (SIB) -Wartawan Alan Nairn meluncurkan tulisan investigasi mengenai rencana makar di Indonesia yang menyebut ada keterlibatan militer. TNI membantah mentah-mentah tulisan jurnalis asal negeri Paman Sam itu.

“Jadi mengenai tulisan Alan Nairn saya menyatakan yang berkaitan dengan TNI itu hoax,” kata Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto dalam perbincangan, Jumat (21/4).

Tulisan Nairn itu juga menyinggung mengenai keterlibatan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai salah satu pihak yang mendukung rencana makar.
Selain menepis tuduhan terhadap Gatot, Wuryanto ragu mengenai kebenaran kutipan narasumber yang menuduh Gatot itu.

“Kalau dikatakan bahwa Pak Kivlan Zein menyatakan soal Panglima, siapa yang menjamin bahwa Pak Kivlan menyampaikan hal itu,” kata Wuryanto.

Tulisan Alan Nairn dengan judul “Trump’s Indonesian Allies in Bed with ISIS-Backed Militia Seeking to Oust Elected President” itu pertama kali diluncurkan di situs The Intercept. Tulisan itu kemudian diterjemahkan dan ditampilkan di situs berbahasa Indonesia, Tirto, dengan seizin Nairn.

Pihak yang mempunyai situs, yakni Tirto, sebelum mengangkat mengenai tulisan itu semestinya mengonfirmasi ke Panglima TNI atau paling tidak ke saya. Ini kan ada tuduhan sensitif,” sambung Wuryanto.

TNI, kata Wuryanto, tengah mempertimbangkan untuk mengajukan langkah hukum mengenai tulisan Nairn tersebut.

“Dalam waktu dekat kami akan mengambil langkah hukum. Kami akan melaporkan ke polisi,” ujar Wuryanto.

Dikonfirmasi secara terpisah, pemimpin redaksi Tirto, Sapto Anggoro, mengaku sudah menghubungi Mabes TNI mengenai artikel Alan Nairn yang dimuat ke media Tirto. Namun, redaksi Tirto baru mendapat respons dari Mabes TNI kemarin.

“Kita coba hubungi tapi baru bisa nyambung tadi siang. Semalam kita hubungi, nyambung ke Humas Mabes TNI tapi tidak mau memberikan tanggapan langsung karena Pak Wuryanto yang berhak memberikan pernyataan. Beliau di-SMS dan WA tidak menjawab, baru siang dapat konfirmasi,” ujar Sapto.

Sapto mengatakan, redaksi Tirto belum menerima surat keberatan dari Mabes TNI. Tirto mengaku siap jika Mabes TNI melakukan upaya hukum.

“Sekarang TNI mau melakukan tindakan hukum. Karena ini bagian dari proses liputan, kami tidak bermaksud jemawa. Kita akan menyiapkan diri apabila Mabes TNI melakukan upaya hukum,” ujar Sapto.

Mengenai tulisan Alan Nairn, redaksi Tirto mengatakan sudah mengantongi izin dari penulis yang bersangkutan sekaligus media The Intercept, media yang pertama kali memuat laporan orisinal Alan Nairn.

“Kita sebenarnya membaca tulisan itu menarik, kita terjemahkan dan minta izin The Intercept. Setelah kita tayangkan, semuanya dilakukan oleh Alan Nairn jadi dia yang lebih tahu, dia pertanggungjawabkan liputan tersebut,” jelas Sapto. (detikcom/l)

Dikutip dari hariansib.co

Pertimbangkan Untuk Tobat Nasuha

Setidaknya sekali seumur hidup, sempatkanlah untuk mendngarkan dengan segala kerendahan hati ceramah yang disampaikan oleh Ust. Chalid Basalam ini, siapa tahu kita mendapatkan ketetapan hati untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Tulisan ini lebih ditujukan kepada Saudaraku teman Ahok yang bergama Islam, atau mereka yang dalam Pilkada DKI beberapa hari yang lalu terlanjur memilih Ahok. Dan juga ditujukan kepada pihak yang telah menganjurkan untuk memilih Ahok dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernyr DKI. Atau pihak lain yang sempat tak sependapat dengan beberapa ayat Al-Quran yang melarang memilih orang kafir untuk menjadi pimpinan sementara ada calon lainnya yang Muslim.

Ayat ayat yang melarang memilih orang kafir sebagai pimpinan sementara calon yang muslim ada, kesemuanya jelas dan tidak membutuhkan penafsiran, baca saja terjemahannya kita sudah mengerti apa maksudnya. Mereka yang mengatakan tidak boleh atau haram memilih pemimpin kafir dan meninggalkan orang Islam, bicara dengan mudah dan lurus, sementara pihak yang membolehkan memilih pemimpin kafir, walaupun dengan surat dan ayat yang sama, tetapi mereka dengan susah payah, yang terjemahan dibolak balik dan ditafsir tafsir sekehendak hati. Silakan baca lagi youtube mereka.

Pilihlah waktu yang paling, yang dapat membuat anda berfikir jujur,  evaluasilah ketika anda memilih atau menganjurkan orang untuk memilih Ahok, apakah anda memiliki alasan theologis, sesuai dengan aqidah keagaan Islam,  atau anda hanya memiliki alasan dan pertimbangan politis semata seperti demi Pancasila, UUD 1945, NKRI yang lazim diungkap para politisi, atau ditambah lagi dengan alasan keagamaan yang dicari cari, atau alasan keagamaan apa adanya.

Terkait kewajiban memilih  pimpinan Muslim, itu asemua jelas terjemahannya dan tak perlu menggunakan penafsiran,  tetapi ada satu dua ulama yang mencoba menterjemahkannya dengan versi lain yang kalkulasinya adalah boleh dan bahkan dianjurkan  memilih orang kafir menjadi pemimpin.  Pertimbangkanlah hal ini sejujur mungkin disaaat hati sedang lapang. Lalu simpulkan sendiri, apakah kita telah melawan al-Quran atau melaksanakan printah ajaran al-Quran.

Bila ternyata anda merasa telah melawan atau bertentangan dengan ajaran agama, maka bersegeralah melakukan taubatan nasuha, manakala anda belum tahu melaksanakan taubatan nasuha, maka tanyakanlah kepada mereka yang paham bagaimana cara bertaubat itu. Sebagai perbandingan bahwa Nabi Muhammad bertaubat setiap saat,  maka bandingkanlah, apakah anda termasuk diantara orang orang tang tidak mau bertaubat, dan merasa benar dengan apa yang telah kita lakukan.