Memakmurkan Masjid Belajar Ke Jogokariyan

Masjid kita belum makmur, maka belajarlah kepada Masjid Jogokariyan Yogyakarta, karena masjid itu mulai dari zero, hingga menjadi masjid yang selain makmur juga mampu memfasilitasi berbagai kebutuhan, dari anak anak bermain sehingga kebutuhan manusia dewasa. Masjid ini terletak di suatu komunitas yang semua muslim, lalu menjadi komunis, lalu non muslim pasca 1965 kamunis berontak, yang ada sekitar 8 keluarga yang bertahan muslim. Semula masjid ini dibangun Muhammadiyah, tetapi pengelolaannya diserahkan kepada ummat, tampa harus sistem Muhammadiyah.

Kini masjid itu sangat makmur, ukuran kemakmuran di Masjid itu dapat dilihat dari jumlah jama’ah. Jumlah jama’ah subuh semula ditargetkan 70%, konon kini sudah mencapai 80% kali jama’ah sholat Jum’at. Kehebatan muslim bisa diukur dari jumlah jama’ah subuhnya. Manakala suatu komunitas muslim masjidnya makmur sama dengan sholat jum’at. Maka berarti komunitas itu banyak melaksanakahan kehidupan menurut ajaran Islam.

Anda ingin membangun bangsa ini, maka sebetulnya gampang sekali, yaitu libatkan diri untuk mengusahakan masjid makmur dan memperbesar jama’ah subuh. Maka manakala itu terlaksana, maka sesungguhnya kita telah melakanakan pembangunan angsa dan Negara. Lalu bagaimana caranyabisa membuat sholat subuh menjadi makmur, semua membutuhkan langkah panjang. Mesjid makmur harus diawali dengan masyarakat suka mendatangi masjid.

Makmurnya masjid bukan hanya sejumlah orang dewasa melaksanakan sholat berjamah saja. Tetapi ibu ibu juga harus memiliki aktivitas di masjid, seperti menyelenggarakan pengajian ibu ibu, pelatihan kewanitaan dan lain sebagainya. Ibu ibu juga harus berpartisipasi atas berbagai kegiatan. Dan kegiatan dimasjid sejatinya bukan hanya sholat. Tetapi juga dakwah dan ada semacam pelatihan dan pendidikan yang bermanfaat bagi jama’ah. Lalu juga masjid harus memberikan memberikan ruang bagi remaja dan anak anak secara terpisah, artinya remaja memiliki ruang sendiri, dan anak anak juga memiliki ruang yang harus mendapatkan perhatian yang serius.

Selain itu semua masjid juga harus memberikan perhatian atas kebutuhan bagi orang yang berlalu atau orang dalam perjalanan, itulah sebabnya maka dimasjid harus tersedia air yang cukup representatif, bukan hanya untuk wudlu, tetapi juga BAB dan bahkan madi.  Artinya masjid yang akan makmur bukan hanya masjid yang memfasilitasi sejumlah orang dewasa, melainkan juga harus berfungsi mempersiapkan mereka yang lebih mudan dan bahkan anak anak yang juga harus dipersiapkan menjadi calon jama’ah aktif di masjid itu.  Itulah sebabnya masjid juga dirasakan oleh masyarakat sekitar dan bahkan mereka yang sedang dalam perjalanan. Selanjutnya lisakan simak youtube di atas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s