Politik Bahasa Bunga

Diujung periode kekuasaan Ahok Jarot sebagai Gubernur Ribuan karangan bunga ke Balaikota, ini dimaknakan sebagai kecintaan warga kepada Ahok Jarot yang berhasil membangun Jakarta. Tidak hanya itu bunga bunga itu sejatinya mampu berbicara banyak tentang Ahok Jarot. Sayangnya kata kata itu akan tidak selalu diartikan sama oleh pengirim dan penerima,   tetapi kta berharap kata kata itu akan menjadi sesuatu yang  bermakna atau menjadi pelajaran bagi warga, terlepas berbedanya ungkapan dan pemahaman, karena bahas yang digunakan adalah bahasa bunga.

Setidaknya politikus kesohor Fadlizon mengatakan bahwa itu tak lebih dari pencitraan, dan ucapan politikus kenamaan itu menjadi  kontroversi yang tak akan mungkin terselesaikan, karena masing masing syah syah saja memberikan makna. Kini giliran Kepolisian dibanjiri kiriman karangan bunga, ada seribu kata mungkin mampu diungkap dengan bahasa bunga itu, tetapi akan lebih banyak lagi makna yang tidak dijamin akan sama.

Ini politik baru, apakah penilaian Fadlizon akan semakin nyata kebenarannya, kita masih menunggu dalam waktu yang cukup lama.  Disebut pencitraan, pasti banyak yang menolak, tetapi bila mendatangkan citra yang baik itu justeru yang diharapkan.

Di dunia perusahaan pengiriman karangan bunga adalah benar sebagai pencitraan adanya,   ketika dibukanya mal atau kantor perusahaan atau apapun yang memiliki merk dagang, pengiriman karangan bunga itu adalah harus diartikan bahsa merk dagang yang bersangkutan adalah merupakan perudsahaan yang bonafide, dan bisa juga  diartikan bahwa yang bersangkutan terkait korparasi besar dan berwibawa, Bahasa itu akan beranekawarna dan kana.antar satu pengirim dengan pengirim yang lain terbuka makdan dan maksud yang berbeda. Dan nantinya penyelengatra nanti akan menjadi penikmat yang utama.

Bila anda memiliki sebuah dokumen fota yang terdapat sejumlah tokoh tokoh kenamaan dari berbagai sektor, maka foto itu akan lebih memiliki makna bagi kita manakala wajah kita juga nampak terpampang diantara sekian banyak wajah. Tetapi kecanggihan para pengedit foto, maka bisa saja wajag dan fisik kita akan nampak jelas diantara para tokoh yang difoto. Tetapi kita akan tahu persis bahwa sejatinya kehadiran kita di foto  hanya rekayasa. Dan kita akan malu bila orang lain tahu bahwa itu hanya hasil edit, itupun bila kita masih punya rasa malu.

Demikikan juga dengan pristiwa pengiriman karangan bunga, sejatinya kita tahu apakah kita layak mendapatkan kiriman bunga itu, sebab jika mengacu kepada prilaku taktik dagang, kiriman karangan bunga pada saat peresmian dan semacamnya memag tak lebih dari pencitraan, dan dalam rangka mencari keuntungan belaka.

Saya tutup tulisan ini dengan sedikit cerita, dahulu di suatu Kabupaten orang dikejutkan oleh kehadiran karangan bunga dari seseorang, seringkala diacara itu hanya ada satu karangan bunga, dari orang tersebut, baik acara, perkawina, sunatan, dan bahkan kematian. Dan orang orangpun bertanya siapakah gerangan si pengirimkarangan buka yang tak pilih alamat itu, baik perhelatan besar, kecil, mewah ataupun hanya sederhana karangan bunga hampir dipastikan datang.

Belakangan orangpun tahu bahwa yang bersangkutan akan ikut bertarung dalam Pilkada. Sang calan berhasil bicara dengan bahasa bunga.  Bahasa bunga dipastikan artinya adalah pasti disekitar sekitar sana. Hayo siapa lagi yang ingin dikirimi karangan bunga, semua bisa diatur, pasti akan dipermudah, tak ada yang melarang, bicaralah dengan bahasa bunga selagi anda berkuasa, rekayasalah sebelum ada larangan dari pihak yang lebih berkuasa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s