Ulama Penjilat Memang Ada ?

18222418_1482439551787900_670597004008016640_n

MARI BERDOA UNTUK PARA ULAMA AGAR MENDAPAT HIDAYAH

18194111_1482439485121240_3154087562682265347_nBila tak mendapat hidayah dari AllahSwt, maka keluasan ilmu seseorang belum tentu menjadi liniar dengan keimanannya, dan dengan demikian akan mendatangkan sejumlah kontroversi  dan bahkan perpecahan dikalangaan ummat. Maka tugas kita sebagai Ummat adalah memahon kepada Allah agar ulama kita senantiasa mendapatkan hidayah dari Allah, sebagai perbandingan dan antisipasi agar negeri Indonesia tercinta tetap kondusip. Marilah kita jadikan bandingan tulisan  Sufyan Jazairi merangkumnya secara apik dalam kitabnya yang berjudul  Ashnaful Ulama wa Aussafuhum, buku ini telah diterjemahkan oleh Muhammad  Syaefuddin dan Editor Yasir Amri, buku ini diterbitkan oleh Jazera Solo tahun 2011, 232 halaman (XXVIII)

Buku ini menjadi penting diterbitkan, kata penerbit adalah karena terdapat sejumlah orang yang terlanjur dikenal sebagai ulama, tetapi mereka ternyta tidak konsisten melaksanakan tugas sebagau ulama, tetapu justeru memusuhi ulama yang yang lain yang dikenal gigih melaksanakan missionnya sebagai ulama, berarti ada ulama yang konsisten dan ada ulama yang penjiolat dan menyaru sebagai ulama (hal Vl).  Firman Allah, “Allah akan meninggikan orang orang yang beriman diantara kalian dan orang orang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan” (al-Maidah 11)

Firman Allah, “Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba hamaba-Nya hanyalah ulama” (Fatir 28)

Nabi bersabda,  “Yang akan membawa ilmu (agama) ini dari tiap generasi adalah orang yang adilnya.Mereka akan membersihkannya dari (1) penyelewengan orang orang yang berlebihan, (2) kedustaan ara pendusta, (3) dan takwil orang orang bodoh”

18221551_1482439411787914_6966365959691878741_nBuku ini menegaskan bahwa memang ada sejumlah orang yang berbaju ulama, bermerk sebagai ulama tetapi sesungguhnyamereka tidak lagi sepenuhnya mewarisi peninggalan Rasul, yakni Al-Quran dan sunnah, tetapi mereka beraktivitas yang kurang konsisten dan bahkan mereka mencari keuntungan dari stempel ulama yang mereka miliki, mereka lebih mendekatkan diri kepada penguasa dan pemilik modal, dan mereka tak segan segan memfatwakan sesuatu untuk keuntungan penguasa dan pemilik modal, walaupun jelas jelas bertentangan dengan apa yang digariskan dalam al-Quran dan sunnah.

Para Ulama dimusihi dan bahkan Diusir dari Negerinya.        Saikh Abu Muhammad Al Maqdisy, dipercayai menuliskan pengantar di buku ini, beliau banyak bercerita tentang nasib para ulama diberbagai negara terbelah, ada yang berjuang untuk Islam, dan juga yang merapat ke Penguasa dan Pemilik Modal, beliau menghabarkan  perkembangan terakhir diberbagai tempat ulama yang rabbani semakin langka, karena ulama yang ada mengalami, pembunuhan, pengusiran, pemenjaraan (kriminalisasi), pemboikotan dan pemerangan. Para ulama tidak lagi bebas menyhampaikan Risalah, manakala mereka melaksanakan dakwah dan pembinaan ummat, maka langsung majelis yang mereka bina melalui ceramah ceramag mereka, maka tak segan segan pihak untuk membubarkannya, ulama benar benar menjadi barang langka kata Syaikh Abu Muhammad Al Makdisy.


Penulis juga memberikan kesempatan kepada Muhammad Basyir untuk menuliskan kata pengantarnya dibuku ini : Pesan beliau ulama tidak boleh diam terhadap berbagai kemungkaran, demi melindungi ummat dari berbagai kesesatan. Dilain pihak sejatinya ummat sangat menghormatiperan ulama, sebagai pewaris nabi, dari para ulamalah mereka berharap mendapatkan pencerahan.

Buku ini diuraikan dengan terdiri dari beberapa Bab I. Keutamaan Ulama, Bab II. Pembagian Ulama, Bab III, Dalil Tentang Celaan bergaul Dengan Para Penguasa Bab. IV Tipe Tipe Ulama : (1) Ulama Kondang (2) Ulama Pemerintah (3) Ulama Agama. Bab V. Potret Ulama Rabbani.

Ulama Kondang. Type ulama kondang adalah ulama yang terjerat untuk berusaha memuaskan keinginan ummatnya, Ulama semacam ini hanya cari amannya saja, karena akan menghindar dan tak ingin menyelisihi ummatnya. Ulama tipe ini menyenangi gelar gelar kehormatan. Tak ada kritik tajam terlontar darinya. Ulama seperti ini tentu sangat menyejukkan.

Di banyak negara ulama seperti ini sangat diharapkan kehadirannya, terutama di Barat. Ulama ulama semcam ini biasanya selalu mencari dalil pembenaran terhadap berbaga kreasi dan disenangi ummat.

Ulama Pemerintah. Ulama Pemerintah sudah dipastikan mendukung apapun yang datang daripemritha dan Penguasa, mereka akan menganjurkan mendukung Pemerintah dan akan melarang ummat berseberangan dengan Pemerintah, apapun resikonya. Ulama Pemerintah ini di mana ada yang ada dalam struktur Pemerinthan, atau dibiyayai pemerinah.  Tetapi bisa juga lembaga Ormas yang pimpinannya terbiasa merapatkan diri dengan Pemerintah, walaupun bantuan biaya dari Pemerintah akan sangat tergantung situasi dan kondisinya.  Ada saja organisasi yang dari periode ke periode Kepengurusan selalu saja memerankan dirinya sebagai ulama Pemerintah, dan itu sangat disukai ileh para anggotanya.

Kelompok ulama seperti ini suka tidak suka terpaksa diam ketika Pemerintah menempuh jalan keliru, tidak sesuai syari’at dan sebagainya. Tetapi alasan mengapa mereka bersikap seperti itu, adalah dalam rangka memelihara kesatuan dan persatauan ummat, kesatuan dan persatuan adalah di atas segala galanya, karemana manakala terjadi disharmonis, maka akan rusaklah semuanya. Namun secara internal selalu saja ada kelompok yang tak sependapat dengan pimpinan ormas seperti ini, Ormas Ulama seperti ini dipastikan tak henti dari komflik.

Ulama Agama. Ulama agama juga disebut ulama rabbani, berusaha sekeras mungkin untuk berijtihadberdasarkan tuntunan nas agama. Mengharamkan apa yang haram, dan mewajibkan apa yang emang menurut tuntutan adalah wajib adanya. Tentu sama sekali tak akan bersedia bekerjasama untuk membelokkan sesuatu dari tuntunan agama yang mereka pahami. Mereka hanya mencari ridho Allah semata.

Ulama rabbani ini yang keberadaannya sulit diajak berkompromi terlebih tidak sesuai dengan tuntunan agama, Maka tentu saja banyak pihak yang baik diam diam atau terang terangan membencinya bahkan memusuhibya. Tetapi tulis dalal buku ini mengatakan bahwa kelompok ulama rabbani selalu saja akan muncul, entah siapa yang memunculkannya.

Ciri ciri Ulama Rabbani adalah : (1)  Manifestasi sifat ilmu, (2) Mengamalkan ilmunya, (3). Mendakwahkan kebenaran seperti yang dipahami dan diajarkan, (4). Selalu merasa takut kepada Allah Azza Wajalla, (5) Berani menyampaikan kebenaran bila dibutuhkan, (6) Tidak bermudahanah dalam urusan agama, dan tidakmencampuradukkan antara yang mudahanan dengan yang mudhoroh. (7) Memimpin dan menharahkan ummat manakala mereka kehilangan pemimpin dan imam.

Panjang dan lebar buku ini menguraikan prihal Ulama Rabbani, nampaknya penulis inilama ingin menekankan bahwa ulama yang dapat berbicara jujur dan tak ingin menjemunyokan kebenaran ada pada kelompok Ulama Rabbai in. Firman Allah, “Maka sampaikanlah olehmu secara terang terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah kepada orang orang yang musyrik” (Al-Hijr 94)

Potret Ulama Rabbani. Ada sejumlah Ulama Rabbani yang dkemukakan dalam buku ini

 

Celaan Bergaul Dengan Penguasa. Dalam buku menyediakan Bab khusus tentang celaan terhadap ulama yang bergaul dengan penguasa. Buku ini menghimpun sejumlah dalil yang memperingatkan ketercelaan ulama ketika berdekatan dengan penguasa, karena di dalam sejarahpun tercatat berbagai produk ulama yang dikontrak penguasa telah mengeluarkan berbagai fatwa dan pendapat serta sikap yang  sejatinya bertentangan dengan ajaran Islam. Sehingga menjadi mamoen yang sangat baik manakala ulama yang merasa didekati oleh penguasa agar segera mawas diri.

Allah berfirman. ” Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu, (juga) orang orang yang telah bertaubat bersamamu,

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s