Chalid Basalamah Harus Belajar Lebih Banyak.

new-pictureSaya bukan apa apa dalam bidang ilmu keagamaan Islam khususnya,  tetapi saya adalah ummat yang sangat awam, maka yang kami minta tentu saja hanya sedikikit,  jangan kami dibingungkan dan menjadi antipati terhadap panggung dakwah akibat kurang bijaknya para mereka yang terbilang ulama. Ummat pada saat ini sedang kehilangan pemimpin setelah gagalnya Organisasi Massa (Ormas) Islam dan apalagi Partai Politik Islam. Kegagalan ini sangat dirasakan ketika ada kebebasan yang sangat kuat terjadinya kerjasama yang kurang  terpuji antara Birokrasi dan para Korporasi, sehingga Pemerintah sangat kentara lebih mementingkan Pemodal dibanding kesejahteraan ummat.

Pada saat ini mungkin Ormas Islam semisal NU danm Muhammadiyah serta Parpol yang berbasiskan Ummat Islam sedang mencari cara bagaimana menciptakan keberpihakan Pemerintah dan penguasa atau Birokrasi lebih berpihak kepada ummat ketimbang bermain curang bersama para Korporasi, para pemilik modal, karena intinya yang dicurangi itu adalah rakyat semesta.

Manakala Orm,as Islam dan Parpol Islam tetap saja memiliki sikap serupa dengan yang lalu, dan bahkan dilakukan pula oleh orang yang sama, maka sejatinya ummat tak boleh terlalu berharapbanyak kepada Ormas dan Parpol itu. Takkan ada pencerahan bagi ummat. Kini harapan akan tergantung kepada para ulama, yang memang sebagian tak termasuk kepada Ormas dan Parpol yang mapan. Ummat sedang melirik mereka dengan pengajian pengajian yang mereka laksanakan sendiri, yang setiap kali pengajian ada yang bisa dihadiri oleeh ummat sehingga jumlahnya bisa relatif melebihi massa yang dikumpulkan Ormas dan Parpol dalam acara resmi mereka.

Harapan ummat kepada ulama adalah sangat besarnya, tetapi di lain pihak para ulama juga harus bijak dalam menyampaikan tausiahnya, bersikaplah adil dalam menyampaikan sebuah informasi keagamaan, terutama dalam masalah yang rawan perbedaan.Sampaikanlah informasi itu secara berimbang. Alahamdulillah ada pengalaman sedikit dahulu ketika berkesempatan menghadiri ceramah yang diisi oleh alm Dr. Nurcholis Majid, ketuika beliau harus menjelaskan masalah yang menjadi khilafiah, kedua pendapat dijelaskan secara bergantian dengan informasi yang berimbang, baik  konten dan durasinya, lalu terakhir beliau mengatakan bahwa keduanya ditinjau dari kaidah penetapan hukum dan akidah memiliki kekuatan yang sama, tetapi memiliki kecenderungan berkembang di lingkungan tradisi ummat yang berbeda. Ummatpun yang belum memiliki keyakinan dipersilakan untuk memilih, sedang yang yang sudah meyakini salah satunya diminta untuk lebih mengukuhkan keyakinanya itu. Pada saat itu beliau menjelaskan masalah tawassul.

Barangkali Dr. Chalid Basalamah harus belajar banyak kepada para seniornya, ulama yang lebih berpengalaman dan memiliki trik recoerd yang baik dalam membina ummat dan berhasil. Ummat islam Indonesia ini umumnya adalah Ahlu Sunnah waljama’ah. Tidak salah bila anda akan menjelaskan sesuatu yang sejatinya tidak menjadi anutan dari Ahlu sunnah Waljama’ah, tetapi sampaikanlah secra adil, tidak usah ditargetkan mereka akan mengingkari kelompok mereka, mengingkari guru mereka, dan seterusnya.

Disamping itu Dr. Chalid Basalamah juga harus menyadari bahwa karena ceramahnya akan di youtube-kan maka maka janganlah hanya membayangkan mereka yang hadiri pada saat itu di acara ceramah, bisa jadi mereka yang hadir sudah memiliki nuansa nurani yang sama sehingga mafhum dengan apa yang anda sampaikan, tetapi para penon youtube itu belum tentu memiliki nuansa nurani yang sama pula, bisa saja justeru memperuncing perbedaan, dan bukan hanya perbedaan melainkan telah membentuk pertentangan baru pula. Camkanlah itu manakala maksud  anda ceramah adalah untuk mencerdaskan sekaligus mempersatukan ummat yang membutuhkan panutan. Sulit rasanya mencapai persatuan dengan menanamkan perpecahan. Ini saran dari orang awam yang mungkin akan lebih elok untuk dilupakan bila tak ada nilai positifnya. Alhamdulillah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s