Pemerintah Menyambut Raja Salman Tampa Pertimbangan Perasaan Pihak Lain.

new-pictureBarangkali sesungguhnya Pemerintah telah bekerja maksimal  walaupun  ternyata di sana sini menyisakan kekecewaan yang teramat dalam  baik bagi Bangsa Indonesia maupun bagi warga Arab Saudi ketika menyambut kedatangan Raja Salman. Setidaknya ada dua persoalan yang nampaknya Pemerintah kurang peka, pertama tentang bagaimana kecewanya ummat Islam menyaksikan Ahok penyambut kedatangan Raja Salman, yang kedua bagaimana kecewanya masyarakat Arab Saudi menyaksikan Rajanya Wefi bersama Megawati dan Puan Maharani , terlebih Megawati tak berjilbab. Iti hanya lantaran Pemerintah tak memiliki sensitifitas yang mencukupi. Memang kekuasaan tak selamanya  sejalan dengan kebenaran.

Sekedar contoh misal, ketika Pemeritah menampilkan Ahok sebagai salah seorang penyambut Raja Salman, padahal Raja Salman di negerinya adalah Raja Pemerintahan dan juga Pimpinan Agama Islam, walaupun Raja menunnjuk beberapa orang stafnya, tetapi hal hal yang sangat penting keputusan sikap keagamaan adalah meruypakan keputruysan Raja, dan Salman adalah personnya sekarang. Tiba tiba disambut oleh seseorang yang telah dikenal dunia sebagai Gubernur Jakarta penista agama, yang sedang dalam proses persidangan, dan belum divonis apapun. Tetapi dimana ummat Islam Gubernur Ahok benar benar secara jelas dan berulang ulang telah menista agama.

Yang kedua Rakyat Arab Saudi kecewa berat ketika Pemerintah Indonesia sama sekali tak mencegah ketika Megawati bersama anaknya Puwan maharani wefi bersama Raja Salman, adalah sesuatu yang dianggap aib, sepertimnya kita ini adalah bangsa yang sangat tak mempertimbangkan perasaan orang lain. Kalaupun akan dicari carikan maka memang ada saja dalih mengapa Pemerintah Indonesia itu bersikap seperti itu. Apalagi pemerinmtah kita memang sangat mahir mencari carikan dalih, karena selama ini Pemeriuntah indonesia gemar menerapkan politik rekayasa.

Tetapi nampaknya kekecewaan ini memang harus ditelan sendiri baik oleh ummat Islam yang ada di Indonesia, maupun masyarakat Islam Arab saudi, tak akan ada permintaan maaf, dan tak akan ada penyesalan dari siappun, pintar p[intar saja kita memafhuni kejadian ini. Karena kekuasaan nampaknya memang tak selalu sejalan dengan kebijaksanaan atau wisdom, karena kekuasaan selalu bersaudara dengan kesewenang wenangan. Itulah sisi lemah kekuasaan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s