Pada Saatnya Nanti, Tuhan Akan Dinista

new-picturePada suatu saat Pancasila itu dianggap tak ada apa apa, Tuhanpun akan dinista, tampa komunitas ummat yang patuh pada agama. Bisa terjadi yang  di awali dengan penistaan terhadap agama,  penistaan terhadap Nabi/ Rasul, penistaan pimpinan ummat beragama. Mungkin cara yang paling strategis adalah melakukan kriminalisasi kepada mereka yang dikenal sebagai seseorang yang memiliki kedalaman ilmu agama, dan memiliki  ketaatan yang tinggi terhadap ajaran agama, menunjukkan bahasa ajaran agama itu sesuatu yang tidak memiliki keistimewaan apapun. Langkah langkah itu adalah tahapan strategis dan sistematis untuk menjatuhkan wibawa Tuhan di Bumi Pancasila ini.

Bila di Bumi Pancasila penista agama tidak dijatuhi hukuman yang setimpal maka keberanian seseorang untuk melawan Tuhan  di bumi Pancasila akan lebih nekad. Tetapi sayangnya ketika orang orang yang melakukan penistaan terhadap Tuhan ketika menerima hukuman tidak selalu dipikulnya sendiri, adalah mengerikan ketika hukuman itu dipikul bersama sama justeru dengan orang orang yang selama ini dikenal sebagai pengagumnya, dan membelanya matian matian.

Maka sebagai bangsa yang ber-Pancasila dan Berketuhanan yang Maha Esa janganlah sekali kali mentolerir sahabat sahabat kita yang menistakan Tuhan hanya lantaran hidupnya sukses, cegah dan doakan agar Ia memperoleh hidayah, hingga dapat selamat bersama pendukung dan pengagumnya, dan kitapun akan ikut selamat.

Dahulu ada seorang pimpinan yang memenangi Pilihan Presiden dengan kemenangan mutlak, yang mengatakan bahwa tak seorangpun yang sanggup menghambatnya menuju kursi Kepresidenan, termasuk juga Tuhan. Sayang dia dipanggil Tuhan sebelum hari pelantikan tiba. Ketika John Lenon demikian tenar, maka Iapun berucap bahwa kini Tuhanpun kalah tenar dengannya, lihat saja nanti  sebentar lagi Tuhan kehilangan populeritas, orang lebih suka dengan lagu lagu yang dirilisnya ketimbang firman Tuhan. John Lenan ditembak oleh pengagumnya sendiri. Secara logika John Lenon benar, karena firman Tuhan hanya dibaca saat kebaktian belaka, sementara lagu lagu yang dirilisnya, mungkin setiap menit bahkan detik ada yang menyanyikannya. Menurut dia popularitas Tuhan akan segera redup, dikalahkan oleh lagu lagunya The Batle, GroupJohn Lenon.

Pencipta kapal Titanic ketika diwawancarai tentang kemampuannya mengarungi atlantik, dengan sesumbar mengatakan bahwa Tuhanpun tak memiliki kemampuan menenggelamkan kapal yang telah dibuat dengan sangat  sempurna. Kapal itu akhirnya tenggelam bersama orang orang yang mengagumi ciptaan atas kapal yang mewah itu. Tentu banyak lagi contoh contoh yang lain  yang  berakhir tragis, karena menista Tuhan. Dan selalu saja para penista agama akan mendatangkan kesengsaraam bagi banyak orang, terutama yang benar benar mengaguminya. Apalagi membangtunya.

Jika seandainya bangsa Indonesia yang tegak dengan ideologi Pancasilanya ini akan menista Tuhan, yang dimulai dari menista kitab, suci, menista pimpinan ummat beragama dan berhasil maka itu adalah cara yang paling cepat untuk mengembangkan sikap anti agama dan anti Tuhan dan pada langkah berikutnya maka Tuhanpun akan dinista. Dan itu bebarti  ancaman bagi kita semua. Tak ada lagi itu Pancasila, apalah artinya Tuhan bagi mereka yang tak beragama. Dan itu berarti malapetaka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s