Politik “Maling Teriak Maling”

Lama tak mengudara , akhirnya ILC muncul kembali, menghilang selama sekitar dua bulan, konon kabarnya dicekal penguasa.  Kni muncul dengan judul yang sangat menarik yaitu “Hoak”, hebatnya lagi  acara ini berhasil mengumpulkan TS ketiga pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI dalam Pilkada Februari tahun ini.

Setelah mendapatkan kesempatan, maka meluncurlah kata kata seperti yang sulit terbendung menyatakan bahwa pasangan yuang mereka dukung telah menjadi korban kekejian berita hoak sehingga elektabilitas yang mereka raih secara sempurna sempat terjun bebas, katanya menghiba untuk merebut simpati. Demikian kira kira kekejian dari aktivitas yang namanya Hoak. Tetapi konon kabarnya mereka kembali bersyukur karena mampu merangkan kembali untuk mempecundangi lawan lawan politik mereka. Setelah kembali menguasai medsos.

Inilah politik, ‘Maling berteriak Maling’  dengan menyusun kalimat yang demikian nyaris sempurna sehingga simpatipun berdatangan akibat pencitraan dengan lihai telunjukpun diarahkan ke semua pesaing  yang lain. Lalu disebut oleh para pesaing   ‘Hanya telunjuk saja yang menuding orang lain’ sementata jari tengah, jari manis dan bahkan kelingking serta ibu jari sepakat menunjuk diri sendiri, demikain penialaian yang lain. Merekapun berkisah tentang adanya hoak yang keterlaluan.

Untung ada narasumber yang lain, yang netral dan berani mengatakan bahwa pemagang kekuasaan adalah pelaku hoak yang paling banyak. Penguasa pegang data, dana dan kekuasaan sehingga mereka bebas bicara apa saja dengan data dan dan serta kekuasaan itu, justeru merekalah yang menyebarkan cerita bohong, hoak.  Sungguh enak ditonton, geli, itulah politik, siapa yang kerjaannya maling, maka dia yang paling nyaring berteriak maling.  Para politisi itu tentu saja menganggap kita sebagai rakyat adalah bodoh semua. nanti rakyat mencatat dan kita semua mencatat  adanya kebohongan politik yang mereka lancarkan.

tetapi hendaklah ini sementara kita terima, dengan segala keyakinan pada saatnya akan menjadi lebih baik. Kita menyeru kepada mereka yang masih muda, belajarlah dari pengalaman yang sangat berharga ini bagaimana cara berpolitik yang elegan. Itu harapan kita semua. Politik yang sekarang ini adalah adu tebal persiapan dana, bagi dana yang mencukupoi dan mampu membayar segala ongkos politik yang demikian mahal itu, dipastikan Ia akan keluar sebagai pemenang. Sialnya nanti kita juga yang mengembalikan modal mereka, bahkan mereka akan cari untung berlipat ganda dari uang dan hak kita lainnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s