Si Lugu Nurul Fahmi Bernegara

Fachruddin Selugulugunya Nurul Fahmi nampaknya dia pernah juga mendengar bahwa pada saat perang merebut Kemerdekaan dari tangan penjajah, selain pekik merdeka, maka pekik Allohuakbar dan Laailaaha Illallaah menyertainya. Tanggal 17 Agustus 1945 Kemerdekaan itu telah tercapai dan Bendera Merah Putih adalah lambang keberhasilan atas perjuangan itu, sehingga di mata Nurul Fahmi Kalimah Thoyibah yang diteriakkan oleh para syuhada itu sangat pantas melekat di bendera kebanggaan Merah Putih itu. Dan ditulislah kalimah Laailaaha Illallaah di sebuah bendera merah putih dilengkapi dengan gambar pedang, dan dikibar kibarkannya pada saat terjadi  beberapa kali demo. Sekaligus Ia ingin dicatat sebagai warga negara yang baik dengan lambang Merah Putih dan sekaligus sebagai hamba Allah yang taat maka ditulisnyalah  kalimah Thoyibah tersebut di atas. Hasilnya Ia ditangkap bak seorang penghianat bangsa sekelas terorius. Tragis.

Nurul Fahmi mengira dia sedang berada disebuah negara yang mayoritas Muslim sehingga mempersandingkan Bendera Kebangsaan merah Putih dengan akidah yang diyakini Laailaaha Illaallaah adalah baik baik saja, seperti halnya pihak pihak lain yang menuliskan nama group, merek dagang dan lain sebagainya dibendera merah putih, tidak, Nurul Fahmi  kliru …. !. Kalau yang ditulis merk dagang, nama group atau semacamnya tak mengapa ditulis di bendera merah putih, asal jangan sesuatu yang berbau Islam, karena pada saat ini Islam dibenci oleh sebagain kecil rakyat di Indonesia.

Kebencian terhadap Islam muncul semakin jelas dan nyata setelah terjadi perbedaan pendapat terhadapa kasus penistaan agama Islam oleh Gubernur DKI Ahok. Secara mengejutkan pembela Ahok selain jumlahnya banyak sekali di media sosial, juga keberanian mereka di media sosial sangat mengerikan, kata kata yang mereka gunakan sebagai penghinaan terhadap agama Islam sudah sangat menjijikkan. Sebagai kata kata yang tak pantas didngar, dibaca. Tetapi itu belum signifikan sebagai jumlah, siapa tahun seorang memiliki belasan  akun. sementara  di pihak lain satu orang hanya memiliki satu akun.

Setelah salin cerca di media soaial, maka ditingkatkan dengan saling mengadukan. Jika semula hanya Ahok yang diadukan orang ke Polisi, maka naga naganya si pengadu akan  diadukan juga ke Polisi. Yang lain lain dicari cari kesalahannya. Habib Riziq Sihab sebagai orang yang paling ngotot menuntut Ahok, ujung ujungnya  didukan rame rame  tas kasus ucapannya dalam ceramah dan bahkan ada juga terkait materi Thesisnya di S2. Konon Ust. Arifin Ilham, dan  Ust. Nasir akan menunggu gilioran. tetapi yang mengejutkan adalah kasus Nurul Fahmi, seorang yang dianggap awam dalam urusan agama. Walaupun sebenarnya Iya dikabarkan  pernah  dipilih sebagai salah seorang seorang anggota Paskibra.

Adalah teramat berat tuduhan yang ditimpakan kepada Nurul Fahmi yang disalahkan karena menggagmabrakan sesuatu yang sebenarnya juga gambar itu adalah gambar yang  pernah digunakan oleh TKR, yaitu cikalbakal TNI setelah Kemerdekaan. Bukankah hukum yang berlaku tentang ini nyaris belum tersosialisasi  dengan maksimal, dan sudah kesekian kalinya dilanggar, mengapa baru sekarang ditindak, Sedang yang sebelumnya tidak, bahkan pelanggaran ini pernah juga dilakukan di depan Presiden, dan itu dibiarkan.

Kita berharap kali ini Polisi benar benar provesional dan proporsional secara adil, apalagi Nurul yang ancamannya hanya satu tahun koq harus dijemput dengan pasukan seperti penjahat besar, sementara ada pelanggaran yang  jauh lebih besar, dibiarkan hingga saat ini. Semoga kasus penghinaan bendera sebagai lambang negara ini  bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, dan tidak menambah coreng moreng di wajak Kepoliusian, sebagai hukuman bagi Nurul Fahmi sebagai ekspressi bernegara yang dianggap keliru.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s