Kalau mau Jadi Orang Islam, Tidak Harus Jadi Orang Arab. Apa Maksud Ibu Mega ?

Fachruddin Dalam pidato politik sebagai Ketua Umm PDIP Megawati Sukarnoputri  dengan mengutip kata kata mendiang Soekarno mengatakan bila mau menjadi penganut Islam, tidak harus menjadi orang Arab, karena Indonsia kaya dengan budaya. Kalimat terakhir  mengindikasikan bahwa yang dimaksud adalah kita menganut agala Islam tidak harus menerima atau meniru budaya Arab. Kata yang lain yang disampaikan beliau adalah jika ingin menganut agama Hindu tidak harus menjadi orang India, dan jika mau menganut agama Kristen tidak harus menjadi orang Yahudi (tepuk tangan sangat gemuruh) Bisa jadi memang tidak ada persoalan bagi penganut Kristen dan Hidu, tetapi akan menyisakan persoalan besar bagi Islam.

Presiden Mega BesarSebagaimana kita tahu salah satu unsur budaya adalah bahasa, Tidak ada persoalan bagiagama lain jika kitab sucinya ditulis dengan bahasa Indonesia,  mungkiun tidak ada persoalan bagi agama lainnya melakukan peribadatan dengan bahasa Indonesia, dengan nada irama produk Indonesia, seperti langgam uapamnya. Mungkin tidak ada persoalan bagi agama lain, tetapi akan menjadi persoalan besar bagi agama Islam, bila membaca al-Quran hanya terjemahan saja, akan menjadi persoalan yang besar manakala dua kalimah syahadat hanya dengan terjemahan bahasa Indonesia dan nada lagunya seperti langgam daerah Indonesia. Akan menjadi persoalan. besar bagi ummat Islam. Islam tidak akan terima itu.

Harapan kita adalah Ibu Megawati hanya membaca saja pidato itu dan itu kurang dipahaminya, dan ummat akan memaafkannya karena keterbatasannya. Titapi bila Ibu megawati menyusun sendiri pidatonya, dan dengan penuh kesadaran beliau memiliki maksud maksud tertentu, maka selain tidak memaafkan, ummat akan menyatakan berseberangan dengan Megawati  dengan segala resikonya. Bila partai pemenang Pemilu ini memang memiliki agenda untuk memberlakukan Kitab Al-Quran terjemahan,  atau harus dibaca al-Quran dengan laggam daerah Indonesia, atau sholat harus menggunakan bahasa Indonesia, dan dua kalimah syahadat dengan bahasa Indonesia juga, maka yakinlah bahwa Ibu megawati akan bersetru dengan kelompok Islam dengan cara yang berkepanjangan, segencar itu nanti megawati dengan partai besarnya akan berusasa maka dengan segencar itu pula ummat Islam akan melakukan perlawanan demi membela agama yang dianut.

Bila ummat Islam merasa terganggu dalam melaksanakan ibadah, dakwah dan pendidikan Islam, maka hanya akan ada dua pilihan, hidup jihad membela agama, atau mati syahid, yang kedua duanya diyakini mulya. Kita tentu berharap agar para politisi PDIP dapat menjelaskan apa maksud dan tujuan pidato itu, agar segala sesuatunya menjadi klear, manakala tidak maka kecurigaan akan terpelihara dan bahkan berkembang setiap saat, dan itu berarti ancaman bagi keutuhan NKRI.

Bila kita memang menginginkan NKRI ini tetap utuh maka dimohon kepada para pihak agar menghindari pidato pidatosemacam itu, karena pidato semacam itu sama saja dengan menebar racun perpecahan. Apalagi nanti akan muncuil pula tuduhan nati Pancasila dan UUD 45 kepada siapa saja yang membela agamanya bila mulai dinista. Apa sulitnya betpidato secara sejuk bila benar cinta persatuan.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s