Pejuang Islam Harus Kaya

Fachruddin Kendaraan yang digunakan Habieb Rizieq  dari Petamburan menuju Istiqlal untuk memimpin pasukan Lasykar FPI untuk bergabung dengan ratusan ribu ulama dan jama’ahnya untuki mengikuti unjukrasa damai terkait tidak diresponnya secara cepat pengaduan Penistaan Agama oleh Ahok yang bertindak sebagai Gubernur DKI Jakarta. Oleh para ulama dan jama’ahnya, Habib Rizieq nampak jauh lebih gagah dan mewah dibanding sejumlah orang yang menganggap hina dan rendah keopadanya. Sehingga mereka tak ikhlas menerima kenyataan ini, serta meyakini bahwa pasti ada yang keliru.

Habieb Rizieq itu kan cuma hanya tukang ceramah dan doa, dari masjid ke mesjid, lalu diberi amplop sekedar ongkos pulang. Ini pula yang membuat mendidih para yang tak suka padanya. Barangkali ibgin rasanya Habieb segera diaudit karena kekayaan sebanyak itu tak pantas dimiliki seorang pengangguran.

Itulah kira kira image buruk masyarakat terhadap ulama dan da’i kita. Merekas dianggap sebagai pihak pihak yang sama sekali tak pantas sukses.  Padahal bila kita merujuk kepada Muhammad Rasulullah SAW maka beliau dahulu kayaraya, demikian juga sahabat sahabatnya. Ukuran kekayaan beliau adalah ketiuka menikahi isterinya  beliau menghadiyahi isterinya dengan 100 ekor unta, yang bila dihitung dengan harga sekarang  perekor Rp. 10. 000.000,00 yang berarti sam dengan  1 Milyar Rupiah, yang pada saat ini tak pernah dilakukan oleh orang miskin.

Muihammad telah bekerja sejak usia 10 Tahun, mulai dari  menggembala domba sampai mengelola perniagaan besar, bukan hanya membuka warung kecil, tetapi perdagangan antar negara. Setidaknya ada tiga kali beliau melakukan perjalanan perniagaan ke luar negeri, dan dalam satu perjalanan membutuhkan waktu hingga 3 – 4 bulan, dan dalam perjalanan didampingi oleh sekitar 100 orang yang memiliki masing masing job yang harus dilaksanakannya.

Jelas barang perniagaan yang dibawanya dengan pasukan besar itu tidak sedikit, baik ketikakeluar, maupun ketika pulang, keluar membawa produk yang dibutuhkan masyarakat di luar sana, dan pulang juga membawa barang yang dibutuhkan oleh penduduk di negeri sendiri dalam partai besar.

Beliau yang semula hanya pembantu biasa, tetapi beliau bekerja sangat profesional, banyak gagasan dan langkah langkah yang dilakukan yang mendatangkan keuntungan besar bagi perniagaan, sehingga menjadi wajar bila pada suatu saat,  saham yang dimilikinya diperusahaan itu sama besar dengan saham pemilik perusahaan, yang kelak justeru mereka bersepakat melaksanakan pernikahan. Dan  tentu saja modal perusahaan semakin besar.

Pada saat beliau diangkat sebagai Rasul maka bersepakat untuk menghentikan aktivitas mengelola perusahaan dan akan fokus ke masalah dakwah. Kekayaan yang didapat pada saat dihitung cukup untuk membiayai operasional  dakwah yang akan dilaksanakan serta melanjutkan usaha untuk menghidupi para karyawan.

Belajar dari sekelumit kisah penting ini maka kita dapat berkesimpulan bahwa  genarasi muda Islam yang akan datang harus terdiri dari orang orang sukses, juga termasuik masalah ekenominya., bila kita ingin  syariat Islam itu tegak dinegeri ini  maka ummat Islam harus terdiri dari orang orang sukses terlebih dahulu, sehingga ummat  menganggap kita pantas mengatur bangsa.  Ketika ummat menganggap para ulama tak pantas memiliki Pajero sport seperti keraguan mereka kepada Habib Rizik, maka bisa dipastikan ummat tak percaya mereka  bisa dilindungi para ulama dalam mengayuh bahtera hidup.   .

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s