Ahok, Payah !

Fachruddin Kini untuk mengesankan agar Ahok dianggap menjadi orang baik baik itu sangat sulit, teman Ahok dan pendukungnya akan bekerja keras bak menegakkan benang basah, nyaris tak mungkin. Karena memang itu karakter Ahok, yang menurut Ahok memang tak harus dirubah. Ahok akan tetap gampang bicara, dan Ahok sering menyerang dalam bicara yang rentan menimbulkan permasalahan baru. Permasalahan itu kini lahir sambung menyambung. Dan itu lahir berawal dari prilaku dan ucapan Ahok.

 

Sudah banyak nasihat disampaikan kepada Ahok  oleh berbagai pihak, tetapi memang Ahok sulit  tidak ditangkap merubah karakter yang kurang baik itu. Dan tentu membuat masyarakat menjadi gamang. Mereka yang gamang itu bukan saja teman teman dan pendukung Ahok, tetapi juga oleh orang orang atau kelompok yang tidak menyukai Ahok. Bagi teman teman dan pendukung Ahok mereka gamang karena akan menambah kesulitan yang harus mereka  hadapi, mereka harus menjelaskan segala sesuatunya kepada banyak  pihak.  Bagi kelompok yang tidak menyukai Ahok juga gamang, karena bila Ahok tidak merubah stylnya maka bisa saja masalah baru akan muncul lagi, kegaduhan akan muncul kembali,  dan itu adalah ancaman bagi keutuhan dan kesatuan NKRI.

Sebagai misal, sekarang muncul laporan baru terkait prilaku Ahok. Ahok dilaporkan menyebar fitnah bahwa pendemo telah dibayar Rp.500.000,00- perorang. Dari mana Ahok mendapatkan  informasi itu, Ahok harus mempertanggungjawabkan pernyataannya. Padahal  pada saat ini Ahok sedang dalam pengawasan, dalam statusnya sebagai tersangka tidak dilakukan penangkapan karena diyakini Ahok tidak akan mengulangi kesalahan yang serupa. Tetapi kenyataannya baru baru ini pasca unjukrasa 4 November 2016 Ahok telah menyematkan kegemnarannya, yaitu mengeluarkan pernyataan yang bersifat memfitnah oihak lain.

Sebaiknya teman Ahok tidak mengumbar pujian kepada Ahok. sehingga terkesan Ahok tidak pernah berbuat salah, karena apapun yang diperbuat dan dikatakan Ahok benar semua adanya. Mengumbar pujian termasuk kesalahannya dipastikan akan menyesatkan masyarakat. Rasulullah SAW  pun merasa risih manakalaterlalu dipuja, beliau pernah mengatakan “taburi pasit ke mulut orang yang terlampau memuji muji”, di lain waktu jangan kau jadikan nasibku seperti nasib Nabi Isa, katanya dalam merespon pujian ummat terhadap dirinya.  Itulah bahayanya pujian. Pujian yang terlampau dipaksakan, juga akan mendatangkan kesesatan dan juga keburukan bagi seseorang yang dipuji.

Tetapi disisi lain agama mengajarkan bahwa kita tidak boleh mengumbar keburukan seseorang, ancamannya manakala kita mengumbar keburukjan seseorang, maka di akherat kelak  Allah akan menunjukkan keburukan kita di muka umum. Dan juga manakala kita mengumbar keburukan dan bahkan fitnah kepada seseorang, maka dosa orang itu akan berpindah kepada orang yang memfitnah.

Kita menyayangkan bila Ahok tak memiliki keinginan untuk merubah prilaku buryuknya ini, seperti yang telah diucapkannya di depan kamera TV yang berarti tak kan ada harapan perubahan dari prilaku Ahok, untuk dikatakan justeru kita akan menghadapi perpecahan. Jika demikian memang Ahok senang dengan kegaduhan ini. Ahok, payah. Capek Deh …. !

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s