Pendemo Merasa Terzalimi

Fachruddin Gar air mata diarahkan kepada pendemo pada saat massa sedang membaca doa bersama yang dipimpin oleh Habieb Riziq, setelah negosiasi dianggap gagal dan tidak menghasilkan kesepakatan karena Presiden tak berkenan hadir dalam negosiasi itu. Pada saat penembakan massa sebenarnya masih utuh sehingga mereka merasa kesulitan menghindari gas air mata itu karena semua posisi dipadati oleh pendemo lainnya, yang manakala memaksakan lari, itu berarti akan menabrak dan bahkan menginjak massa yang lain, sehingga ada perintah jangan lari. Dalam waktu bersamaan  muncul kendaraan aparat keamanan berusaha menghalau massa yang tak mungkin menghindar karena padatnya massa.

Penembakan gas air mata terjadi sebenarnya negosiasi sedang berlangsung, sehingga Wapres, Pangdam dan Kapolri sontak terkejut. Tidak kurang dari Kapolri dan Pangdam meminta agar aparat menghentikan penembakan, tetapi sayang perintah itu tak digubris justeru semakin gencar. itu semua disampaikan dalam konfrensi pers resmi oleh MUI.

Ketidakhadiran Presiden memicu kekecewaan pendemo dan massa, karena merekapun merasa telah menyampaikan pembertitahuan jauh hari sebelumnya, serta perkiraan massa yang akan hadir, dibicarakan terus menerus dengan pihak kemanan jauh hari sebelum pelaksanaan guna  mengantisipasi segala sesuatunya yang tidak diharapkan, karena unjukrasa kali ini dimaksudkan aksi damai yang melibatkan para pimpinan ummat di berbagai level  dan banyak diantaranya yang sudah berumur yang sejatinya membutuhkan perlindungan saat di lapangan.

Bagi pendemo apa yang disampaikan kepada pemerintah adalah masalah penting dan bahkan genting,  yang akan mereka bukan hanya masalah penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Basuki Cahaya Purnama Alias Ahok dalam kunjungan dinasnya di Pulau Seribu,  tetapi  juga terkait dengan   ancaman keutuhan NKRI, sehingga layak diterima langsung oleh Presiden beserta Staf.

Sayang Presiden tidak berkenan hadiri, sehingga kesepakatanpun sulit dicapai. Memang kita sebagai orang awam sangat sulit memahami ketidakhadiran Presiden untuk menerima wakil delegasi dari Ratusan ribu bahkan mungkin mencapai juta orang itu, apa hendak dikata, kekecewaanpun menggelayut, yang dalam waktu bersamaan pihak aparat kemanan gencar menembakkan gas air mata kepada kerumunan sesak yang tak memiliki pilihan untuk lari menghindar, dan dalam waktu bersamaan pendemopun kecewa karena para penembak ternyata tidak mengindahkan teriakan Kapolri Dan Menkopolkam untuk menghhentikan penembakan melalui pengeras suara yang demikian nyaring itu. Ini  Pendemo terkesima melihat pejabat yang paling berwenang untuk mengatur justeru tak diindahkan oleh aparat bawahan, ini berarti ada perintah yang lebih kuat, dan berarti ancaman keselamatan para pendemo itu.  Unjukrasa damaipun gagal dipertahankan, di rusak oleh mereka mereka yang memiliki kekuatan.

Semoga bangsa ini dilindungi Allah dan keutuhan NKRI tetap dapat dipertahankan. Amin.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s