Komunikasi Itu Gagal Dibangun

Gas Air Matapun Ditembakkan.

Fachruddin Sengaja dari pagi perhatian masyarakat fokus pada pelaksanaan unjukrasa damai yang dimulai dari Masjid Istiklal Jakarta. Masyarakat berharap benar benar terjadi secara damai dan pihak  Kepolisian tidak represif, sampai dengan sore Ashar p[emirsa TV masih merasa bangga dengan sikap pendemo dan pihak kemanan (Kepolisian) , tinggal lagi menunggu apakah wakil wakil pendemo itu dapat diterima oleh Pemerintah dalam hal ini  adalah Presiden Jokowi, karena masyaakat juga terlanjur tahu bahwa Kepolisian memang membuituhkan ketegasan dari  Presiden.

Tetapi sangat mengejutkan bahwa sampai dengan lepas Maghrib ternyata para pendemo masih berada disekitar Istana, maka besar dugaan masyarakat bahwa Pamerintah dan pendemo telah gagal membangun komunikasi. Karena saya akan melakukan perjalanan keluar rumah sehingga perkembangan tak dapat saya ikuti, dan selama itu pula pikiranpun menjadi sangat kalut.

Ada beberapa kemungkinan menmgapa pendemo tak juga meninggalkan lokasi itu, pertama (1) kemungkinan Wakil pendemo gagal bertemu dangan Presiden Jokowi. Bisa jadi Pak Presiden sebelumnya telah meninggalkan Jakarta, sehingga tak sempat menemui pendemo. Kedua (2) Kemungkinan pendemo  berhasil bertemu Presiden, tetapi Presiden tak memberikan jawaban yang mampu meyakinkan pendemo. Sampai dapat kembali ke rumah dan mengikuti perkembangan terakhir.

Benar, Tayangan di TV menunjukkan polisi telah menembakkan  gas air mata dan nampak pendemo kalang kabut, dan sisa pembakaran ban masih menyala nyala. Yakin pasti. Pemerintah dan pendemo telah gagal membangun komunikasi. Kegagalan komunikasi ini memang  sebelumnya sangat dikhawatirkan ketika melihat Presiden seperti  tak bersemengat  untuk merespon rencana unjukrasa ini.

Hal ini nampak ketika Presiden dan Wakil Presiden diwawancarai dan disiarkan melalui media TV. JK meyakinkan bahwa ketika dilaksanakan demo unjukrasa, beliau siap berada di Kantor,  dan siap berkomunikasi. Sementara Presideb Jokowi menjawab dengan tertawa, yang kesimpulannya beliau  terbilang masih berada di Jakrta.

Siaran itu dinyatakan selesai pemirsa masih saja tercenung, hampir dapat dipastikan bahwa komunikasi bakal gagal di bangun. Dan kekhawatiranpun tentu saja bahwa akan ada kegagalan mereka membangun komunikasi yang baik. Padahal komunikasi itu kunci keberhasilan dalam membangun kebersamaan, dan kebersatuan. Adalah  sangat tidak rasional ketika ada pihak yang mengajak bersama membangun kebersamaan dalam mempertahnkan NKRI, tetapi itu semua adalah omong kosong ketika tidak diikuti usaha sungguh sungguh membangun komunikasi yang baik.

Dan benar, demo menyisakan mereka yang memiliki keinginan yang lain dan benturanpun tak terhindarkan, nampak ada kendaraan terbakar, dan dapat dipastikan ada yang cedera. Memang akhirnya lewat tengah malam Presiden menyampaikan pesan yang menyejukkan. Ini menjadi sangat lebih baikwalaupun terlambat. Semoga ini menjadi pelajaran bagi semua.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s