PERLAWANAN AHOK KEPADA TUHAN

ANTARA AHOK, TUHAN DAN MANUSIA SERTA ALAM.
Fachruddin Memang belum ada hasil pemikiran Ahok yang bermanfaat bagi dunia, Walaupun di mata Teman Ahok, Ahok adalah manusia luar biasa, dan Ahok sendiri menempatkan diri sedikit di atas Tuhan, dan akan melakukan perlawanan bila Tuhan ngaco dan bertentangan dengan logikanya. Walaupun kita yang beragama tidak akan menempatkan logika Ahok di atas “logika” Tuhan, tetapi kita masih membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk bisa menerima logika Ahok yang selama ini sering dilontarkan, dan dipuja puji para pengikut dan sahabatnya.

Kita tidak akan membahas “Logika” Tuhan. Karena Tuhan tidak menggunakan ilmu logika dalam segala sesuatunya, ilmu logika adalah ilmu yang diciptakan manusia, dan ilmu logika juga dapat digunakan memahami firman Tuhan, ketetapan Tuhan berlaku mutlak adanya, Ahok adalah manusia yang akan menentang kemutlakan Tuhan  dan tidak tertutup kemungkinan pada suatu saat Ahok benar benar menyatakan perlawanannya kepada Tuhan. Kita lihat saja nanti, sebab manakala pujian kepada Ahok semakin bertambah, maka perlawanan Ahok kepada Tuhan akan semakin nyata, dan ini akan lebih signifikan nanti setelah Ahok memangkan Pilgub dan selanjutnya Pilpres.

Bagi kita yang beragama maka apapun keputusan Tuhan itu adalah sesuatu yang tak dapat ditentang, terlepas apakah itu sejalan atau tidak sejalan dengan logika yang kita anut. karena hasil pemikiran manusia itu relatif adanya, kita sebagai manusia biasa tidak akan mampu menciptakan sesuatu yang mutlak. dengan demikian kita tidak akan mampu juga melawan Tuhan yang yang mutlak itu, karena kita manusia adalah relatif adanya.

Mungkin hanya pekerjaan iseng saja kita menantikan kapan Ahok akan melawan Tuhan, kita menjadi tertarik karena sejarah perlawanan terhadap Tuhan itu akan terjadi di Indonesia, memang negara kita menetapkan bahwa kita adalah bangsa dan negara yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa. Walaupun ada juga diantaranya yang mengancam perang kepada Tuhan, dan salah satunya manusia yang menyatakan akan perang kepada Tuhan adalah Ahok, warganegara Indonesia, keturunan China.

Kita tidak tahu persis bagaimana posisi Tuhan di mata Ahok, sebagai seorang Gubernur bisa jadi Tuhan tak lebih adalah salah satu warga Jakarta di mana Ahok adalah Gubernurnya. Dan Tuhan jangan coba coba ngaco, menentang konstitusi dan aturan lainnya yang berlaku di Jakarta, karena Ahok sebagai Gubernur akan bertindak tegas manakala ada yang ngaco, termasuk juga Tuhan bila ngaco.

Biasanya dalam mengatasi segala sesuatunya Ahok setidaknya akan mengerahkan Satpol PP,  kita tidak tahu persis bagaimana cara Ahok melawan Tuhan nanti, apakah akan maju seorang diri atau juga mengerahkan Satpol PP atau ditambah lagi pihak kepolisian atau juga ditambah dengan TNI, seperti pada saat melakukan penggusuran. Atau cukup mengerahkan teman teman Ahok melalui media sosial, merekayasa berita yang nanti dilakukan oleh sejumlah orang pilihan dengan gaji minimal lima ratus ribu sebulan.

Berdasarkan catatan pristiwa hingga saat ini, memang  belum  ada pihak pihak yang dinyatakan benar  bila bertentangan dengan Ahok. Contoh misal BPK dan Pengadilan yang pernah menyalahkan Ahok, ketika Ahok melakukan perlawanan merekapun seperti tak berkutik. Adakah nanti Tuhan juga tak berkutik di buat Ahok, ketika diserang baik dengan alat berat ataupun melalui media soail. Yang jelas bila Tuhan Ngaco seperti BPK Ahok akan lawan.

Sebagai manusia yang beriman kita tak perlu menantikan ucapan Ahok bahasa dia kalah dengan Tuhan, tentu tak ada kata kalah bagi Ahok sebagai petarung  sejati, tak akan ada kata menyerah selagi nafas diakndung badan. Kitalah yang harus bijak, dan kewajiban kita untuk memperingatkan ummat, sahabat, sanak dan famili kita agar tidak terpedaya oleh Ahok  yang pada kacamata kita yang bodoh ini saja nampak sesat dan memikiki kemampuan yang luar biasa untuk menyesdatkan orang lain.

Sebenarnya sekedar peringatan kecil, mungkin terlalu besar jika banjir Jakarta  Selatan itu dimaksudkan pelajaran bagi Ahok, terlalu besar Ahok jika Tuhan merespon ucapan Ahok. Di mata Tuhan dipastikan Ahok adalah terlalu kecil di mata Tuhan. Antisipasi Banjir yang menjadi andalah serta kebanggaan Ahok setidaknya di hadapan Walikota Surabaya, itu bukanlah pelajaran bagi Ahok, tetapi pelajaran bagi penduduk Jakarta selatan yang jumlahnya jutaan, dan Ahok tidak lebih dari seorang diantaranya, hatta jabatannya Gubernur, jangankan di mata Tuhan di mata KPU saja suara Ahok tidak lebih dari sartu suara.

Kemanapun arah Ahok dan teman Ahok serta Ahoker lainnya, itu terserah kemana mau mereka, tetapi tanggungjawab kita adalah menyelamatkan ummat, kewajiban itu beban yang diberikan Allah kepada manusia, bahwa setiap manusia hendaklah salin nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Dengan demikian terlepas apakah Ahok itu sesuatu yang terbilang besar atau tidak maka adalah kewajiban bagi kita untuk mengantisipasi agar tidak ada efek buruk bagi keimanan anak keturunan kita , jangan sampai anak keturunan kita tersesat pula.

Apalagi banjir Jakarta selatan menunjukkan bahwa Ahok tidak ada apa apanya di mata Tuhan,. mengapa mereka harus bertuhan kepada Ahok, sehingga tidak ada yang salah atas apa yang diucapkan dan dilakukan oleh Ahok. Semoga Allah tetap melindungi kita dari kesesatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s