Da’i Bicaralah Apa Adanya.

Fachruddin Tugas da’i adalah bicara apa adanya kepada ummat dan jangan sekali kali menyembunyikan kebenaran dari Tuhan. Itu Barangkali yang ingin saya sampaikan terkait kabar yang yang dibawakan teman bahwa Acara Damai Indonesiaku di TV One akan ditutup karena diprotes pemirsa TV One dengan tuduhan sara dan melanggar aturan dalam mennggunakan saluran komunikasi.

Dakwah dalam Damai Indonesiaku adalah panggung dakwah yang paling saya senangi, dan saya selalu berusaha mengikuti acara itu dan bahkan masih menyimak pula dalam tayangan ulangannya, kemungkinan acara itu tidak ada lagi kata teman yang memberikan kabar kepada saya.

Jika apa yang disampiakan oleh da’i itu dianggap salah, silakan tuntut sang da’i dengan ancaman yang seberat beratnya jika ada pasal yang mendukung ancaman itu. Tetapi untuk diketahui memang demikian” Haram hukumnya memilih pemimpin dari kafir, jika masih ada calon lainnya dari Islam”.  Dan adalah kewajiban da’i untuk mennyampaikan itu sejelas jelasnya kepada ummat, bila ada pertentangan para ulama tentang itu, jelaskan pula satu persatu secara adil.

Tentu yang tak boleh adalah menjelek jelekan seseorang hanya lantaran berbeda agama, berbeda paham serta keyakinan. Yang tak boleh adalah mengajak orang orang untuk membenci calon lain dengan dalih agama. Kita tidak harus menanamkan kebencian, yang paling penting ummat harus tahu bahwa berdasarkan ajaran Islam maka memilih pemimpin dari non Muslim hulumnya adalah haram selagi masih ada calon pemimpoin lainnya yang muslim.

Sama halnya dengan kasus mengajarkan pelajaran fikih fasal mandi wajib, khususnya penyebab mandi wajib. Jelaskan saja bahwa salah satu penyebab seseorang dikenakan perintah mandi wajib adalah karena bersetubuh antara suami isteri. Mungkin tindak sepantasnya Pemerintah akan menuduh telah terjadi pornografi dan pornoaksi ketika seorang guru mengejarkan prihal mandi wajib. Sejauh tidak menayangkan sesuatu yang dapat dikaegorikan sebagai pornografi dan pornoaksi.

Tetapi bila masih juga dianggap melanggar UU Pornografi dan aksi maka apa boleh buat kita juga harus berancang ancang melakukan upaya pembelaan secara hukum. Termasuk dalam sesi tanya jawab yang disampaikan kepada ummat Islam, manakala kita menyampaikan ajaran islam bahwa memilih pemimpin dari non Muslim adalah haram hukumnya, maka kita tak akan dipersalahkan sejauh tidak menebar kebencian. Jika masih juga terjadi maka adalah layak jika kita harus melakukan upaya hukum dalam membela diri dan hak.

Bila kita menyimak tayangan di youtube maka sedikitpun tidak didapatkan kata kata yang mengajak untuk membenci penganut agama lain, bahkan yang ada justeru jeweran bagi ummat Islam yang telah terpilih sebagai pemimpin atau pejabat di berbagai level, maka diminta mengekspressikan keislamannya dalam kepemimpinanya.

Hanya ada satu hal yang disampaikan bahwa di lingkungan Islampun masih di yakini oleh kedua pembicara bahwa banyak sekali orang Muslim di Indonesia yang selain mengerti dan paham masalah kenegaraan, mereka juga jujur dan seterusnya. Lalu itukah yang dianggap melanggar UU. Bagi saya pribadi kedua pembicara tidak melakukan keslahan sekecil apapun.

Tetapi manakala penguasa Indonesia akan menghukumnya, maka hukuman sebrat apapun, hatta dihukum di tiang gantungan, maka itu akan lebih menghantar kedua pembicara ke dalam kebahagiaan yang sesungguhnya, dibanding hidup bersama Pemerintah yang zalim. Semoga keduanya dimuliakan Allah. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s