Dari Mengintip Bulan Hinga Urusan Jenggot

Fachruddin Pimpinan Islam pada saat ini bagikan tiarap, dalam berbagai pristiwa yang mengancam persatuan bangsapun mereka masih tak hadir untuk bicara, padahal kehadiran mereka itu penting karena ummat sekarang sedang terpuruk. Ketertinggalan, kebodohan dan kemiskinan melanda ummat sekarang ini seyogyanya ara pimpinan ummat islam hadir memberikan pencerahan. manakala keterpurukan ini akan benrlangsung lebih lama lagi, maka jangan terlalu berharap akan ada lembaga pendidikan Islam yang modern, organisasi Islam yang modern, partai politik Islam yang modern dan lambang lambang kemoderenan lainnya di lingkungan komunitas islam.

Kemanakah perginya para pimpinan Islam itu, maka muncullah seorang teman yang terkenal tidak pernah serius dalam berbicara menjawab serta merta. Ada ustadz … ! Katanya lantang. Mereka sedang sibuk membahas jenggot, yang lain gerr tertawa.

Semakin lama ummat semakin kecewa dengan prilaku para pimpinan Islam, kekecewaan itu sangat dirasakan pada saat terjadi perbedaan dalam menentukan tanggal 1 Sawal atau perbedaan pada saat menetukan awal Romadhon. Sepertinya para pemimpin berusaha memelihara perbedaan perbedan itu dan juga mempertahankan ummat menjadi awwam dalam hal  melakukan perhituingan, kalau memang perhitingan atau cara hisab itu sesuatu yang tidak akurat, maka kita semua tentunya  bisa melakukan pengujian secara terbuka. Bila ummat dibiarkan menjadi awam dalam hal ini maka ummat berarti  akan membiarkan ummat ini tidak pernah naik kelas.

Hal yang sangat menjengkelkan lainnya adalah disaat saat ummat membutuhkan kepemimpinan para pemimpin karena kehidupan kita di Indonesia semakin sulit dirasakan, disaat awal kepemimpinan Jokowi kita mengalami kelambatan perkemabngan ekonomi yang sangat menghawatirkan, kenapa pula seorang ketua organisasi Islam terbesar, dan dia seorang profesor, Dr. justeru membawa ummat ini untuk memperdebatkan masalah jenggot.

Terlalu besar dan terhormat bila membawa gerbong NU yang dipenuhi oleh ulama dan kiyai ternama ini untuk membahas jenggot jenggot itu. Masalah jenggot bukanlah masalah yang layak diungkapkan oleh seorang yang dipercayai sebagai ketua organisasi Islam terbesar, karena masyarakat justeru sedang dalam rintihan, kesulitan ekonomi akhir akhir ini. Tugas pimpinan adalah mempersatukan dan memberikan kenyamanan bagi ummat yang dipoimpinnya.  Bukan memecahbelah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s