Fatwa MUI tentang BPJS Kesehatan Untuk Diperbaiki, Bukan Dihapuskan

Fachruddin Banyak orang awam yang tidak paham perihal BPJS dan Syariah, sehinga mereka mengira bahwa Majelis Ulama menyatakan BPJS Kesehatan haram dan harus segera dihapus, dan memang ada pihak pihak yang berusaha memprofokasi ummat untuk memiliki kepemahaman yang salah itu, maksudnya tak lain adalah agar ummat dalam ketidakpahaman membenci MUI, hal ini ditambah lagi pernyataan kritis dari ulama ulama lain dan bahkan pimpinan organisasi Islam, sehingga mengantisipasi kebencian awam kepada MUI menjadi sulit terantisipasi.

Entah pula apa maksudnya ternyata ada juga pejabat yang ingin menghilkangkan dan memperkecil permasalahan ini dengan mengatakan bahwa munculnya fatwa haram itu hanya dikarenakan salah persepsi, dengan bahasa lain fatwa itu muncul atas ketidakpahaman para ulama itu. Bisa dibayangkan betapa buruknya fatwa yang dikeluarkan oleh pihak yang dianggap tidak mengerti persoalan. Saya dapat memastikan bahwa pejabat bersangkutan belum paham syari’ah. Tentu tidak keseluruhan dari aturan atau regulasi serta kaidah lainnya tentang BPJS Kesehatan mengandung gharar, riba dan maisir, melainkan hanya terdapat hal hal tertentu yang tidak sejalan dengan syari’ah. Serta dengan segala keyakinan bahwa dari hal hal tersebut akan melahirkan tindak pindana berupa penggelapan, dan manakala ini terjadi maka akan terjadi kerugian yang sangat besar, karena BPJS nantinya akan mengelola dana yang sangat besar.

Selain banyak pihak yang sejatinya memang belum memahami bagaimana regulasi menyangkut keberadaan BPJS dengan segala aturan yang yang diturunkannya. Tetapi tidak sedikit  mereka yang cepat memahaminya, dan mereka meminta fatwa MUI tentang program pengumpulan dan penggunaan dana ummat ini dari kacamata syari’ah, mereka menginginkan agar dana mereka dikelola secara syari’ah, mereka merasa akan lebih nyaman karena dana besar itu dikelola menurut kaidah syar’i. Lalu MUI melaksanakan kajian terhadap aturan yang ada, dan MUI menemukan segi segi yang belum memenuhi persayaratan syar’iyah, dengan demikian terkategori haram menurut syari’ah.

Dengan demikian maka fatwa MUI tentang BPJS menjadi sangat penting, karena mencegah akan lebih mudah dibanding memperbaiki. Lebih baik mencegah korupsi dari pada menindak orang yang telah melakukan korupsi. Sekalipun senadainya dana korupsi itu berhasil disita kembali, tetapi kerusakan besar yang jauh lebih besar daripada jumlah uang yang dikorupsi itu. Karena proses terjadinya korupsi adalah sejumlah kebohongan kebohongan secara masif dan terstruktur. Dan siapapun yang terlibat dalam kebohongan itu sejatinya juga telah menularkan berbagai kebohongan secara lebih luas lagi yang tentu saja tidak diketahui dan terjelajahi oleh pelaku korupsi itu.

Oleh karenanya  fatwa MUI itu menjadi sangat penting bagi bangsa ini. untuk keselamatan dan kesejahteraan bangsa, agar dana BPJS yang sangat besar yang berasal dari iuran para anggota itu menjadi aman dari segala bentuk peneyelewengan dan atau pengambilan keuntungan pribadi atau sekelompok orang. Tentu saja ada beberapa diantara filosofi, regulasi dan atau beberapa aturan lainnya yang yang tidak sejalan dengan syari’ah dan mengandung unsur gharar, riba dan maisir. Bila memang benar itu ada maka seyogyanya itu segera diperbaiki, tidaklah perlu menghentikan segala aktivitas BPJS kesehatan, tetapi perbaiki saja mana mana yang kurang sejalan, dan sebel;um itu diperbaiki maka anggap saja, itu sebagai keadaan yang darurat. Tetapi sisi darurat itu tentu tidak boleh selalu dipertahankan, melainkan suatu saat harus diperbaiki. Itulah barangkali esensi dari fatwa itu. Semoga saja ini dapat secepatnya diselesaikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s