REUNI AKBAR KELUARGA BESAR PII LAMPUNG

Sambil Memperingati Harba PII 2013

001Wajah Walikota Metro Lampung nampak sangat ceria, bukan hanya Ia bertemu teman seniornya Masyhuri aktivis PII Lampung, tetapi malam itu Ia bertindak sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan Reuni Akbar KB PII Lampung. Dari sinar matanya tak nampak penyesalan atas acara yang semula di setting untuk dimulai pukul 17.00 itu kenyataannya baru terlaksana bakda Isya, karena para undangan umumnya baru tiba beberapa saat menjelang maghrib, ruangan itu saksi bisu betapa Keluarga Besar yang berdasarkan absen yang ditandatangani, dihadiri oleh 112 Keluarga Besar yang berasal dari 9 Kabupaten dan Kota se Provinsi Lampung. Setelah sholat maghrib bersama, makan malam bersama dan sholat Isya bersama, barulah acara inti dimulai.

005Dr.Yuswanto, selaku Ketua KB PII Lampung, sempat bergurau meledek anggota KB PII yang kebetulan berdiri disebelahnya, tetkala menyanyikan lagu Mars PII beberapa kali mengalami keterlambatan dan kesalahan. Dan sempat memuji Kanda Masyhuri yang sebagai anggota paling senior ternyata senior yang telah hampir berusia 80 tahun itu mampu menyanyikan lagu Mars PII secara lantang dan nyaring. Yuswanto meminta para anggota KB PII agar menghapal kembali lagu lagu PII seperti Mars PII, Hymne PII, PII Berjuang, Mars PKP, Mars Brigade dan lain lain. Hapal dengan lagu lagu ini kata Dr.Yuswanto akan sangat bermanfaat, karena sejak dahulu juga syair lagu lagu ini kita rasakan sekarang adalah sebagai visi dan misi PII dan KB PII tentunya. Memang dahulu sewaktu aktif di PII  istilah Visi misi belum sesering kita ucapkan sekarang. Syair lagu lagu ini memang pantas untuk selalu kita jadikan bahan renungan.

Bapak Lukman, selaku Walikota dan Sekaligus anggota keluarga besar katanya. Jabatan saya tersisa sekitar dua tahun lagi, saya  mmpersilakan  disini dapat dijadikan tempat pertemuan KB PII secara periodik, silakan, apakah tiga bulan sekali atau enam bilan sekali, saya berharap  pertemuan pertemuan yang kita laksanakan nanti tidak ada yang memelintirnya. Apalagi saat sekarang ini kita sedang menghadapi pekerjaan besar yaitu Pilkada untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur. Sementara saya cukup nyaman menjadi Walikota Metro.

Ketua PW PII Lampung berkesempatan untuk membacakan pidato PB PII dalam rangka Harba PII tahun 2013,  tidak masalah pidato ini dibacakan, karena momennya ada. Walaupun mendahului Ketua PB PII yang baru akan membacakan pidatonya besoknya, 4 Mei 2013. Sejatinya pidato itu layak disimak, untuk mengetahui suasana batin adik adik kita, tetapi malam itu pidato disampaikan bersamaan dengan dibagikannya kopi dan snack, tetapi walaupun suasana kurang tenang, tetapi Ketua PW PII nampaknya tidak kehilangan semangat, sehingga maknapun gampang tertangkap.

Secara bergantian anggota keluarga besar menyampaikan kesan dan pesan, karena ketiadaan waktu saya tidak mendapatkan kesempatan yang baik itu, tetapi baiklah apa yang ingin saya sampaikan semula akan saya goreskan di saja sini.  Saya sering mengatakan bahwa training training PII yang sempat saya ikuti sangat mempengaruhi sikap sikap saya dalam menghadapi banyak hal. Dari PII saya belajar bagaimana cara agar kita memiliki keteguhan sikap dalam mempertahankan prinsip izzul Islam wal muslimin. Tetapi sayang sekali para senior pada saat itu tidak menyisipkan training itu dengan pengetahuan serta keterampilan berniaga.

Andaikan saja dahulu kita ditraining juga dengan pengetahuan dan keketarmpilan berniaga, saya yakin saat sekarang ini banyak diantara keluarga besar yang telah sukses berniaga, se[erti suksesnya mereka mempertahankan prinsip. Saya bersyukur dengan Bapak Sutrisno Bachir yang berniat memprogramkan jaringan perniagaan melalui KB PII, dan sekaligus menanamkan semangat interpreneur bagi adik adik PII. Ini sepuluh – dua puluh lima – lima puluh tahun yang akan datang upaya upaya yang akan dilakukan KB PII ini bila jadi dilaksanakan akan memiliki dampak yang laur biasa bagi ummat Islam dan bangsa secara keseluruhan. Saya yakin kita belum terlambat untuk berbuat, dan sekalipun agak terlambat, maka lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. (Fachruddin)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s