Agama Yang Mencerahkan

Rijal Firdaos                                                                                                                                                                                                                                                    Dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Intan, Lampung

DALAM kitab Mukasyafatul Qulub karya Imam Al-Ghazali diceritakan bahwa suatu ketika seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah saw. Wahai Rasulullah, apakah agama itu? Rasul menjawab, “Budi pekerti yang baik”. Riwayat tersebut secara jelas dan gamblang memberikan analogi kepada kita akan pentingnya suatu pemahaman yang mendalam tentang apa sesungguhnya agama itu?

Berdasarkan sudut pandang kebahasaan—bahasa Indonesia pada umumnya—“agama” dianggap sebagai kata yang berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya “tidak kacau”. Agama diambil dari dua akar suku kata, yaitu a yang berarti “tidak” dan gama yang berarti “kacau”. Hal ini mengandung pengertian bahwa agama adalah suatu peraturan yang mengatur kehidupan manusia agar tidak kacau.

Mengacu pada makna terminologi di atas, sesungguhnya kita dapat mengambil intisari dari konteks sebuah agama, secara universal, bahwa keterikatan seseorang dalam meyakini agama sebagai suatu sumber hukum yang sangat sakral, seutuhnya harus diartikan dengan penuh kesadaran yang tinggi, yang mampu menjadi dinding pemisah antara hak dan batil.

Fungsi Agama

Pemahaman fungsi agama tidak dapat dilepas dari tantangan-tantang yang dihadapi manusia dan masyarakatnya. Berdasar pengalaman dan pengamatan anilitis para ahli, dapat disimpulkan bahwa tantangan yang dihadapi manusia dikembalikan pada tiga hal; ketidakpastian, ketidakmampuan, dan kelangkaan. Untuk mengatasi semua itu manusia lari kepada agama. Karena manusia percaya dengan keyakinan yang kuat, bahwa agama memiliki kesanggupan yang definitif dalam menolong manusia. (Hendropuspito, 1993).

Artinya, jika manusia beragama serta taat mengamalkan segala ajarannya kemungkinan besar sekali ia akan hidup teratur di dunia. Keteraturan hidup tersebut akan menjamin keamanan, ketenteraman, dan kedamaian di dalam masyarakat. Bahkan anak remaja sekalipun akan sanggup memberi tunjangan positif kepada lingkungan masyarakatnya.

Namun, realitanya munculnya kelompok-kelompok teroris baru yang mengatasnamakan agama, yang kembali meresahkan masyarakat dalam beberapa hari ini, justru menjadi bukti akan lemahnya fungsi agama bagi kehidupan. Baik fungsi edukatif, fungsi penyelamatan, fungsi pengawasan sosial, maupun fungsi transformatif.

Padahal keempat fungsi di atas, sejatinya bisa dilakukan secara baik dan terarah oleh pemangku kepentingan, dalam hal ini pemerintah, melalui pendidikan dan pembinaan karakter, yang terintegrasi secara holistik pada proses pembelajaran di sekolah.

Bukan Penyebab Perang

Jika menilik sejarah pada masa Rasulullah empat belas abad silam, bahwa peperangan yang terjadi antara muslim dan nonmuslim, baik pada perang Badr melawan orang musyrik, perang Bani Quraidhah melawan orang Yahudi, dan perang Tabuk melawan orang Kristen, ternyata bukan disebabkan alasan agama, melainkan faktor lain yang memengaruhinya. Bahkan, kalau kita ingat kembali, mertua Nabi sendiri (orang tua Shofiyah) adalah orang Yahudi.

Di sini kita perlu bertanya, jika perbedaan agama menjadi pembenaran bagi seorang untuk membunuh orang lain, mengapa Nabi tidak membunuh mertuanya sendiri? Karena sampai meninggal dunia, mertua Nabi tetap memeluk agama Yahudi.

Dengan demikian, agama memiliki daya konstruktif regulatif dan formatif membangun tatanan hidup masyarakat, terutama di dalam masyarakat di mana nilai dan norma diterima dan diakui keberadaannya. Karena, pembangunan semesta merupakan pembangunan menyeluruh yang meliputi kesejahteraan moral spiritual dan fisik manusia seutuhnya. Bukan perilaku destruktif yang berimplikasi negatif. Wallahualam

Opini Lampost 13 September 2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s