Kepada Pengamat Kacangan

Terkadang terasa menggelikan, tetapi akhirnya juga kita merasa kasihan kepada para pengamat yang terlanjur memiliki nama besar, pakar dalam bidang tertentu, yang secara terburu buru memfonis sesuatu uang sebenarnya dia tidak memiliki data apa apa. Yang saya maksudkan adalah para pengamat yang seolah menuduh pihak Tim sukses Foke mendalangi tindak teroris di Solo dalam rangka menjatuhkan Jakowi sebagai sesama petarung dalam Pilkada Jakarta yang  akan diselenggarakan tanggal 20 bulan ini. Sebelumnya para pengamat itu dengan gencar menuduh pedangdut Oma Irama melontarkan issue sara dalam aktivitas Pilkada ini.

Tuduhan sara kepada Oma Irama ini serta merta dimentahkan oleh Panwaslu, setelah meneliti rekaman lengkap serta saksi saksi yang melihat langsung atau hanya sekedar bersemangat untuk memenangkan calon tertentu. Alhasil akhirnya Panwaslu menyatakan tidak menemukan bukti lengkap bahasa Oma Irama telah menebarkan fitnah sara. Apa yang dikatakan oleh Oma, biasa saja sebagai nasehat sesama penganut Islam dalam menjalani kehidupan beragama,  apalagi ini disampaikan di masjid yang semuanya beraga Islam. Apa salah orang Islam mengajak memilih  calon pimpinan yang beragama Islam,  dan apakah sara jika ada ada pendeta yang menganjurkan ummat Kristen memilih calon pemimpin yang juga beraga Kristen, apalagi ini di sampaikan dalam rentetan acara peribadatan di Gereja, dan juga tak menyebutkan nama tertentu.

Belakangan baru  ketahuan bahwa yang memiliki ulah teroris di Solo sama sekali tidak ada hubungannya dengan tim sukses Foke.  bahkan menurut Badan Intelejeb Negara Abu Bakar Baasyirlah yang sevara tidak langsung mendalanginya. Ini seperti maling teriak maling, yaitu politik yang pernah dilancarkan pada pemilu era sukarno dahulu memfitnah Masyumi, dengan cara :  Bila ada tanda gambar berdampingan atau berdekatan, semua dirobek gambarnya, tetapi sisakan sekedar untuk diketahui apa gambar aslinya. Satu satunya gambar yang utuh adalah gambar Partai Nasyumi. Ini yang dimaksudkan oleh PKI agar masyarakat tergiring oppininya untuk memiliki penilaian buruk kepada Masyumi. Padahal disitu yang berhati busuk adalah PKI, yang ingin mengambil keuntungan dalam bertarung, sekalipun dengan cara fitnah yang keji.
Kita semua berharap agar tidak mengikuti langkah langkah seperti yang dahulu dilakukan oleh PKI, hanya sekedar mendapatkan simpati, sanggup membuat rakyat banyak terganggu konsentrasinya, dasar PKI.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s