Derita Rakyat Di Bawah Naungan Demokrasi

Negara yang merupakan negeri dengan kekayaan alam yang melimpah yaitu Indonesia, memiliki jutaan ton emas dan tembaga di daerah Papua, milyaran barel minyak bumi terbentang luas, serta masih banyak kekayaan alam lainnya. Akan tetapi sayang, kekayaan alam yang melimpah ruah tersebut tidak dapat dinikmati oleh rakyat Indonesia sendiri. Bahkan menurut data Bank Dunia di tahun 2011 sekitar 100 juta orang Indonesia (45% dari jumlah penduduk) terkategori miskin (Kompas, 20/12-11). Bahkan prosentase penduduk miskin terbesar justru berada di salah satu pulau terkaya Indonesia (Papua) sebanyak 25,25% (BPS, 2/1-12).

Hal ini tergambar dalam fakta yang terjadi di masyarakat. Sebanyak 162 warga di empat kampung di desa Mekarmukti, Garut, Jawa Barat terancam kelaparan dikarenakan akses utama warga terputus dan tidak kunjung diperbaiki oleh pejabat setempat.

Tidak hanya di daerah, di Jakarta terdapat sekitar 1509 SD dan 288 SMP, sebanyak 219 sekolah butuh renovasi berat dan ratusan lainnya butuh renovasi ringan. Serta masih banyak lagi fakta memilukan yang dialami rakyat Indonesia. Bandingkan dengan kehidupan para pejabat yang berkecukupan dan serba mewah.

Belum lama ini rakyat Indonesia dibuat kesal oleh perilaku anggota DPR yang menolak snack senilai 20.000 rupiah yang mereka anggap tidak layak, sementara disisi lain rakyat banyak yang mengalami kelaparan. Yang lebih menyedihkan, di tengah kesulitan rakyat dalam memenuhi kebutuhannya, justru presiden negeri ini sibuk membeli pesawat pribadi senilai 526 milyar! Tentunya anggaran untuk membeli pesawat tersebut diambil dari kas negara yang notabene merupakan uang rakyat.

Fakta-fakta diatas adalah akibat diterapkannya sistem demokrasi-kapitalisme. Munculnya rakyat yang kian terjerat di tengah himpitan ekonomi, banyaknya pejabat bermental korup dan hidup bermewah-mewahan menunjukkan bercokolnya sistem kapitalisme di negeri ini. Yang kaya semakin kaya, sedangkan yang miskin semakin miskin. Tidak aneh karena sistem demokrasi sudah cacat dari lahir, sehingga ketika diterapkan pun menyebabkan kerusakan dimana-mana serta kesengsaraan.

Kondisi rakyat yang demikian terpinggirkan tidak akan terjadi dalam sistem Islam. Islam memandang bahwa negara bertanggungjawab penuh terhadap warga negaranya. Islam menjamin setiap kebutuhan rakyat sekaligus memastikan bahwa kebutuhan mereka satu per satu terpenuhi dengan sebaik-baiknya. Mulai dari kebutuhan primer seperti sandang, pangan, papan, bahkan kebutuhan sekunder dan tersier mereka.

Tidak hanya itu, Islam juga menjamin kebutuhan rakyatnya akan pendidikan, kesehatan, dan keamanan dengan sebaik-baiknya. Semua ini diurus dan disediakan pemimpin Islam serta dibantu oleh pejabat-pejabat yang amanah. Ini dilakukan semata-mata karena dorongan keimanan. Hal inilah yang tidak ada dalam sistem Demokrasi saat ini. (Sabili Februari 2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s