Kenapa Jembatan Itu Roboh


Damansara – Semua pihak tentu terkejut ketika jembatan Kutai Kartanegara yang didisain untuk jangka waktu yang panjang roboh hanya dalam hitungan 11 tahun pemakaian. Berbagai pihak mencoba untuk mencari tahu kenapa jembatan yang menjadi kebanggaan rakyat Kutai tersebut roboh dan tragisnya banyak memakan korban jiwa, korban hilang dan luka-luka.

Satu pihak menyalahkan design dari jembatan yang salah, pihak lain menduga ada kesalahan dalam perawatan. Sementara pihak lain berandai-andai ada tangan-tangan kotor yang ikut andil merobohkan jembatan tersebut.

Bagi orang-orang yang sudah terbiasa berkecimpung dalam analisa kegagalan (failure analysis), tentu paham bahwa mencari tahu kenapa jembatan itu roboh memerlukan analisa dan kajian yang mendalam dan tidak serta merta menyimpulkan kenapa jembatan itu roboh.

Metode standar yang digunakan dalam analisa kegagalan suatu struktur/komponen ditujukan untuk mencari penyebab utama kegagalan dan mencari faktor-faktor lain yang berkontribusi dalam kegagalan, dan bisa memberikan rekomendasi sehingga kegagalan serupa dapat dihindari dikemudian hari (Mardjono Siswosuwarno, 2007).

Ada tiga pertanyaan yang mesti dijawab ketika melakukan kajian analisa kegagalan, yaitu “What happened…? How it happened…? dan Why it happened…?”
Untuk kasus robohnya jembatan Kukar, tentu harus muncul tiga pertanyaan diatas, apa yang terjadi pada jembatan?

Bagaimana terjadi robohnya jembatan, dan mengapa jembatan tersebut bisa roboh? Kompleksitas dari menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas tentu sangat bergantung dari seberapa kompleks faktor-faktor yang bisa menjadi penyebab kecelakaan.

Ada beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab dari kegagalan suatu komponen/struktur, diantaranya kesalahan dalam pemakaian, kesalahan dalam asembli, cacat produk/manufaktur, perawatan yang tidak sempurna, kesalahan dalam design, kesalahan dalam pemilihan bahan/material, dan ketidaksempurnaan dalam perlindungan terhadap lingkungan.

Dari sekian banyak faktor penyebab kegagalan, kira-kira faktor apa yang menjadi penyebab utama dari robohnya jembatan Kukar? Apakah karena kesalahan dalam pemakaian? Apakah karena kesalahan desain? Mungkinkah insinyur perancang jembatan sudah mengabaikan satu faktor sehingga jembatan bisa roboh?

Mungkinkah terjadi kesalahan dalam pemilihan bahan/material, sehingga tegangan yang terjadi melebihi tegangan yang diijinkan pada bahan? Apakah terjadi cacat pada komponen jembatan yang tidak terdeteksi ketika proses manufaktur?

Apakah terjadi proses asembli yang tidak sempurna ketika jembatan dibangun? Apakah pengaruh lingkungan air sungai juga menurunkan kekuatan bahan jembatan? Dan banyak lagi pertanyaan yang harus dimunculkan sebelum dapat menjawab kenapa jembatan itu roboh. Satu-satunya jalan untuk mencari jawab adalah dengan mengumpulkan bukti-bukti patahan dari komponen jembatan, dan memeriksanya di laboratorium metalurgi untuk dilakukan investigasi forensik.

Sebelum hasil dari uji laboratorium keluar, tentu tidak ada pihak yang bisa menyimpulkan kenapa jembatan tersebut bisa roboh. Semua pihak harus bersabar menunggu. Namun demikian, kesimpulan lugas dan konkrit harus dapat dikeluarkan untuk menjawab kenapa jembatan tersebut roboh.

Puluhan mungkin ratusan jembatan diseluruh tanah air saat ini sedang digunakan ratusan juta rakyat Indonesia. Tentu kita tidak mau kejadian serupa terjadi di jembatan lain yang dibangun dengan uang rakyat, tapi justru mecelakakan rakyat sendiri.

*Penulis adalah Senior Lecturer di salah satu University College di Malaysia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s