Uang Ratusan Nasabah BRI Hilang Misterius, Jumlahnya Mencapai Miliaran Rupiah

Uang nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) hilang misterius. Jumlahnya pun tidak tanggung-tanggung, mencapai sekitar Rp 1,5 miliar.

Hilangnya uang nasabah itu terjadi di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Ada sekitar 327 nasabah melaporkan kehilangan uangnya.

“Sampai saat ini, ada sekitar 327 nasabah yang komplain ke kami, pengaduan ke kami. Kerugian sampai saat ini sekitar Rp 1,5 milliar,” kata Wibisana, bagian Hukum Kantor Wilayah BRI Denpasar saat ditemui di Polres Mataram.
Lanjutkan membaca “Uang Ratusan Nasabah BRI Hilang Misterius, Jumlahnya Mencapai Miliaran Rupiah”

Peserta Aksi Super Damai 212 Lebih 2 Juta Orang

Unjukrasa umat Islam di Jakarta (okezone)

JAKARTA – Aksi Super Damai 212 oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) di Lapangan Monas diperkirakan mengundang massa lebih banyak dibandingkan Demo 411.

Bendahara GNPF-MUI Muhammad Lutfie Hakim mengatakan hingga saat ini laporan yang masuk menyebutkan bahwa jumlah peserta aksi lebih dari 2 juta orang dari berbagai daerah di Indonesia.

“Jumlah peserta sampai saat ini laporan yang sudah masuk mencapai diatas 2 juta umat yang ikut aksi dan itu dari berbagai daerah di Indonesia,” kata Lutfie Hakim saat jumpa pers di AQL Islamic Centre, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (1/12).

Meskipun menurut Lutfie, angka tersebut belum maksimal lantaran masih ada jamaah yang terhambat dalam pemberangkatannya ke Jakarta.

“Kami sampaikan juga bahwa ada beberapa daerah yang kehadiran peserta tak semulus yang diharapkan berhubungan dengan transportasi, lalu jalan yang tidak cukup bagus, seperti Padang. Banyak bus belum mendekat ke Jakarta,” paparnya.

Sekaligus Lutfie menyampaikan persiapan aksi Bela Islam Jilid III itu sudah mencapai 90 persen. “Kesiapan di lapangan alhamdulillah sudah tahap kesiapan lebih dari 90 persen, seperti penataan saf salat, panggung, sound, tempat wudu,” tutupnya.(aci)

Pendemo 211 Menrima Uang Rp.500.000,- ?

Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi tersangka dalam kasus penistaan Alquran, setelah statusnya diumumkan oleh Bareskrim Polri. Ahok dituduh telah menistakan Alquran dan kasusnya akan berlanjut ke pengadilan. (Baca: Syeikh Amr Wardani Sudah di Indonesia Diminta Kembali ke Mesir)

Tuduhan penistaan agama membuat Ahok terancam hukuman lima tahun penjara. Gara-gara status tersangka, penyidik Bareskrim Polri mengirimkan surat pelarangan bagi Ahok untuk bepergian ke luar negeri. (Baca: Jakarta Governor Ahok suspect in blasphemy case, Indonesian police say)

Ahok yang akan menghadapi Pilgub DKI pada 15 Februari 2017, menuding lawan-lawannya memiliki motif politik. Ahok akan tampil di persidangan lantaran ingin membersihkan tuduhan kepadanya dan ia berandai-andai siapa tahu nanti bisa menjadi presiden Kristen pertama di negeri mayoritas Muslim bernama Indonesia.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan ABC 7.30, Ahok menuduh pengkritiknya korupsi dan mengatakan, protes massa Muslim garis keras pada 4 November 2016 itu bermuatan politik. Dia juga menuduh massa menerima uang Rp 500 ribu untuk ikut demo. “Saya harus pergi ke pengadilan untuk membuktikan ini adalah politik dan bukan (persoalan) hukum,” katanya kepada ABC 7.30.

Namun, Ahok tidak menjelaskan, siapa yang mendanai aksi demonstrasi terbesar yang berujung pada kericuhan tersebut. “Saya tidak tahu, kita tidak tahu, tapi saya percaya Presiden (Jokowi) tahu dari intelijen, saya percaya mereka tahu,” katanya.Ahok melanjutkan, “Hal ini tidak mudah (mengungkap pendana demo), Anda mengirim lebih dari 100 ribu orang, sebagian besar dari mereka (pendemo), jika Anda melihat berita itu, mereka mengatakan mereka mendapat uang Rp 500 ribu.”

IPW: Polri Seharusnya Sudah Bisa Menahan Ahok

NUSANEWS – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta Sanusi Pane mengatakan Polri seharusnya sudah menahan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, tersangka dugaan penistaan agama. Pasalnya, kata Neta, Ahok telah melanggar ketentuan hukum karena penangguhan penahanannya itu. Jika tidak segera menahan Ahok berarti Polri telah menerapkan standar ganda dalam penegakan hukum.

“Ada pihak yang belum jelas kesalahannya, polisi langsung main tahan, sementara Ahok tidak ditahan padahal sesuai undang undang harusnya segera ditahan,” kata Neta secara tertulis, Selasa, 29 November 2016.

Neta juga menyayangkan sikap Polri yang mengistimewakan Ahok. Menurut Neta, di dalam undang-undang tertulis seorang tersangka bisa tidak ditahan dengan tiga alasan, tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, dan tidak mengulangi perbuatannya. Neta menilai Ahok telah mengulangi kesalahan yang sama dengan menuding bahwa para pendemo 4 November (411) mendapat bayaran dari pihak tertentu.

Saat diwawancarai oleh wartawan asing, yaitu Australian Broadcasting Corporation News (ABC News), Ahok diduga menyebut demonstran 4 November dibayar Rp 500 ribu. Atas keteleodorannya, Ahok kembali dilaporkan ke polisi. Menurut Neta, Polri menjadi kerepotan akibat ulah Ahok itu.

Atas dasar itu, Neta menyebutkan Polri seharusnya sudah bisa segera menahan Ahok. Apa yang dilakukan Ahok itu dinilai sudah masuk dalam tindakan yang mempersulit penyidik. Neta meminta Polri agar bersikap tegas pada Ahok. Jika tidak, Polri akan kerepotan menghadapi ulah Ahok lagi.

“Akibat ‘mulut’ Ahok, Polri bisa benturan dengan rakyat, yang akan terus melakukan demo menuntut agar Ahok segera ditahan,” ujar Neta.

IPW mengingatkan agar Polri tidak memasang badan untuk Ahok. Menurut dia, hanya karena persoalan Ahok aparatur Polri bisa berbenturan terus dengan rakyat. Kemudian, kasus Ahok ini juga bisa menyulut elit politik bertikai dan muncul kegaduhan.

“Solusi satu satunya adalah Polri harus segera menahan Ahok saat memeriksa kasus tudingan demo 411 menerima bayaran. Jika Ahok tidak segera ditahan gelombang protes akan terus bermunculan,” kata Neta. (tp) | [NUSANEWS]

Tak Perlu Demo Tandingan

Fachruddin Demo Bhineka Tunggal Ika yang menurut info semuala akan diikuti seratus ribu orang bersama sejumlah tokoh panutan, walaupun para tokoh tokoh tersebut berebut menolak, tetapi ada juga yang mereka tidak disebut sebut sebagai tokoh panutan yang akan menghadiri, tetapi kenyataannya hadir, yaitu Pakar Hukum Tata Negara Refli Harun dan aktivis Fajrul Rahman, yang keduanya mulai tertarik ke dunia usaha, keduanya mulai menekuni profesi baru sebagai Komisaris perusahaan besar milik negara BUMN.  Info awal mengatakan parade ini diniatkan untuk menandingi demo 411 yang terdiri dari para ulama beserta santri dan jama’ahnya yang berjumlah sekitar dua juta orang itu.

Selain itu juga dimaksudkan bahwa demo parade ini sebagai contoh pelajaran bagaimana berunjukrasa yang baik, tidak berakhir anargis, sayang rencana yang demikian bagus ini terbilang brantakan, mungkin momennya kurang tepat, atau issuenya kurang gereget, walaupun sebenarnya acara itu telah disetting oleh beberapa orang yang cukup pakar dalam bidang ini. Namun demikian pantas kita acungi jempol, mereka sangat tertib, dan pulang secara tertib pula. Tak ada persoalan,  Ya sudahlah unjukrasa telah dilaksanakan dengan baik baik, kalaupun ada kerusakan, itu tak lebih dari sampah dan kerusakan taman belaka, yang bila dihitung kerugian  biayanya sangat tak sebebarapa , apalagi  dibanding dengan nilai mutu philosofi setting demo pelajaran itu.

Sebagai masyarakat yang baik kita tak boleh membandingkan demo ini dengan unjukrasa 411, demo 411 adalah protes akan keterlambatan pihak  Pemerrintah dalam hal ini Kepolisian menangani kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI yang sekarang sedang cuti dalam rangka Pilkada. Demo tersebut melahirkan kesempatan bahwa kasus ini akan ditangani secara cepat dan terbuka.

Memang masih menyisakan sedikit masalah, dan Kepolisian masih membutuhkan waktu untuk mewujudkan janjinya untuk menangani kasus penistaan agama ini dengahncara yang seadil adilnya, namun dilain pihak ada pihak yang masih seolah meragukan kesungguhan Kepolisian dalam menangani kasus ini secara adil, karena memang Ahok sebagai pihak terlapor diperlakukan berbeda dengan penista agama sebelumnya yang ditindak secara tegas, sementara ketegasan itu belum nampak jelas. Ini butuh waktu, jika pihak Kepolisian tidak segera menangkap terlapor sepertikasus kasus sebelumnhya.

Kita berharap pihak Kepolisian akan berhasil meyakinkan ummat akan keseriusannya dengan kerja dan langkah langkah nyata, karena masalah ini tidak cukup diselesaikan secara retorika saja. Barangkali ini sebabnya diselenggarakan unjukrasa Bhineka Tunggal Ika yang semula diniatkan untuk pelajaran bagi semua pihak. Semoga bermanfaat.

Jangan Mau diadu Domba

Fachruddin Aduh … pusing rasa kepala ini disuguhi dengan berbagai informasi yang sangat mengerikan, apalagi cerita yang satu ini yang menngatakan kedatangan tentara China untuk mengantisipasi unjukrasa damai manakala mengancam keselamatan Ahok. Sudah demiian lemahkah TNI kita sehingga harus mendatangkan Tentara reguler China. Karena berdasarkan sejarah biasanya penjajah itu adalah swasta. Jika dikatakan bahwa kita telah dijajah oleh swasta China, itu adalah benar adanya. Jika dikatakan ada 9 Taipan memodali Jokowi kampanye Pilpres itu bisa jadi, karena sudah rahasia umum, orang orang kaya dunia berusaha menawarkan dana bagi calon salon Presiden yang tak memiliki modal yang cukup, semacam Jokowi. Tetapi bila ada tentara China didatangkan ke Indonesia, maka itu adalah hal yang sangat mengecewakan.

Informasi yang lain mengatakan bahwa Pilkada DKI kini sudah menjadi agenda bahasan Komunis China

Islam Mendatang Harus Memiliki Fisik Yang Kuat

Fachruddin Setelah menyimak ceramah Panglima TNI ditambah lagi dengan informasi dari berbagai pihak yang tersebar di media massa dan juga media sosial, maka kesimpulannya bahwa Iandonesia itu kini dalam ancaman asing  dan yang paling jelas adalah ancaman dari komunis Cina yang karena politik terbuka Pemerintah RI yang sedang berkuasa, Cina Komunis mendapatkan kemudahan masuk ke Islam dan mereka muali menyisir menguasai Indonesia mulai dari perkebunan, karena energi yang akan datang didominasi energi tumbuh tumbuhan.

Informasi yang berkembang di sana sini secara liar mengatakan bahwa banyak orang Cina yang sudah masuk secara illegal ke Indonesia, tetapi informasi dari Pemerintah memang masih nol, tetapi informasi dari non Pemerintah sudah mulai mencemaskan. Semoga saja informasi nya salah dan Pemerintah yang benar.

Namun siapa tahu informasi yang sekarang kita katakan liar itu justeru benar,  maka berarti kita akan bersentuhan langsung dengan pendatang illegal ini secara kurang bersahabat. Bukan tidak mungkin setelah pendatang Cina dan bahkan pengusaha Taipan yang kini sudah berhasil benar benar menguasai Indonesia, lalu berfikir bagaimanacaranya dari segi jumlah mereka juga tidak kalah, sehingga mereka tak lagi menyandang kelompok minoritas,

<!–more–>

Apalagi penduduk Cina itu sekarang sudah kelebihan, dan Pemerintah Cina juga pusing akan ditempatkan di mana mereka itu karena jumlahnya bertambah terus. Makaberdasarkan analisis dan juiga sinyalemen para narasumber, maka ternyata pilihannya adalah mereka akan dipindahkan atau diselundupkan  ke Indonesia. Apalagi pimpinan Partai Komuni Cina sebagai satu satunya Partai di Cina memang sudah akrab dengan Presiden dan sejumlah Partai Pendukung Jokowi konon kadr kader partai tersebut telah dikirim untuk dilatih di sana.

Dahulu sewaktu pecah pembrontakan G 30 S PKI tahun 1965, Partai Komunis Cina adalah pihak yang bermain diseputar itu. Bila Presiden dan Partai pendukung memang sudah menjalin kemesraan kembali dengan Partai Komunis Cina bukan tidan mungkin  Pemberontakan akan teruloang kembali, untuk merebut kekuasaan di Indonesias. Kalau pemerintah gagal melakukan permintaan maaf kepada PKI itu barangkali hanya sementara, kekuatan mereka masih harus ditata dan ditambah serta ditingkatkan kwalitasnya. Artinya hanya menunggu waktu saja kekuasaan akan diambnil alih.

Bagaimana cara mereka melaklukan pengambil alihan kekuasaan, tentu bukan dengan cara  lama, mereka juga memilih jalan konstitusional. Berdasarkan aturan yang berlaku. Sepetrti informasi yang beredar bahwa untuk menggolkan suatu regulasi dibutuhkan dana yang besar, maka da pihak pihak yang memiliki kesanggupan membayar dana yang dibutuhkan dalam pengesahan regulasi tersebutlah yang sebenarnya bermain.Maka bisa saja regulasi regulasi itu justeru akan merugikan ummat Islam, karena pemilik dana itu umunya bukan muslim..

Jadi nanti jangan heran bila tiba tiba ada Pesantren dan madrasah yang ditutup lantaran karena tifdak lagi mampu membayar pajak, sementara Kiyai yang mengelola serta Stafnya tidak memahami cara menghitung besaran anggaran pajak yang harusa dibayarkan.Sementara partai partai Islam yang seyogyanya melindungi justru sekarat tak berdaya.  Menutup Pesantren dan madrasah adalah satu satunya pilihan untuk tidak menambah fitnah. Dengan demikian tidak setetes darahpun akan tertumpah pada saat kekuasaan itu berpindah. Artinya perpindahan itu konstitusional

Cara cara PKI dahulu adalah dengan mengadu domba. Nanti yang akan lebih parah adalah mengadu domba antara ummat Islam dengan Kepolisian dan Ummat Islam dengan TNI. seperti gejala yang muncul pada saat ini, pimpinan organisasi muali perang pernyaan Pada saat  ummat Islam menuntut Ahok sebagai penista,agama dan ulama, ternyata tak kurang kurang muncul pula pihak yang membela SAhokSehingga mereka tak lagi perlu sibuk sibuk menangkapi dan membunuh para ulama seperti yang dilakukan PKI pada tahun 1065 dan sebelumnya. Targetnya adalah ummat Islam harus merasa takut dan tak memiliki kesanggupan untuk mempertahankan hak civicsnya.

Namun seandainya informasi yang pada saat ini masih dapat kita sebut liar, karena Pewmerintah tidak pernah memberitakannya, walaupun kenyataannya ada dan sering diberitakan di media sosial, lengkap dengan foto dan videonya, maka sah saja bila kita mempersiapkan segala sesuatunya , terkait dengan program politik komunis yang sangat busuk ini setidaknya mempersiapkan agar generasi yang akan datang benar benar memiliki kesehatan yang jauh lebih prima dario  generasi sekarang.

jika dalam tulisan ini saya menyebutkan fisik yang kuat, sebenarnya selain fisik secara  umum, maka juga dimaksudkan agar secara fisik lambang lambang keislaman di Indonesia memang harus menggambarkan kekuatan. Pada youtube yang menceritakan dalam suatu peristiwa kunjungan MUI ke DPR, pada kesempatan itu Ruhut Sitompul memaki maki MUI dengan kasar dan tidak etis, dan sangat tidak memiliki etika selayaknya sebagai anggota Dewan terhormat.

Seusai acara Ust Bachtiar Nasir menghampirinya, lantas saja Ruhut Sitompul berteriak teriak garang, sehingga terpaksa Utadz satu ini memegang tangan Ruhut untuk mengajaknya bicara secara sopan, tetapi apa hendak dikata ketika tangan Ruhut dipegang terasa oleh Ustadz tgangan itu lemah tak berdaya, tidak selayaknya sebagai tangan laki laki, lalu dia lepaskan lagi khawatir tangan itu terkilir, dan dalam ukuran tenaga laki laki biasa, maka bagi Ustadz Bahtiar Nasir, untuk mematahkan kedua tangan itu bagi tenaga laki laki standar adalah sangat mudahnya. Benar saja begitu kedua tangan itu dilepas Ruhut langsung lari menghindar.

Ini gambarannya seorang Ruhut yang nampak garang itu, kegarangannya menjadi sesuatu yang tak berharga ketika disentuh sangat tak bertenaga. Dan lari adalah modal yang dimiliki Ruhut. Kita tidak mengharapkan generasi muda Islam yang akan datang seperti Ruhut yang secara ketenagaan tak menggambar ke laki-lakian.

Gemerasi muda Islam yang datang diharapkan selain memiliki wawasan yang luas, ekonomi yang mapan, ibadah yang tekun, berpegang kepada Al-Quran dan hadits serta memiliki rasa kasih sayang sesama dan tegas kepada orang kafir, muslim generasi mendatang juga harus memiliki fisik yang sehat dan kuat.

Adalah menjadi pelajaran  yang berharga bagi kita semua,  bahwa beberapa ulama kita pada waktu unjukrasa 4 November 2016 (411) banyak yang beberapa kali kena tembakan gas air mata yang berkualitas tinggi, selain dengan kekuatan doa mereka meminta kekuatan dan lindungan dariu Allah agar mereka memiliki kekuatan yang prima, sebab manakala mereka  tumbang maka selain akan membangkitkan kemarahan para santri dan jama’ah mereka, maka khususnya bagi mereka yang memegang mik dan menyampaikan komando, maka ulama yang bersangkutan manakala tumabng oleh tembakan gas air mata daripolisi itu trentu saja mik yang ditangannya akan dipegang oleh orang lain. Yang kita semua tahu pasti dia akan mengumumkan bahwa pimpinan mereka tertembak, dan tidak kecil kemungkinan teriakan jihad dan maju akan diteriakkan seseorang melalui mikrofon itu.

Andai saja akan menjadi kenyataan apa yang yang diceramahkan oleh Panglima TNI  bahwa Indonesia bakal menjadi sasaran serbuan berbagai negara termasuk yang sudah nampak sekali adalah China yang sudah mengklaim bagian wilayah Indonesaia maka kles fisik dengan tentasra asing bukan hal yang tidak mungkin. Maka sesuai dengan permintaan Panglima TNI kita harus memiliki rasa persatuan dan kesatuan tinggi, maka kita harus menambahkan selain persatuan dan kesatuan kita jga harus memiliki fisik yang prfima.

Orang orang Cina yang patut kita kirakan sebagai tentara Cina, itu juga menyiratkan bahwa pada suatu saat kita akan bersentuhan dengan tentara Cina yang menyaru sebagai tenaga kerja illegal itu.  Tetapi selain yang diperkirakan tentara juga ada 10 juta orang yang kita tidak tahu dari mana asal angka itu yang dikatakan bahwa ada 10 juta orang yang didatangkan dari Cina dan mereka terdirio dari manusia sampah, ada pelacur ada preman dan yang memang  mantan Napi.

Itulah resiko terbesar ketika Pemerintah kita dengan gagah memberikan bebas visa  kepada beberapa negara termasuk Cina. Memang orang orang Cina bebas keluar masuk Indonesia tampa Visa.