SEJARAH ISLAM DI BURMA

SEJARAH ISLAMDI BURMAAH KEDATANGAN ISLAM DI MYANMAR(BURMA)

Generasi Muslim Pertama di Burma

Generasi awal Muslim yang datang ke delta Sungai Ayeyarwady Burma, yang terletak di pantai Tanintharyi dan di Rakhine bermula pada abad ke 9, sebelum pendirian imperium pertama Burma pada tahun 1055 AD oleh Raja Anawrahta dari Bagan. Keberadaan orang-orang Islam dan da’wah Islam pertama ini didokumentasikan oleh para petualang Arab, Persia, Eropa, dan Cina abad ke 9. Orang-orang Islam Burma merupakan keturunan dari orang-orang Islam yang menetap dan kemudian menikahi orang-orang dari etnis Burma setempat. Orang-orang Islam yang tiba di Burma umumnya sebagai pedagang yang kemudian menetap, anggota militer, tawanan perang, pengungsi, dan korban perbudakan. Bagaimanapun juga , ada diantara mereka yang mendapat posisi terhormat sebagai penasehat raja, pegawai kerajaan, penguasa pelabuhan, kepala daerah, dan ahli pengobatan tradisional.

Muslim Persia tiba di utara Burma yang berbatasan dengan wilayah Cina Yunnan sebagaimana tercatat pada Chronicles of China pada tahun 860 AD. Orang-orang Islam Burma kadang-kadang di sebut Pathi, sebuah nama yang dipercayai berasal dari Persia. Banyak perkampungan di utara Burma dekat dengan Thailand tercatat sebagai penduduk Muslim, dengan jumlah orang-orang Islam yang sering melebihi penduduk lokal Burma. Dalam sebuah catatan, Pathein dikatakan mendiami Pathis, dan pernah dipimpin oleh Raja India Muslim pada abad ke 13. Para pedagang Arab juga tiba di Martaban, Margue, dan ada pula perkampungan Arab di kepulauan Meik.

Lanjutkan membaca “SEJARAH ISLAM DI BURMA”

Uang Ratusan Nasabah BRI Hilang Misterius, Jumlahnya Mencapai Miliaran Rupiah

Uang nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) hilang misterius. Jumlahnya pun tidak tanggung-tanggung, mencapai sekitar Rp 1,5 miliar.

Hilangnya uang nasabah itu terjadi di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Ada sekitar 327 nasabah melaporkan kehilangan uangnya.

“Sampai saat ini, ada sekitar 327 nasabah yang komplain ke kami, pengaduan ke kami. Kerugian sampai saat ini sekitar Rp 1,5 milliar,” kata Wibisana, bagian Hukum Kantor Wilayah BRI Denpasar saat ditemui di Polres Mataram.
Lanjutkan membaca “Uang Ratusan Nasabah BRI Hilang Misterius, Jumlahnya Mencapai Miliaran Rupiah”

Peserta Aksi Super Damai 212 Lebih 2 Juta Orang

Unjukrasa umat Islam di Jakarta (okezone)

JAKARTA – Aksi Super Damai 212 oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) di Lapangan Monas diperkirakan mengundang massa lebih banyak dibandingkan Demo 411.

Bendahara GNPF-MUI Muhammad Lutfie Hakim mengatakan hingga saat ini laporan yang masuk menyebutkan bahwa jumlah peserta aksi lebih dari 2 juta orang dari berbagai daerah di Indonesia.

“Jumlah peserta sampai saat ini laporan yang sudah masuk mencapai diatas 2 juta umat yang ikut aksi dan itu dari berbagai daerah di Indonesia,” kata Lutfie Hakim saat jumpa pers di AQL Islamic Centre, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (1/12).

Meskipun menurut Lutfie, angka tersebut belum maksimal lantaran masih ada jamaah yang terhambat dalam pemberangkatannya ke Jakarta.

“Kami sampaikan juga bahwa ada beberapa daerah yang kehadiran peserta tak semulus yang diharapkan berhubungan dengan transportasi, lalu jalan yang tidak cukup bagus, seperti Padang. Banyak bus belum mendekat ke Jakarta,” paparnya.

Sekaligus Lutfie menyampaikan persiapan aksi Bela Islam Jilid III itu sudah mencapai 90 persen. “Kesiapan di lapangan alhamdulillah sudah tahap kesiapan lebih dari 90 persen, seperti penataan saf salat, panggung, sound, tempat wudu,” tutupnya.(aci)

Pendemo 211 Menrima Uang Rp.500.000,- ?

Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi tersangka dalam kasus penistaan Alquran, setelah statusnya diumumkan oleh Bareskrim Polri. Ahok dituduh telah menistakan Alquran dan kasusnya akan berlanjut ke pengadilan. (Baca: Syeikh Amr Wardani Sudah di Indonesia Diminta Kembali ke Mesir)

Tuduhan penistaan agama membuat Ahok terancam hukuman lima tahun penjara. Gara-gara status tersangka, penyidik Bareskrim Polri mengirimkan surat pelarangan bagi Ahok untuk bepergian ke luar negeri. (Baca: Jakarta Governor Ahok suspect in blasphemy case, Indonesian police say)

Ahok yang akan menghadapi Pilgub DKI pada 15 Februari 2017, menuding lawan-lawannya memiliki motif politik. Ahok akan tampil di persidangan lantaran ingin membersihkan tuduhan kepadanya dan ia berandai-andai siapa tahu nanti bisa menjadi presiden Kristen pertama di negeri mayoritas Muslim bernama Indonesia.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan ABC 7.30, Ahok menuduh pengkritiknya korupsi dan mengatakan, protes massa Muslim garis keras pada 4 November 2016 itu bermuatan politik. Dia juga menuduh massa menerima uang Rp 500 ribu untuk ikut demo. “Saya harus pergi ke pengadilan untuk membuktikan ini adalah politik dan bukan (persoalan) hukum,” katanya kepada ABC 7.30.

Namun, Ahok tidak menjelaskan, siapa yang mendanai aksi demonstrasi terbesar yang berujung pada kericuhan tersebut. “Saya tidak tahu, kita tidak tahu, tapi saya percaya Presiden (Jokowi) tahu dari intelijen, saya percaya mereka tahu,” katanya.Ahok melanjutkan, “Hal ini tidak mudah (mengungkap pendana demo), Anda mengirim lebih dari 100 ribu orang, sebagian besar dari mereka (pendemo), jika Anda melihat berita itu, mereka mengatakan mereka mendapat uang Rp 500 ribu.”

IPW: Polri Seharusnya Sudah Bisa Menahan Ahok

NUSANEWS – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta Sanusi Pane mengatakan Polri seharusnya sudah menahan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, tersangka dugaan penistaan agama. Pasalnya, kata Neta, Ahok telah melanggar ketentuan hukum karena penangguhan penahanannya itu. Jika tidak segera menahan Ahok berarti Polri telah menerapkan standar ganda dalam penegakan hukum.

“Ada pihak yang belum jelas kesalahannya, polisi langsung main tahan, sementara Ahok tidak ditahan padahal sesuai undang undang harusnya segera ditahan,” kata Neta secara tertulis, Selasa, 29 November 2016.

Neta juga menyayangkan sikap Polri yang mengistimewakan Ahok. Menurut Neta, di dalam undang-undang tertulis seorang tersangka bisa tidak ditahan dengan tiga alasan, tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, dan tidak mengulangi perbuatannya. Neta menilai Ahok telah mengulangi kesalahan yang sama dengan menuding bahwa para pendemo 4 November (411) mendapat bayaran dari pihak tertentu.

Saat diwawancarai oleh wartawan asing, yaitu Australian Broadcasting Corporation News (ABC News), Ahok diduga menyebut demonstran 4 November dibayar Rp 500 ribu. Atas keteleodorannya, Ahok kembali dilaporkan ke polisi. Menurut Neta, Polri menjadi kerepotan akibat ulah Ahok itu.

Atas dasar itu, Neta menyebutkan Polri seharusnya sudah bisa segera menahan Ahok. Apa yang dilakukan Ahok itu dinilai sudah masuk dalam tindakan yang mempersulit penyidik. Neta meminta Polri agar bersikap tegas pada Ahok. Jika tidak, Polri akan kerepotan menghadapi ulah Ahok lagi.

“Akibat ‘mulut’ Ahok, Polri bisa benturan dengan rakyat, yang akan terus melakukan demo menuntut agar Ahok segera ditahan,” ujar Neta.

IPW mengingatkan agar Polri tidak memasang badan untuk Ahok. Menurut dia, hanya karena persoalan Ahok aparatur Polri bisa berbenturan terus dengan rakyat. Kemudian, kasus Ahok ini juga bisa menyulut elit politik bertikai dan muncul kegaduhan.

“Solusi satu satunya adalah Polri harus segera menahan Ahok saat memeriksa kasus tudingan demo 411 menerima bayaran. Jika Ahok tidak segera ditahan gelombang protes akan terus bermunculan,” kata Neta. (tp) | [NUSANEWS]

Tak Perlu Demo Tandingan

Fachruddin Demo Bhineka Tunggal Ika yang menurut info semuala akan diikuti seratus ribu orang bersama sejumlah tokoh panutan, walaupun para tokoh tokoh tersebut berebut menolak, tetapi ada juga yang mereka tidak disebut sebut sebagai tokoh panutan yang akan menghadiri, tetapi kenyataannya hadir, yaitu Pakar Hukum Tata Negara Refli Harun dan aktivis Fajrul Rahman, yang keduanya mulai tertarik ke dunia usaha, keduanya mulai menekuni profesi baru sebagai Komisaris perusahaan besar milik negara BUMN.  Info awal mengatakan parade ini diniatkan untuk menandingi demo 411 yang terdiri dari para ulama beserta santri dan jama’ahnya yang berjumlah sekitar dua juta orang itu.

Selain itu juga dimaksudkan bahwa demo parade ini sebagai contoh pelajaran bagaimana berunjukrasa yang baik, tidak berakhir anargis, sayang rencana yang demikian bagus ini terbilang brantakan, mungkin momennya kurang tepat, atau issuenya kurang gereget, walaupun sebenarnya acara itu telah disetting oleh beberapa orang yang cukup pakar dalam bidang ini. Namun demikian pantas kita acungi jempol, mereka sangat tertib, dan pulang secara tertib pula. Tak ada persoalan,  Ya sudahlah unjukrasa telah dilaksanakan dengan baik baik, kalaupun ada kerusakan, itu tak lebih dari sampah dan kerusakan taman belaka, yang bila dihitung kerugian  biayanya sangat tak sebebarapa , apalagi  dibanding dengan nilai mutu philosofi setting demo pelajaran itu.

Sebagai masyarakat yang baik kita tak boleh membandingkan demo ini dengan unjukrasa 411, demo 411 adalah protes akan keterlambatan pihak  Pemerrintah dalam hal ini Kepolisian menangani kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI yang sekarang sedang cuti dalam rangka Pilkada. Demo tersebut melahirkan kesempatan bahwa kasus ini akan ditangani secara cepat dan terbuka.

Memang masih menyisakan sedikit masalah, dan Kepolisian masih membutuhkan waktu untuk mewujudkan janjinya untuk menangani kasus penistaan agama ini dengahncara yang seadil adilnya, namun dilain pihak ada pihak yang masih seolah meragukan kesungguhan Kepolisian dalam menangani kasus ini secara adil, karena memang Ahok sebagai pihak terlapor diperlakukan berbeda dengan penista agama sebelumnya yang ditindak secara tegas, sementara ketegasan itu belum nampak jelas. Ini butuh waktu, jika pihak Kepolisian tidak segera menangkap terlapor sepertikasus kasus sebelumnhya.

Kita berharap pihak Kepolisian akan berhasil meyakinkan ummat akan keseriusannya dengan kerja dan langkah langkah nyata, karena masalah ini tidak cukup diselesaikan secara retorika saja. Barangkali ini sebabnya diselenggarakan unjukrasa Bhineka Tunggal Ika yang semula diniatkan untuk pelajaran bagi semua pihak. Semoga bermanfaat.

Jangan Mau diadu Domba

Fachruddin Aduh … pusing rasa kepala ini disuguhi dengan berbagai informasi yang sangat mengerikan, apalagi cerita yang satu ini yang menngatakan kedatangan tentara China untuk mengantisipasi unjukrasa damai manakala mengancam keselamatan Ahok. Sudah demiian lemahkah TNI kita sehingga harus mendatangkan Tentara reguler China. Karena berdasarkan sejarah biasanya penjajah itu adalah swasta. Jika dikatakan bahwa kita telah dijajah oleh swasta China, itu adalah benar adanya. Jika dikatakan ada 9 Taipan memodali Jokowi kampanye Pilpres itu bisa jadi, karena sudah rahasia umum, orang orang kaya dunia berusaha menawarkan dana bagi calon salon Presiden yang tak memiliki modal yang cukup, semacam Jokowi. Tetapi bila ada tentara China didatangkan ke Indonesia, maka itu adalah hal yang sangat mengecewakan.

Informasi yang lain mengatakan bahwa Pilkada DKI kini sudah menjadi agenda bahasan Komunis China