Faktan di balik penolakan keatangan Wasekjen MUI oleh warga Dayak.

Merdeka.com – Aksi penolakan puluhan warga terhadap kedatangan Wakil Sekjen MUI Teuku Zulkarnain di Bandara Susilo, Sintang, Kalimantan Barat disebut karena kesalahan informasi. Wakil Bupati Sintang Askiman menuturkan bahwa warga mengira yang datang tokoh ormas Front Pembela Islam (FPI).

“Ini terjadi akibat adanya kesalahpahaman informasi yang didapat oleh kelompok tertentu, sehingga menimbulkan pemikiran yang kurang mengenakkan,” kata Askiman kemarin.

Askiman meluruskan kejadian yang terjadi Kamis (12/1). Menurutnya, sekitar pukul 09.00 WIB dijadwalkan pelantikan Ketua DAD Kabupaten Sintang. Semua panitia dan pengurus menunggu kedatangan Gubernur Kalbar Cornelis, sebagai Ketua Majelis Adat Dayak Nasional. Sejumah panitia melakukan penjemputan ke Bandara Susilo.
Lanjutkan membaca “Faktan di balik penolakan keatangan Wasekjen MUI oleh warga Dayak.”

Mengenang Buya Hamka

Fachruddin Di sekitar tahun akhir 1960-an seingat saya ceramah subuh di radio yang selalu dinanti nanti adalah ceramah Dr. Buya Hamka. Bila kita coba keluar rumah pada jam jam itu maka terdengarlah gaung suara Buya Hamka memberikan ceramahnya. Nanti di sore harinya sambil menunggu waktu sholat magrib saya dengan orang orang tua dan dewasa pada saat itu saling tanya dan saling cerita tentang ceramah Buya Hamka tadi pagi, lalu siapa diantara mereka yang memiliki pengetahuan dan pengalaman keagamaan agak lebih dari yang lain, nampak lebih banyak mengulas tentang ceramah Buya, walaupun isinya lebih kemampuan yang bersangkutan mengulang kembali cuplikan isi ceramah itu  karena dia memiliki kesetiaan inmgatan yang lebih dibanding yang lain.

Kenangan indah itu terusik kembali pada saat saya mendengan lagu Mars Jihad maka

ingatan sayapun kembali kepada acara Buya Hamka di Radio, karena lagu itu  seingat saya dipuitar terlebih dahulu sebelum ceramah berkumandang. Lagu itu judulnya  Panggilan Jihad  yang dikarang oleh Buya Hamka.

Buya Hamka adalah seorang ualama yang dipenjarakan oleh Presiden Sukarno karena tidak bersedia  membaca khutbah dengan Thema Nasakom. Pada saat itu Sukarno sebagai Presiden sedang mengkampanyakan Teori Nasakom sebagai ideologi pegangan Indonesia

Lanjutkan membaca “Mengenang Buya Hamka”

“Poh An Tui” Siapa Dia

Fachruddin Terus terang saya sendiri tidak mengenal ” Poh An Tui ” itu siapa ? Tetapi nama ini menjadi begitu populer setelah Menteri Dalam Negeri meresmikan Monumen Poh Antui di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Poh An Tui adalah Lasykar China di Indonesia yang dibentuk Kolonial belanda untuk ditugaskan memungut setoran upeti dari masyarakat. Sepak terjang Poh An Tui dikenal sangat luar biasa, terkenal kejam,  tak terhitung banyaknya rakyat yang telah dibunuh oleh Poh An Tui  dan tak berlang juga banyaknya perempuan yang telah mereka perkosa. Poh An Tui adalah kelompok buatan Belanda yang sangat menakutkan rakyat, karena tak pernah main main dalam menyiksa.

Jika keterangan Habib Rizieq ini benar maka membangun monumen Poh An Tui itu adalah bermain api. Mengapa Mendagri mau maunya meresmikan monumen itu disaat saat masyarakat kurang harmonis akibat prilaku beberapa orang keturunan Cina Indonesia yang ingin mendapatkan kesempatan memimpin di Indonesia, dan banyak masyarakat yang tak ikhlas, karena dahulu China tak membantu perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Bahkan China justeru menghianati bangsa ini dengan cara kerjasama dengan penjajah Belanda, dan mereka menyengsarakan bangsa demi berbagai keuntungan.

Berhati Hatilah Menulis Thesis atau Disertasi Terkait Politik dan Ideologi Serta Sejarah.

Fachruddin Berhati hatilah menulis thesis dan atau Disertasi menyangkut masalah politik, ideologi, serta sejarah. Sekalipun  Thesis atau Disertasi  anda mendapatkan nilai yang sangat baik di mata para Profesot, belum tentu akan baik juga bagi penganut paham dan keyakinan sejarah tertentu  karena itu berarti bukan jaminan keselamatan anda dari kriminalisasi dan bahkan mungkin bisa dianggap makar dan atau lain sebagainya, sehingga anda harus berurusan dengan yang berwajib, seperti apa yang dialami oleh Habieb Rizieq Syihab terkait Thesisnya  S II nya karena sekarang dia harus berhadapan dengan yang berwajib.

Atau jika ingin cari aman maka setelah selasai Wisuda maka tutup rapat rapat Thesis anda jangan sampai seorangpun tahu, abarat memberi maka beri dengan tangan kanan, sementara tangan kiri tidak rahu. Tutup dan lupakan, jangan diungkit lagi dan apalagi akan ditulis dalam bentuk buku yang bisa dibaca oleh siapa saja. Jika tidak maka kemunhkinan besar anda akan direpotkan oleh upaya kriminlisasi dan lain sebagainya untuk berbagai latar belakang kepentingan.
Lanjutkan membaca “Berhati Hatilah Menulis Thesis atau Disertasi Terkait Politik dan Ideologi Serta Sejarah.”

Angka Dirjen Imigrasi Membantah Data Jokowi

Fachruddin Target Presiden Jokowi adalah masuknya investasi asing  sebesar besarnya ke Indonesia, karena besarnya investasi yang masuk akan membuka lapangan kerja yang luas juga, karena masalah ketenagaan mutlak harus ada pula. Kita banyak dipusingkan oleh simpangsiurnya angka tenaga kerja bukan hanya yang legal saja, tetapi juga tenaga kerja yang illegal. Presiden Jokowi Dodo nampaknya hanya berpegang kepada data tenaga kerja legal dari Cina sebesar 21.000 tetapi Dirjen Imigrasi justeru merasa telah melaporkan data tenaga kerja illegal asal Cina yang angkanya per September 2016 sebesar 1.329.847 orang.

Suatu perbedaan angka  yang sangat luar biasa amburadulnya  dan ini sungguh merupakan ancaman yang sangat mengerikan. Jika  Pemerintah sendiri mengalami simpang siur tentang angka angka itu, dengan perbedaan angka mencapai perbedaan sejuta lebih sudah dapat dipastikan akan mendatangkan permasalahan dalam menentukan kebijaksanaan, bila kebijaksanaan salah, pasti perencanaan akan salah, dan sudah dipastikan kegagalan dalam mencapai tujuan.Dan malapetakahanya tinggal menunggu waktu.

Bagaimana mungkiun akan mencapai tujan dengan program yang disusun dengan angka yang jauh berbeda. Dengan angka angka itu maka  pantas saja Presiden adem ayem saja, seperti tidak ada persoalan. Sementara kita semua merasa sangat cemas. Akankah ummat dikorbankan, begitu saja.

Lalu kemana kita harus mengadu, ke DPR, ke Mahasiswa, apa ke Pimpinan Organisasi Massa yang peduli. Kini orang takut berbicara dan bergerak karena ada ancaman makar yang teramat dahsyat.

Modal kita adalah Optimis.

Fachruddin Ajarkan dan tanamkan sikap optimistis di dada anak bangsa (Prof. M.Arif, lihat youtube)  Bila sikap itu tertanam dan berkembang  maka diyakini bangsa ini akan mampu menyelesaikan persoalannya baik internal maupun eksternal  secara mandiri. Kemampuan semacam ini sudah dibuktikan dalam sejarah, ketika kita mampu merebut Kemerdekaan dari tangan penjajah. Mengapa ini harus dilakukan ?, setidaknya akibat ketidakpastian informasi tentang ancaman gangguan raksasa dunia yang akan mencapolok dan membagi bagikan tanah air Indonesia  demi menguasai sumber eneri yang sangat dibutuhkan masyarakat dunia, yang sebagian besarnya justeru ada di Indonesia. Demikian setidaknya kabar liar yang logis dan realistis, walaupun sepertinya ditampik oleh Pemerintah.

Sikap adem ayem Pemerintah dalam menjawab masalah ini membuat banyak pihak  selain kecewa berat juga mengalami cemas. Banyak analisis di media sosial yang disampaikan oleh para pengamat bahwa Indonesia yang kaya dengan energi ini akan menjadi barang rebutan negara adikuasa, termasuk diantaranya dan kemungkinan besar akan memenangi perebutan itu adalah China.

<!–more–>

Di sini letak kekhawatirannya,  Pihak Pemerintah sepertinya cenderung menyebut jumlah tenaga kerja dari China hanya sedikit, dan itupun dimaksudkan agar tenaga kerja Indonesia belajar banyak  dari tenaga kerja China baik terkait keterampialnnya dan ketekunan dalam bekerja, maupun berbagai sikap yang dimiliki oleh pekerja asal China. Sementara pihak pengamat, buruh dan beberapa yang lain menyebutkan jumlah mereka ratusan ribu hingga mencapai juta, dan hanya beberapa yang merupakan tenaga ahli dan sisanya adalah buruh kasar yang tak banyak memiliki keterampilan, serta sedikit sekali yang memiliki kemampuan memberikan keteladanan. Di sisi laoin gajih upah buruh kasar dari China  mendapatkan gaji yang luar biasa tingginya.

Nampaknya Pemerintah benar benar sedang berbeda mimpi dengan Bangsa China. Pemerintah Indonesia dengan membuka keran bebas visa bagi China berharap wisatawan China akan berdatangan ke Indonesia dengan menghambur hamburkan uangnya, sementara kenyataannya menurut informasi yang tersebar liar. justeru pendatang China itu lebih banyak datang sebagai pencari kerja. Mimpi mimpi indah Pemerintah justeru menjadi mimpi buruk bagi masyarakat.

Ketika Pemerinmtah terkesan menampik informasi apapun terkait tenaga kerja china itu  justeru menghawatirkan akebenaran analisis para pengamat yang mengatakan bahwa Pemerintah China itu sedang mempersiapkan rencana besar untuk menguawasai Indonesia. Tentu saja China dengan segala kemampuannya sebagai raksasa dahsyat, adalah akan sulit bagi Indomesia menghindari bahaya  ini.

Setelah mendengarkan ptuah dari Prof. M. Arif, bahwa dahulu ketika kita merebut kemerdekaan dari tangan penjajah, sejatinya kita tak memiliki kekuatan yang berarti selain sikap optimistis, bahwa kjemerdekaan adalah satu8 satunya jalan menuju kebahagiaan bagisegenap bangsa. Dan kalaupun gugur dimedan perang maka kita akan shahid, karena mendapatkan rifdho Allah. Sikap yang optimis adalah modal sebuah bangsa untuk tetap eksis.

Prof. Pardede Nasehati Jonru

Fachruddin Saya tak kenal siapa Jonru, siapa Prof. Pardede, siapa Bambang Tri. Tapi mereka ini muncul  di youtube secara terbuka, tetapi diantara ketiganya yang sering saya lihat di youtube adalah Pardede, Pardede sipemberani, belum ada saya menemukan orang seberani Pardede untuk membicarakan sesuatu termasuk membicarakan atau mengevaluasi prilaku  atau ucapan pejabat, Terkejut saya kali ini menyaksikan youtube yang menampilkan nasehat kepada Jonru, sementara menurut treman saya Jonru itu memiliki kecerdasan yang luar biasa, tetapi dimata Pardede Jonru tak lebih dari seorang awam saja yang kurang memahamidengan apa yang diucapkannya kata si Guruy besar Pro. Pardede yang katanya ahli kimia itu.

Kata Pardede bila Jonru tak paham tentang suatu yang diucapkannya atau diberitakannya, maka itu namanya zoon atau praduga, sementara hadits mengatakan bahwa prasangka adalah seburuk buruk berita. Apalagi Jonru telah memfonis seseorang dengan kata dusta. Pardede mengingatkan  agar Jonru tidak bicara seperti hakim, karena ucapan hakim itu hanya boleh diucapkan oleh hakim setelah menguji segala segala bukti bukti yang muncul dalam persidangan.  Dan apa yang diputuskan hakim akan berlanjut kepada hukuman.

Bila Jonru ingin mengatakan sesuatu, kataklanlah sesuatu itu yang bukan kewenangan hakim, Jika Jonru ingin jadi pengamat, maka jangan sekali kali mengambil alih hak seorang hakim, karena jika anda bukan hakim lalu bertindak seolah hakim maka anda telah melakukan sesuatu yang melampau batas dan kewenangan anda.

Prof. Pardede menyebut sejumlah buku rujukannya dalam berbicara. dan karena hukum juga bukan bidang saya maka saya memposisikan diri sebagai pihak yang berusaha  mengambil hikmah dari apa yang tersaji dalam dalam yaoutub ini. Walaupun ada kelemahan besar yang dimiliki Pardede sebagai manusia, yang agak lalai memperhatikan segi etika dan sopan santun. tetapi disela sela kelemahannya itu namapknya ada juga nilai mulia yang tersimpan di dalamnya. Saya akan cari kemulaan itu.semampu saya saja.