<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kabepiilampung Blog</title>
	<atom:link href="http://kabepiilampungcom.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kabepiilampungcom.wordpress.com</link>
	<description>FACHRUDDIN  berbagi informasi, pengalaman dan bacaan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Jan 2012 21:40:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kabepiilampungcom.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/71e69f3321cb9d00d9629a87557b1973?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Kabepiilampung Blog</title>
		<link>http://kabepiilampungcom.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kabepiilampungcom.wordpress.com/osd.xml" title="Kabepiilampung Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kabepiilampungcom.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Memahami Tahun Naga</title>
		<link>http://kabepiilampungcom.wordpress.com/2012/01/23/memahami-tahun-naga/</link>
		<comments>http://kabepiilampungcom.wordpress.com/2012/01/23/memahami-tahun-naga/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 02:57:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fachruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[FFilsafat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabepiilampungcom.wordpress.com/?p=2945</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Dari 12 simbol yang mengejawantahkan sistem penanggalan Tionghoa, yang menjadi bagian penting dalam sistem kehidupan orang China di mana saja, hanya naga yang tak memiliki representasi binatang sesungguhnya. Ini yang menyebabkan Tahun Naga menjadi istimewa dibandingkan dengan shio lain dalam penanggalan China. Walaupun sistem kepercayaan Tionghoa ini selalu menyambut kehadiran Tahun Naga sebagai energi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabepiilampungcom.wordpress.com&amp;blog=9054909&amp;post=2945&amp;subd=kabepiilampungcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://kabepiilampungcom.files.wordpress.com/2012/01/imlek-naga-emas.jpg"><img class="alignleft  wp-image-2946" title="Imlek Naga Emas" src="http://kabepiilampungcom.files.wordpress.com/2012/01/imlek-naga-emas.jpg?w=311&#038;h=196" alt="" width="311" height="196" /></a>Dari 12 simbol yang mengejawantahkan sistem penanggalan Tionghoa, yang menjadi bagian penting dalam sistem kehidupan orang China di mana saja, hanya naga yang tak memiliki representasi binatang sesungguhnya. Ini yang menyebabkan Tahun Naga menjadi istimewa dibandingkan dengan shio lain dalam penanggalan China.</p>
<p>Walaupun sistem kepercayaan Tionghoa ini selalu menyambut kehadiran Tahun Naga sebagai energi kehidupan, baik dari zaman dulu sampai era modern dewasa ini, banyak orang, mulai dari tokoh politik, intelektual, sampai rakyat jelata merasa khawatir dengan kehadiran naga air ini.</p>
<p>Energi kehidupan naga air yang didasarkan pada kepercayaan geomansi (feng shui dalam bahasa Mandarin), astronomi, dan kearifan kepercayaan rakyat, selalu mengacu pada berbagai perubahan setiap kali memasuki siklus Tahun Naga. Tahun Naga menjadi simbol perubahan atau setidaknya menghadirkan sebuah perubahan besar.</p>
<p>Berbeda dengan mitologi Barat yang menggambarkan naga yang harus dibunuh, seperti dalam cerita Siegfried dalam literatur <em>Nibelungenlied</em>, dalam astrologi China binatang naga menjadi simbol utama keberuntungan yang baik. Dalam konstelasi rasi bintang, naga diposisikan sebagai binatang nonbumi yang dihormati sebagai penjaga langit timur.</p>
<p>Dalam tradisi Tionghoa, naga disimbolkan mampu memberikan empat berkah dari timur, yakni kekayaan, panjang umur, harmoni, dan kebajikan. Dalam konteks ini, orang Tionghoa berharap sesuatu yang besar terjadi pada Tahun Naga Air, baik keberhasilan maupun kegagalan.</p>
<p>Untuk bisa memahami besaran yang dikandung Tahun Naga Air, refleksi yang terjadi pada tahun 1952 ketika Naga Air muncul kembali dalam siklus penanggalan Tionghoa, peristiwa yang terjadi atau perubahan besar yang ada mengikutinya, antara lain, sebagai berikut.</p>
<p>Bulan Februari 1952, Elizabeth II menjadi Ratu Inggris. Pemerintahannya masih berlanjut hingga hari ini sebagai prestasi umur panjang.</p>
<p>Pada tahun yang sama, bulan November, drama <em>Mousetrap</em> yang diangkat dari karya Agatha Christie dibuka di London dan menjadi rekor produksi drama terpanjang dalam sejarah yang pernah ada.</p>
<p>Naga Air tahun 1952 juga mencatat diperkenalkannya dua senjata paling merusak dalam sejarah, yakni bom hidrogen dan pengebom B-52 sebagai pesawat pembunuh dalam Perang Vietnam.</p>
<p>Naga Air 2012, bagi China, juga akan menghadirkan perubahan. Pada musim semi tahun ini, Republik Rakyat China (RRC) akan memiliki pemimpin baru, sebagai pergantian yang keempat kali kepemimpinan negara dengan penduduk terbesar di dunia sejak Partai Komunis China (PKC) berkuasa tahun 1949. Pergantian ini dipastikan akan menjadi persaingan politik yang ketat di kalangan elite PKC.</p>
<p>Ilmuwan China meyakini Tahun Naga selalu membawa perubahan besar yang mengubah China ataupun dunia, seperti tecermin pada tahun 1976, 1988, dan 2000. Naga menjadi sangat simbolis dalam kehidupan sehari-hari yang melekat pada ketionghoaan, termasuk bagi orang komunis yang berkuasa di PKC, karena kerja budaya politik China memang sudah melekat dalam siklus ribuan tahun itu.</p>
<p>Tahun 1976, misalnya, merepresentasikan perubahan sangat penting dalam sejarah modern China. Tahun itu, pemimpin revolusioner Mao Zedong dan Zhou Enlai meninggal dunia, termasuk pemimpin militer paling kuat dalam sejarah China, Zhu De. Tahun yang sama, Kelompok Empat pimpinan Jiang Qing (istri Mao) dijatuhkan dari kekuasaan dan dua tahun kemudian membuka jalan bagi konsep <em>kaige kaifang </em>(reformasi dan keterbukaan) yang menjadikan China sebagai negara besar dan kuat.</p>
<p><strong>Denominator</strong></p>
<p>Dalam konteks ini, kita perlu memahami sistem kepercayaan Tionghoa melalui penanggalan yang berusia lebih dari 3.000 tahun sebagai tradisi, yang dipertahankan turun-temurun dan dipercaya mampu memberikan arti yang menjadikan orang Tionghoa sebagai bangsa yang besar dan kuat.</p>
<p>Mereka yang tidak bisa melihat makna sistem kepercayaan Tionghoa dalam berbagai perubahan ini condong melihat perubahan dalam perspektif horizontal sehingga tidak merasakan adanya perubahan besar. Kepercayaan dan adat istiadat harus dilihat secara vertikal untuk mampu mengartikan perubahan besar dalam sistem penanggalan Tionghoa.</p>
<p>Memang tidak mudah membagi secara sederhana sistem kepercayaan dan adat istiadat sehingga sulit mendamaikan perbedaan-perbedaan Timur-Barat, seperti halnya menyederhanakan Kristen, Konfusianis, ataupun komunisme. Melakukan reduksi atas istilah dalam filsafat sederhana seperti kapitalisme, liberalisme, atau Marxisme memang menjadi lebih sulit untuk mengukur perspektif Tahun Naga Air.</p>
<p>Gilbert Rozman dalam buku <em>In The East Asian Region: Confucian Heritage and Its Modern Adaptation </em>(1991) menulis perbedaan yang melekat antara budaya Timur dan Barat, merupakan kemungkinan hasil dari pemisahan paksa karena geografi dan konsekuensi dari kontak terbatas selama ribuan tahun.</p>
<p>Berbagai perubahan yang terjadi di daratan China serta belahan-belahan Asia lain merupakan konsekuensi faktor sejarah yang bertahan terus-menerus. Konteks ini yang menjelaskan perubahan besar Tahun Naga sebagai elemen denominator yang mengabaikan batas-batas nasional. (Sumber Kompas Com)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kabepiilampungcom.wordpress.com/2945/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kabepiilampungcom.wordpress.com/2945/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kabepiilampungcom.wordpress.com/2945/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kabepiilampungcom.wordpress.com/2945/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kabepiilampungcom.wordpress.com/2945/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kabepiilampungcom.wordpress.com/2945/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kabepiilampungcom.wordpress.com/2945/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kabepiilampungcom.wordpress.com/2945/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kabepiilampungcom.wordpress.com/2945/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kabepiilampungcom.wordpress.com/2945/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kabepiilampungcom.wordpress.com/2945/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kabepiilampungcom.wordpress.com/2945/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kabepiilampungcom.wordpress.com/2945/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kabepiilampungcom.wordpress.com/2945/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabepiilampungcom.wordpress.com&amp;blog=9054909&amp;post=2945&amp;subd=kabepiilampungcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kabepiilampungcom.wordpress.com/2012/01/23/memahami-tahun-naga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6e05d069cd15c18d61b8ed467a78cbe3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kabepiilampungcom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kabepiilampungcom.files.wordpress.com/2012/01/imlek-naga-emas.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Imlek Naga Emas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makna Mitologi Imlek</title>
		<link>http://kabepiilampungcom.wordpress.com/2012/01/22/makna-mitologi-imlek/</link>
		<comments>http://kabepiilampungcom.wordpress.com/2012/01/22/makna-mitologi-imlek/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 23:52:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fachruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[FFilsafat]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru china]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabepiilampungcom.wordpress.com/?p=2941</guid>
		<description><![CDATA[K. Muhamad Hakiki Direktur Pusat Studi Agama dan Budaya IAIN Raden Intan Lampung &#160; PERAYAAN Imlek tahun ini jatuh pada hari Senin, 23 Januari 2012, dan merupakan tahun baru China ke-2563. Dalam mitologi kepercayaan China klasik, Imlek kali ini masuk dalam shio naga air. Menurut mitologi China, shio naga air ini melambangkan kekuatan, kebaikan, keberanian, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabepiilampungcom.wordpress.com&amp;blog=9054909&amp;post=2941&amp;subd=kabepiilampungcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>K. Muhamad Hakiki<br />
Direktur Pusat Studi Agama dan Budaya<br />
IAIN Raden Intan Lampung</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://kabepiilampungcom.files.wordpress.com/2012/01/imlek-naga-air.jpg"><img class="alignleft  wp-image-2942" title="Imlek  Naga air" src="http://kabepiilampungcom.files.wordpress.com/2012/01/imlek-naga-air.jpg?w=491&#038;h=702" alt="" width="491" height="702" /></a>PERAYAAN Imlek tahun ini jatuh pada hari Senin, 23 Januari 2012, dan merupakan tahun baru China ke-2563. Dalam mitologi kepercayaan China klasik, Imlek kali ini masuk dalam shio naga air.<br />
Menurut mitologi China, shio naga air ini melambangkan kekuatan, kebaikan, keberanian, dan pendirian teguh. Shio naga juga dimaknai sebagai lambang kewaspadaan dan keamanan dari semua makhluk mitologi China. Naga dipercayai sebagai makhluk tertinggi yang menjadi raja semua hewan di alam semesta.<br />
Makna Imlek<br />
Jika ditelusuri akar sejarahnya, perayaan Imlek atau dalam bahasa China disebut dengan Sin Tjia sebenarnya bermula dari sejenis perayaan yang kerap dilakukan para petani di China pada setiap tanggal 1 pada bulan pertama di awal tahun baru. Tradisi ini juga berkaitan dengan pesta para petani untuk menyambut musim semi, dimulai pada tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir pada tanggal 15 bulan pertama.<br />
Berdasarkan cerita rakyat dan legenda kuno, tahun baru China dirayakan ketika orang China berhasil melawan hewan mitos yang disebut sebagai nian yang berarti tahun dalam bahasa China. Konon nian selalu muncul pada hari pertama di setiap tahun baru dan kedatangan nian kerap memangsa hewan ternak, memakan hasil pertanian, bahkan penduduk, terutama anak-anak.<br />
Melihat kondisi itu, untuk selamat dari petaka nian, masyarakat desa mencari solusi agar petaka itu semua berakhir. Sebagai solusinya, masyarakat desa saat itu menaruh sejumlah makanan di depan pintu mereka pada hari pertama tahun baru.<br />
Masyarakat percaya jika nian telah mengambil atau memakan makanan yang telah disediakan masyarakat, nian tidak akan lagi mengganggu warga. Suatu ketika, seorang penduduk menyaksikan seekor nian ketakutan dan lari menghindar dari seorang anak yang berkostum merah. Dari kejadian itu, penduduk desa akhirnya tahu kekurangan nian, yakni takut pada warna merah.<br />
Semenjak itu, setiap menjelang dan selama Tahun Baru Imlek, penduduk akan menggantung lentera merah serta memasang tirai atau gorden merah pada pintu dan jendela. Masyarakat juga menggunakan mercon (petasan) untuk menakuti nian. Sejak itulah, nian tidak pernah lagi muncul di desa mereka.<br />
Doa dan Harapan<br />
Perayaan Tahun Baru Imlek merupakan suatu kegiatan yang penuh dengan simbol dan makna. Perayaan tersebut adalah penggambaran harapan-harapan masyarakat China, seperti keselamatan, kemakmuran, dan kesejahteraan. Selain itu, perayaan Imlek merupakan sebuah introspeksi diri terhadap apa yang telah dilakukan pada tahun-tahun yang lalu.<br />
Tidak hanya itu, dalam tradisi China, ritual keagamaan tersebut adalah sebagai bentuk perwujudan rasa syukur atas segala kenikmatan yang diberikan Tuhan kepada manusia, menjamu leluhur, dan juga doa harapan agar di tahun depan mendapat rezeki yang jauh lebih banyak.<br />
Karena itu, berbagai ritual keagamaan dalam perayaan Imlek dapat dijadikan sebagai jalan keluar terhadap berbagai masalah yang dihadapi manusia. Sebab, manusia itu sendiri mengalami situasi tekanan emosi dan jalan buntu, sebagaimana fungsi agama yang dijelaskan Cliford Geertz.<br />
Dalam teori Durkheim bahwa upacara agama, termasuk Imlek, dapat dijadikan sebagai sarana untuk keluar dari yang kotor menuju ke yang suci. Dengan kata lain, upacara tersebut diharapkan bisa menyucikan segala bentuk &#8220;kotoran&#8221; yang melekat pada diri manusia.<br />
Makna Universal<br />
Imlek juga merupakan momen pertemuan seluruh anggota keluarga sekali dalam setahun. Anggota keluarga akan berkumpul saling berbagi dan memberikan pengalaman selama setahun. Perayaan ini menjadi sangat berarti tatkala setiap anggota keluarga dan tetangga saling menjalin kasih, saling mengayomi, dan memulai lembaran baru (dengan pakaian baru).<br />
Makna universal tentang nilai kehidupan juga termaktub dalam filosofi dari simbol-simbol yang digunakan pada perayaan Imlek, di antaranya aneka hidangan. Berbagai hidangan dalam sesajian melambangkan cinta kasih, kebajikan, kesucian, kebahagiaan, dan rasa syukur. Karena itu, tidak ada benda yang tidak melambangkan nilai-nilai kehidupan dalam perayaan Tahun Baru Imlek.<br />
Perayaan Imlek adalah ritual simbolis yang sangat diyakini pemeluknya dapat memberi berkah dan kebahagiaan pada tahun mendatang. Atas segala harapan itu, pemeluk agama Konghucu selalu mengucapkan “gong xi fa cai” (bahagia dengan limpahan rejeki di kemudian hari).<br />
Lebih dari itu, bagi penganut agama Konghucu, perayaan hari raya tahun baru Imlek bukan sekadar ritual rutinitas tahunan biasa atau budaya yang harus dilestarikan secara turun-temurun. Akan tetapi, Imlek juga merupakan budaya yang sekaligus menyatu dengan kepercayaan agama. Karena itu, bagi orang China, menjaga kesakralan perayaan Imlek wajib hukumnya. Selamat Hari Raya imlek. (*)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kabepiilampungcom.wordpress.com/2941/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kabepiilampungcom.wordpress.com/2941/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kabepiilampungcom.wordpress.com/2941/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kabepiilampungcom.wordpress.com/2941/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kabepiilampungcom.wordpress.com/2941/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kabepiilampungcom.wordpress.com/2941/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kabepiilampungcom.wordpress.com/2941/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kabepiilampungcom.wordpress.com/2941/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kabepiilampungcom.wordpress.com/2941/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kabepiilampungcom.wordpress.com/2941/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kabepiilampungcom.wordpress.com/2941/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kabepiilampungcom.wordpress.com/2941/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kabepiilampungcom.wordpress.com/2941/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kabepiilampungcom.wordpress.com/2941/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabepiilampungcom.wordpress.com&amp;blog=9054909&amp;post=2941&amp;subd=kabepiilampungcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kabepiilampungcom.wordpress.com/2012/01/22/makna-mitologi-imlek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6e05d069cd15c18d61b8ed467a78cbe3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kabepiilampungcom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kabepiilampungcom.files.wordpress.com/2012/01/imlek-naga-air.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Imlek  Naga air</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jalan Terjal Kebebasan Beragama</title>
		<link>http://kabepiilampungcom.wordpress.com/2012/01/22/jalan-terjal-kebebasan-beragama/</link>
		<comments>http://kabepiilampungcom.wordpress.com/2012/01/22/jalan-terjal-kebebasan-beragama/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 22:46:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fachruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabepiilampungcom.wordpress.com/?p=2938</guid>
		<description><![CDATA[Achmad Fauzi Aktivis Dialog Lintas Agama Institut DIAN/Interfidei Yogyakarta KEBANGGAAN negeri dengan citarasa masyarakat majemuk kini mulai terdegradasi. Realitas pluralisme yang idealnya dijunjung tinggi, mengalami penghakiman dan stigma sehingga meruntuhkan pilar-pilar kebinekaan. Negara yang diharapkan menjadi rumah teduh bagi keberlangsungan ragam agama, justru menggiring warganya dalam jebakan api pertikaian. Pada akhir 2011 The Wahid Institute [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabepiilampungcom.wordpress.com&amp;blog=9054909&amp;post=2938&amp;subd=kabepiilampungcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Achmad Fauzi</strong><br />
Aktivis Dialog Lintas Agama<br />
Institut DIAN/Interfidei Yogyakarta</p>
<p>KEBANGGAAN negeri dengan citarasa masyarakat majemuk kini mulai terdegradasi. Realitas pluralisme yang idealnya dijunjung tinggi, mengalami penghakiman dan stigma sehingga meruntuhkan pilar-pilar kebinekaan.<br />
Negara yang diharapkan menjadi rumah teduh bagi keberlangsungan ragam agama, justru menggiring warganya dalam jebakan api pertikaian. Pada akhir 2011 The Wahid Institute merilis laporan mengejutkan soal iklim kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB) di Indonesia. Berdasar deret angka pelanggaran KBB dan intoleransi yang dihimpun, terjadi kenaikan 18% dari sebelumnya 64 kasus (tahun 2010) menjadi 92 kasus (tahun 2011). Dari 92 kasus pelanggaran KBB, Jemaat Ahmadiyah sebagai yang terbanyak menjadi korban, disusul jemaat GKI Yasmin, Bogor.<br />
Tren peningkatan jumlah kekerasan dan intoleransi tersebut sejatinya bermuara pada ketidakberdayaan peran negara memberikan jaminan konstitusional terhadap warganya dalam memilih dan meyakini agama. Alih-alih menegakkan hukum dan melindungi warga dari intimidasi, aparat keamanan justru melakukan kriminalisasi terhadap korban pelanggaran di satu sisi, dan tidak menindak tegas organisasi kemasyarakatan (ormas) yang prokekerasan berbasis agama di sisi lain.<br />
Kondisi ini tercermin dari vonis bebas maupun hukuman ringan yang dijatuhkan terhadap pelaku kekerasan terhadap Ahmadiyah di Cikeusik. Hukum yang diharapkan menjadi panglima dan memberikan efek jera bagi pelaku anarkis justru rapuh dan dimanfaatkan kelompok tertentu untuk merusak suasana kebatinan berbangsa. Kekerasan yang melanggar etika kemanusiaan itu akhirnya dipandang sebagai tindakan yang lumrah. Kelompok radikal leluasa menunjukkan dominasinya dengan menutup pintu lain yang lebih elegan (Camara, 1971).<br />
Massa Beringas<br />
Nasib jemaat Gereja Kristen Indonesia Yasmin, Bogor, Jawa Barat, tak jauh berbeda. Meskipun putusan Mahkamah Agung mengizinkan jemaatnya beribadah di tempat peribadatan tersebut, pemerintah belum melaksanakan isi putusan itu. Akibatnya jemaat yang akan melaksanakan ibadah di bangunan gereja itu kerap diintimidasi kelompok massa yang beringas.<br />
Dalam konteks itu, tak ada salahnya pemerintah berkaca kepada negara-negara lain, seperti Malaysia dan Singapura soal penguatan jaminan kebebasan beragama. Di dua negara tersebut hampir dipastikan tidak memiliki permasalahan serius dalam mengelola pluralitas, termasuk dalam menyikapi Ahmadiyah. Di sana radikalisme dikekang, orang tak berani sembarangan menyakiti, menyerang, memberangus, bahkan menghalalkan darah kelompok Ahmadiyah. Itu karena otoritas negara disegani dan berwibawa. Negara sangat menjamin keamanan minoritas dan menindak tegas ormas radikal yang anarkis dan melanggar hukum.<br />
Persoalan kekerasan dan intoleransi atas nama agama tersebut harus dijadikan perhatian serius pemerintah pada 2012. Prospek kebebasan beragama tidak akan bergeser dari bandulnya jika tidak ada evaluasi komprehensif dalam iktikad membangun kehidupan agama yang merdeka. Pada ranah struktural diperlukan perombakan fundamental peran negara dalam mendudukkan secara proporsional urusan kehidupan publik dan wilayah privat.<br />
Ranah publik harus dibangun berdasar prinsip umum kesamaan warga, sedangkan wilayah privat meniscayakan kemerdekaan individu warga tanpa campur tangan negara. Di sinilah dibutuhkan pemimpin yang sungguh-sungguh melakukan redefinisi peran politik dalam konteks penyetaraan kehidupan umat beragama.<br />
Pemimpin berwawasan pluralis yang menyadari bahwa Indonesia dibangun di atas fondasi keragaman. Pemimpin yang mampu mewadahi seluruh kepentingan agama dengan memperkuat jaminan kebebasan beragama sebagaimana diatur dalam UUD 1945 dan menegakkan hukum dengan sungguh-sungguh bagi pelaku kekerasan berbasis agama.<br />
Satu Wadah Kebangsaan<br />
Paradigma pengaturan agama dan keyakinan yang selama ini makin menguatkan dikotomi mayoritas sedapat mungkin dihindari. Setiap kebijakan harus diletakkan dalam kerangka kesadaran bahwa Indonesia dibangun di atas fondasi keagamaan yang plural. Sebab itu, negara selayaknya dirancang untuk mewadahi seluruh kepentingan agama, bukan untuk golongan yang mendukung pelanggengan kekuasaan.<br />
Pada dimensi kultural, penyebaran ajaran humanis dan inklusif penting dilakukan untuk merombak paradigma masyarakat yang monolitik dan konvergen.<br />
Jika para tokoh agama mengklaim komunikasi antar-pemimpin agama telah membaik itu tidak keliru. Tapi jejaring soliditas antaragama di tataran akar rumput sebagai basis kerukunan juga harus ditingkatkan. Jejaring itulah yang nantinya akan merajut labirin kesadaran agama-agama dalam satu wadah kebangsaan. (*) (Opini Lampost  Jum&#8217;at 20 Januari 2012)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kabepiilampungcom.wordpress.com/2938/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kabepiilampungcom.wordpress.com/2938/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kabepiilampungcom.wordpress.com/2938/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kabepiilampungcom.wordpress.com/2938/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kabepiilampungcom.wordpress.com/2938/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kabepiilampungcom.wordpress.com/2938/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kabepiilampungcom.wordpress.com/2938/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kabepiilampungcom.wordpress.com/2938/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kabepiilampungcom.wordpress.com/2938/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kabepiilampungcom.wordpress.com/2938/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kabepiilampungcom.wordpress.com/2938/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kabepiilampungcom.wordpress.com/2938/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kabepiilampungcom.wordpress.com/2938/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kabepiilampungcom.wordpress.com/2938/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabepiilampungcom.wordpress.com&amp;blog=9054909&amp;post=2938&amp;subd=kabepiilampungcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kabepiilampungcom.wordpress.com/2012/01/22/jalan-terjal-kebebasan-beragama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6e05d069cd15c18d61b8ed467a78cbe3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kabepiilampungcom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahaya Formalisasi Agama</title>
		<link>http://kabepiilampungcom.wordpress.com/2012/01/12/bahaya-formalisasi-agama/</link>
		<comments>http://kabepiilampungcom.wordpress.com/2012/01/12/bahaya-formalisasi-agama/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 23:56:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fachruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Pengetahuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabepiilampungcom.wordpress.com/?p=2929</guid>
		<description><![CDATA[M. Iwan Satriawan Dosen Hukum Tata Negara Universitas Lampung FORMALISASI kegamaan kini sedang menjadi isu-isu strategis bagi kelompok kaum puritan yang menginginkan kembali pada Alquran dan hadis. Mulai dari penyeragaman ciri-ciri keislaman dengan jilbab, jenggot, dan jubah hingga pada pelaksanaan syariat Islam. Mulai dari pencantuman peraturan daerah (perda) syariah yang akhirnya dibatalkan oleh menteri dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabepiilampungcom.wordpress.com&amp;blog=9054909&amp;post=2929&amp;subd=kabepiilampungcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>M. Iwan Satriawan</strong><br />
Dosen Hukum Tata Negara<br />
Universitas Lampung</p>
<p>FORMALISASI kegamaan kini sedang menjadi isu-isu strategis bagi kelompok kaum puritan yang menginginkan kembali pada Alquran dan hadis. Mulai dari penyeragaman ciri-ciri keislaman dengan jilbab, jenggot, dan jubah hingga pada pelaksanaan syariat Islam. Mulai dari pencantuman peraturan daerah (perda) syariah yang akhirnya dibatalkan oleh menteri dalam negeri hingga ekonomi syariah, termasuk juga bank-bank syariah.<br />
Gerakan Wahabi<br />
Formalisasi kegamaan ini sebetulnya bukan hal yang baru dalam sejarah peradaban Islam di Tanah Air. Jauh sebelum itu formalisasi keagamaan juga menjadi salah satu penyebab Perang Paderi di Sumatera Barat, yang lebih dikenal sebagai perang melawan pendudukan penjajah Belanda. Para paderi dikenal sebagai pahlawan yang dengan gagah berjuang/berperang membela Tanah Air.<br />
Gerakan paderi berawal dari perkenalan Haji Miskin, Haji Abdurrahman, dan Haji Muhammad Arif dengan Wahabi saat menunaikan ibadah haji pada awal abad ke-19. Ketika itu Mekah dan Madinah dikuasai kelompok Wahabi.<br />
Terpesona oleh gerakan Wahabi, sekembalinya ke Indonesia Haji Miskin dkk. berusaha melakukan gerakan pemurnian sebagaimana dilakukan Wahabi, yaitu dengan memvonis tarekat Syattariah dan tasawuf—telah hadir di Mingkabau beberapa abad sebelumnya—sebagai kesesatan yang tidak bisa ditoleransi. Dalam tarekat tersebut, dinilai banyak bercokol takhayul, bidah, dan khurafat yang harus diluruskan dan diperangi (The Wahid Institute, 2011).<br />
Hal tersebut kemudian ditentang habis-habisan oleh Tuanku Nan Tuo, guru Tuanku Nan Renceh. Alhasil, gerakan paderi tersebut hilang dengan sendirinya akibat penjajahan Belanda dan bertentangan dengan suasana, tradisi, dan budaya bangsa Indonesia.<br />
Proyek Saudi Arabia<br />
Namun, akhir-akhir ini muncul kembali gerakan Wahabi melalui kaki-tangannya di Indonesia semacam LDK (Lembaga Dakwah Kampus), HTI (Hizbut Tahrir Indonesia), dan sebuah partai politik. Gerakan mereka lebih terkoodinasi dan rapi. Mereka juga mendapat pendanaan tanpa batas dari Pemerintah Saudi Arabia.<br />
Tidak kurang dari 500 juta dolar AS siap disalurkan Pemerintah Saudi Arabia melalui jaringan lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk progam pembangunan non-APBN/APBD, khususnya untuk infrastruktur pendidikan (The Wahid Institute, 2011).<br />
Siapa yang tidak tergiur dengan dana sebesar itu untuk pembangunan pendidikan?<br />
Hal inilah sebagai salah cara masuknya paham-paham formalisasi agama dengan mengenyampingkan budaya-budaya lokal yang sudah tumbuh dan berkembang dengan begitu baik di Indonesia. Tujuan akhir dari penyebaran paham-paham formalisasi Islam adalah pembentukan satu khalifah di dunia yang notebene akan berkiblat pada pemerintahan Saudi Arabia.<br />
Jika umat Islam di Indonesia tidak segera menyadari hal ini, budaya-budaya lokal yang sudah tumbuh dan berkembang di berbagai belahan Nusantara akan terkikis habis dengan budaya-budaya Arab semacam jenggot, jubah, dan jilbab.<br />
Padahal, Allah swt sendiri dalam salah satu ayat Alquran telah berfirman, &#8220;Tidaklah Aku ciptakan manusia bersuku-suku, berbangsa-bangsa, lelaki dan wanita untuk saling mengenal. Sesungguhnya, orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling bertakwa kepada-Ku.&#8221;<br />
Merujuk kutipan ayat tersebut kemudian dihubungkan dengan kondisi kekinian mengenai formalisasi keagamaan kita, sepertinya perlu ditinjau ulang perihal apa yang telah ada saat ini. Bukan tidak mungkin jika kita lengah, NKRI dengan Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa akan hilang diganti dengan asas Islam. Dampaknya akan terjadi disintegrasi bangsa sebagaimana terjadi di Sudan Utara yang mayoritas Nasrani dan Sudan Selatan yang mayoritas Muslim. Negara yang dahulu terkenal dengan para penyair dan tokoh agama semacam Abdullah Ahmed An-Naim itu pun pecah menjadi dua bagian.<br />
Pendiri Bangsa<br />
Tidakkah menjerit dan menangis Bung Karno, Bung Hatta, Bung Syahrir, K.H. Wachid Hasyim, dan para pendiri bangsa lain yang telah berjuang menepiskan ego mereka demi kesatuan dan keutuhan bangsa dengan menghapus Piagam Jakarta? Menghapus hukum Islam sebagai dasar negara dengan Pancasila yang egaliter dan sesuai dengan budaya bangsa Indonesia.<br />
Akankah kita akan menjadi Yugoslavia kedua, Cekoslavakia, atau India yang akhirnya pecah menjadi negara-negara kecil karena meninggikan ego dan menolak keberagaman? Jawabannya adalah pada diri kita sendiri. (*)</p>
<p>Lampost</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kabepiilampungcom.wordpress.com/2929/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kabepiilampungcom.wordpress.com/2929/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kabepiilampungcom.wordpress.com/2929/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kabepiilampungcom.wordpress.com/2929/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kabepiilampungcom.wordpress.com/2929/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kabepiilampungcom.wordpress.com/2929/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kabepiilampungcom.wordpress.com/2929/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kabepiilampungcom.wordpress.com/2929/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kabepiilampungcom.wordpress.com/2929/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kabepiilampungcom.wordpress.com/2929/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kabepiilampungcom.wordpress.com/2929/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kabepiilampungcom.wordpress.com/2929/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kabepiilampungcom.wordpress.com/2929/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kabepiilampungcom.wordpress.com/2929/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabepiilampungcom.wordpress.com&amp;blog=9054909&amp;post=2929&amp;subd=kabepiilampungcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kabepiilampungcom.wordpress.com/2012/01/12/bahaya-formalisasi-agama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6e05d069cd15c18d61b8ed467a78cbe3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kabepiilampungcom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[Buku] Jejak Sejarah Pencarian Tuhan</title>
		<link>http://kabepiilampungcom.wordpress.com/2012/01/12/buku-jejak-sejarah-pencarian-tuhan/</link>
		<comments>http://kabepiilampungcom.wordpress.com/2012/01/12/buku-jejak-sejarah-pencarian-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 21:25:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fachruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabepiilampungcom.wordpress.com/?p=2924</guid>
		<description><![CDATA[Buku Bru Judul : Sejarah Tuhan Penulis : Karen Armstrong Penerbit : Mizan Pustaka Cetakan : I, 2011 Tebal : 673 halaman TELAH banyak teori tentang asal usul agama. Namun, tampaknya menciptakan Tuhan-Tuhan telah sejak lama dilakukan oleh umat manusia. Ketika satu ide keagamaan tidak lagi efektif, ia akan diam-diam ditinggalkan dan digantikan oleh sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabepiilampungcom.wordpress.com&amp;blog=9054909&amp;post=2924&amp;subd=kabepiilampungcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://cabiklunik.blogspot.com/2012/01/buku-jejak-sejarah-pencarian-tuhan.html">Buku Bru</a></h3>
<div></div>
<p><a href="http://kabepiilampungcom.files.wordpress.com/2012/01/08sejarah2btuhan.jpg"><img src="http://kabepiilampungcom.files.wordpress.com/2012/01/08sejarah2btuhan.jpg?w=204" alt="" border="0" /></a>Judul : Sejarah Tuhan</p>
<p>Penulis : Karen Armstrong</p>
<p>Penerbit : Mizan Pustaka</p>
<p>Cetakan : I, 2011</p>
<p>Tebal : 673 halaman</p>
<p>TELAH banyak teori tentang asal usul agama. Namun, tampaknya menciptakan Tuhan-Tuhan telah sejak lama dilakukan oleh umat manusia. Ketika satu ide keagamaan tidak lagi efektif, ia akan diam-diam ditinggalkan dan digantikan oleh sebuah teologi baru. Seperti mengasosiasikan dengan Tuhan langit, Tuhan bumi, dan matahari menjadi pengalaman manusia tentang tuhan.</p>
<p>Dalam era kita sekarang ini, banyak orang akan mengatakan bahwa Tuhan yang telah disembah berabad-abad oleh umat manusia tampak sirna dari kehidupan bahkan dengan terang-terangan mengklaim bahwa Tuhan telah mati.</p>
<p>Dalam pandangan Armstrong, salah satu alasan mengapa agama tampak tidak relevan pada masa sekarang adalah karena banyak di antara umat manusia tidak lagi memiliki rasa kepekaan bahwa kita dikelilingi oleh yang gaib. Akibatnya, manusia kehilangan kepekaan tentang yang “suci” atau “spiritual” seperti yang melingkupi kehidupan masyarakat tradisional sebagai bagian esensial pengalaman manusia tentang kehidupan dunia.</p>
<p>Rudolf Otto, ahli sejarah agama asal Jerman, percaya bahwa rasa tentang gaib ini adalah dasar dari agama. Kekuatan gaib dirasakan oleh manuisa dalam cara yang berbeda-beda, terkadang ia menginspirasikan kegirangan liar, ketenteraman mendalam, terkadang orang merasa kagum, sedih, dan hina di hadapan kehadiran kekuatan misterius yang melekat dalam aspek kehidupan.</p>
<p>Di dunia kuno memang tampaknya manusia percaya bahwa hanya melalui keterlibatan dalam kehidupan yang suci ini mereka bisa menjadi manusia yang sesungguhnya. Dunia suci para dewa seperti yang sering diceritakan dalam mitos bukanlah sekadar sebuah ideal yang ke arah itu manusia harus menuju, melainkan merupakan prototipe eksistensi manusia. Itulah pola atau arketipe orisinal yang menjadi model kehidupan kita di sini.</p>
<p>Spiritualitas yang serupa ini telah menjadi ciri dunia Mesopotamia kuno, di Lembah Tigris-Efrat, yang sekarang berada di wilayah pemerintahan Irak, telah di huni sejak 4.000 SM oleh kelompok manusia yang dikenal sebagai orang Sumeria. Mereka membangun menara-kuil dan mengembangkan mitologi yang mengesankan. Tak lama kemudian kawasan itu diinvansi oleh orang Akkadian Semitik, hingga 2.000 SM orang Amorit menaklukkan peradaban Sumeria-Akkadian dan menjadikan Babilonia sebagai ibu kota mereka.</p>
<p>Sebagaimana masyarakat di dunia kuno lainnya, orang Babilonia menisbahkan prestasi kebudayaan mereka kepada dewa-dewa yang telah mewahyukan gaya hidup mereka sendiri kepada nenek moyang mitikal masyarakat Babilonia. Babilonia dianggap sebagai gambaran surga, setiap candinya adalah kerajaan langit.</p>
<p>Sedangkan di zaman modern sekarang ini, para teolog liberal berusaha membuktikan apakah mungkin untuk beriman sekaligus menjadi bagian dari dunia intelektual modern. Ketika merumuskan konsepsi baru tentang Tuhan, mereka berpaling ke disiplin ilmu lain: sains, psikologi, sosiologi, dan agama-agama lain.</p>
<p>Perbedaan persepsi rupanya bukan hanya terjadi disebabkan perbedaan agama secara formal belaka. Bahkan, dalam satu tradisi agama yang sama pun kerap terjadi perbedaan dalam mempersepsikan Tuhan.</p>
<p>Buku ini bukanlah tentang sejarah realitas Tuhan yang suatu saat dapat berubah di setiap zamannya, melainkan buku ini melacak jejak sejarah persepsi dan pengalaman manusia tentang tuhan selama 4.000 tahun sejak era Ibrahim hingga kini. Gagasan manusia tentang tuhan memiliki sejarah yang mempunyai arti berbeda bagi setiap kelompok manusia di berbagai periode waktu. Namun, bisa saja gagasan tentang Tuhan tersebut menjadi tidak bermakna bagi generasi lain.</p>
<p>Abdul Aziz MMM, Pengelola Renaisant Institute, tinggal di Yogyakarta</p>
<p>Sumber: Lampung Post, Minggu, 7 Januari 2012</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kabepiilampungcom.wordpress.com/2924/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kabepiilampungcom.wordpress.com/2924/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kabepiilampungcom.wordpress.com/2924/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kabepiilampungcom.wordpress.com/2924/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kabepiilampungcom.wordpress.com/2924/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kabepiilampungcom.wordpress.com/2924/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kabepiilampungcom.wordpress.com/2924/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kabepiilampungcom.wordpress.com/2924/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kabepiilampungcom.wordpress.com/2924/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kabepiilampungcom.wordpress.com/2924/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kabepiilampungcom.wordpress.com/2924/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kabepiilampungcom.wordpress.com/2924/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kabepiilampungcom.wordpress.com/2924/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kabepiilampungcom.wordpress.com/2924/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabepiilampungcom.wordpress.com&amp;blog=9054909&amp;post=2924&amp;subd=kabepiilampungcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kabepiilampungcom.wordpress.com/2012/01/12/buku-jejak-sejarah-pencarian-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6e05d069cd15c18d61b8ed467a78cbe3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kabepiilampungcom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kabepiilampungcom.files.wordpress.com/2012/01/08sejarah2btuhan.jpg?w=204" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Merumuskan Visi Baru Pendidikan Islam</title>
		<link>http://kabepiilampungcom.wordpress.com/2012/01/12/merumuskan-visi-baru-pendidikan-islam/</link>
		<comments>http://kabepiilampungcom.wordpress.com/2012/01/12/merumuskan-visi-baru-pendidikan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 00:25:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fachruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabepiilampungcom.wordpress.com/?p=2920</guid>
		<description><![CDATA[Imadi Daimah Ermasuri Kandidat Magister Pendidikan Agama Islam IAIN Raden Intan Lampung SEIRING perkembangan zaman dan kompleksnya persoalan, dunia pendidikan agama Islam dituntut membuat strategi ampuh untuk menjawab berbagai tantangan. Oleh karena itu, menjadi sebuah keniscayaan bagi pemerintah untuk merumuskan kembali visi dan strategi perencanaan bagi masa depan pendidikan Islam secara nasional. Kenyataan ini perlu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabepiilampungcom.wordpress.com&amp;blog=9054909&amp;post=2920&amp;subd=kabepiilampungcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kabepiilampungcom.files.wordpress.com/2012/01/madrasah-mtsn-4-model-jkt.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-2921" title="Madrasah  MtsN 4 Model Jkt" src="http://kabepiilampungcom.files.wordpress.com/2012/01/madrasah-mtsn-4-model-jkt.jpg?w=526&#038;h=400" alt="" width="526" height="400" /></a></p>
<p><strong>Imadi Daimah Ermasuri</strong><br />
Kandidat Magister Pendidikan Agama Islam<br />
IAIN Raden Intan Lampung<br />
SEIRING perkembangan zaman dan kompleksnya persoalan, dunia pendidikan agama Islam dituntut membuat strategi ampuh untuk menjawab berbagai tantangan.<br />
Oleh karena itu, menjadi sebuah keniscayaan bagi pemerintah untuk merumuskan kembali visi dan strategi perencanaan bagi masa depan pendidikan Islam secara nasional. Kenyataan ini perlu dicermati dari gambaran umum tentang mutu pendidikan Islam yang belum memenuhi harapan sebagai benteng moral bangsa.<br />
Belum terpenuhinya harapan itu setidaknya dipengaruhi tiga faktor: pertama sumber daya guru, kedua pelaksanaan pendidikan agama Islam, dan ketiga evaluasi dan pengujian tentang pendidikan agama Islam di sekolah.<br />
Langkah strategis itu bagi masa depan pendidikan Islam secara nasional yang layak ditawarkan meliputi pemantapan visi dan misi yang berangkat dari penguatan pemahaman terhadap wold view Islam, islamisasi ilmu pengetahuan kontemporer, dan perbaikan sistem pengelolaan lembaga pendidikan Islam.<br />
Perubahan Sosial<br />
Merujuk kepada pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas terkait dengan pendidikan Islam, tujuan pendidikan Islam adalah menciptakan manusia beradab secara menyeluruh meliputi kehidupan spiritual dan material. Orang terpelajar dalam pandangan Islam adalah orang yang beradab, yaitu orang yang menyadari sepenuhnya tanggung jawab dirinya kepada Allah, memahami dan menunaikan keadilan terhadap diri sendiri dan orang lain dalam masyarakat.<br />
Berangkat dari pemikiran di atas, ada dua misi yang harus ditempuh dalam pendidikan Islam. Pertama, menanamkan pemahaman Islam secara komprehensif agar peserta didik mampu mengetahui ilmu Islam dan mengamalkannya. Pendidikan Islam tidak semata-mata mengajarkan pengetahuan Islam secara teoritik sehingga hanya menghasilkan seorang islamolog, tetapi menekankan pada pembentukan sikap dan perilaku islami. Kedua, memberikan bekal kepada peserta didik agar dapat berkiprah dalam masyarakat serta mampu menghadapi tantangan melalui cara-cara yang benar.<br />
Untuk itu, pendidikan Islam harus mampu mengakses perubahan sosial di masyarakat. Pendidikan Islam tidak boleh mengasingkan diri dari realitas kehidupan yang terus berubah sejalan perkembangan peradaban. Oleh sebab itu, dalam kerangka ini dituntut strategi dan taktik dalam mengelola pendidikan Islam. Strategi ini mutlak harus disiapkan agar pendidikan Islam tidak terlibas hegemoni perubahan itu sendiri.<br />
Orientasi pendidikan Islam tidak boleh semata-mata menekankan pada pengisian otak, tetapi juga jiwa, akhlak, dan kepatuhan menjalankan ibadah. Di samping itu harus dipikirkan upaya menciptakan manusia yang kreatif, inovatif, produktif, dan mandiri sehingga tegar menghadapi tantangan. Visi pendidikan Islam harus mengintegrasikan berbagai pengetahuan yang terkotak-kotak ke dalam ikatan tauhid. Di samping itu pendidikan Islam harus mampu memberikan filter dan arahan dalam penyerapan ilmu pengetahuan yang tidak sesuai dengan kaidah Islam.<br />
Ide islamisasi ilmu pengetahuan atau lebih tepatnya islamisasi ilmu pengetahuan kontemporer berangkat dari premis bahwa ilmu pengetahuan kontemporer tidak bebas nilai dan tidak universal.<br />
Pemaduan Ilmu<br />
Menurut Al-Faruqi, islamisasi dapat dicapai melalui pemaduan ilmu baru dalam khazanah Islam dengan membuang, menata, menganalisis, menafsirkan ulang, dan menyesuaikannya sesuai nilai dan pandangan Islam. Cakupan islamisasi ilmu di atas menunjukkan bahwa islamisasi ilmu utamanya adalah urusan epistemologi dan metodologi. Bekerja menciptakan ilmu baru melalui penggabungan ilmu dengan cara tertentu berdasar pada sumber-sumber Islam.<br />
Kemudian dihasilkan melalui metode riset dan teori yang membangun usaha. Semua ditujukan untuk memulihkan kegiatan saintifik secara umum dan sains sosial khususnya, untuk memperbaiki jalur penggabungan antara wahyu dan observasi nyata. Langkah ini bukanlah proses penambahan dan pengurangan secara sepele, melainkan sebuah proses penyandingan kreatif yang serius.<br />
Telah dimaklumi bahwa problem utama dari ilmu pengetahuan kontemporer adalah problem wold view. Adopsi pengetahuan modern tanpa memperhatikan aspek wold view jelas akan menghasilkan keterkikisan. Istilah wold view menurut Alparslan Acikgence sebagaimana dikutip Hamid Fahmi Zarkasyi diartikan sebagai asas yang melandasi setiap aktivitas manusia termasuk aktivitas ilmiah dan teknologi.<br />
Sedangkan Islamic wold view adalah pandangan Islam tentang realitas dan kebenaran yang tampak oleh mata hati dan menjelaskan hakikat wujud. Dari wold view inilah akan lahir ilmu pengetahuan. Penguatan wold view berarti penguatan pemahaman terhadap Islam dalam arti seutuhnya. Islam dijadikan tolok ukur dalam setiap aktivitas dan gerakan. Islam sebagai landasan berpikir, bertindak dan beramal, termasuk sebagai landasan menjelajahi pengetahuan. Dengan ini pengetahuan yang diperoleh adalah pengetahuan yang terarah sesuai dengan visi dan misi Islam. (*)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kabepiilampungcom.wordpress.com/2920/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kabepiilampungcom.wordpress.com/2920/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kabepiilampungcom.wordpress.com/2920/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kabepiilampungcom.wordpress.com/2920/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kabepiilampungcom.wordpress.com/2920/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kabepiilampungcom.wordpress.com/2920/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kabepiilampungcom.wordpress.com/2920/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kabepiilampungcom.wordpress.com/2920/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kabepiilampungcom.wordpress.com/2920/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kabepiilampungcom.wordpress.com/2920/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kabepiilampungcom.wordpress.com/2920/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kabepiilampungcom.wordpress.com/2920/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kabepiilampungcom.wordpress.com/2920/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kabepiilampungcom.wordpress.com/2920/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabepiilampungcom.wordpress.com&amp;blog=9054909&amp;post=2920&amp;subd=kabepiilampungcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kabepiilampungcom.wordpress.com/2012/01/12/merumuskan-visi-baru-pendidikan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6e05d069cd15c18d61b8ed467a78cbe3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kabepiilampungcom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kabepiilampungcom.files.wordpress.com/2012/01/madrasah-mtsn-4-model-jkt.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Madrasah  MtsN 4 Model Jkt</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Delapan Kesalahan Organisasi.</title>
		<link>http://kabepiilampungcom.wordpress.com/2012/01/09/delapan-kesalahan-organisasi/</link>
		<comments>http://kabepiilampungcom.wordpress.com/2012/01/09/delapan-kesalahan-organisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 23:19:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fachruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabepiilampungcom.wordpress.com/?p=2913</guid>
		<description><![CDATA[&#160; CAHYADI TAKARIAWAN Anda aktif dalam kegiatan organisasi? Kadang kita mengalami kebosanan melihat dinamika organisasi yang “begitu-begitu saja”, bahkan tampak mandeg. Terutama untuk organisasi yang sudah tua atau sudah lama berdiri, sering mengalami kejumudan, kelambanan dan bahkan disorientasi. Para pengurus sampai kepada kesimpulan harus ada perubahan besar untuk menyegarkan organisasi. Visi perubahan dicanangkan, berbagai program [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabepiilampungcom.wordpress.com&amp;blog=9054909&amp;post=2913&amp;subd=kabepiilampungcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>CAHYADI TAKARIAWAN</p>
<p>Anda aktif dalam kegiatan organisasi? Kadang kita mengalami kebosanan melihat dinamika organisasi yang “begitu-begitu saja”, bahkan tampak mandeg. Terutama untuk organisasi yang sudah tua atau sudah lama berdiri, sering mengalami kejumudan, kelambanan dan bahkan disorientasi.</p>
<p>Para pengurus sampai kepada kesimpulan harus ada perubahan besar untuk menyegarkan organisasi. Visi perubahan dicanangkan, berbagai program digariskan, agar organisasi bisa segar dan kembali dinamis. Jika organisasi mengalami penyegaran, maka produktivitas hasil pasti akan meningkat bahkan berlipat.</p>
<p>Namun, keinginan melakukan perubahan besar dalam oirganisasi tidak selalu bisa berjalan mulus. Bahakan kadang tidak bisa dilaksanakan, akhirnya organisasi kembali kepada keadaan semula dan tidak mengalami perubahan yang berarti. Mengapa hal ini bisa terjadi?</p>
<p>Jika kita pinjam istilah John P. Kotter (1996) dalam bukunya “<em>Leading Change</em>” ada delapan kesalahan yang sering dilakukan pemimpin dan anggota, yang menyebabkan organisasi  mengalami kegagalan dalam melakukan perubahan besar. Delapan kesalahan tersebut adalah :</p>
<p>1. Membiarkan rasa puas diri yang berlebihan. Organisasi membiarkan para staf berada dalam zona nyaman terus menerus.</p>
<p>2. Gagal membentuk tim pengarah reformasi yang kuat. Perubahan didelegasikan terlalu jauh dan tim pengarah reformasi tidak mampu menjalankan peran dengan baik.</p>
<p>3. Menganggap remeh kekuatan suatu visi. Organisasi tidak percaya kekuatan suatu visi, sehingga tidak cukup meluangkan waktu untuk membuat visi yang jelas. Visi hanya dianggap sekedar suatu pernyataan. Sekedar formalitas belaka.</p>
<p>4. Visi tidak dikomunikasikan dengan baik. Organisasi telah mencanangkan visi, namun tidak dikomunikasikan dengan baik dengan seluruh elemen yang terkait di dalamnya.</p>
<p>5. Membiarkan rintangan yang menghadang pencapaian visi. Struktur organisasi, uraian jabatan, sistem penilaian prestasi serta mekanisme kenaikan gaji dan reward seringkali menjadi habitat yang buruk untuk hidupnya visi yang baru.</p>
<p>6. Gagal mendapatkan kemenangan jangka pendek. Perubahan yang mendasar memerlukan waktu yang panjang. Dalam menjalaninya perlu dibuat sasaran-sasaran antara yang memungkinkan seluruh elemen merasa mencapai suatu keberhasilan dan berhak merayakannya sebagai kemenangan. Tanpa kemenangan jangka pendek, para staf akan frustasi dan gagal mencapai perubahan besar.</p>
<p>7. Terlalu cepat menyatakan kemenangan akhir. Suatu perubahan yang telah dicapai umumnya masih labil. Mudah sekali untuk kembali ke keadaan semula. Jika kemenangan akhir dinyatakan terlalu dini dan hasil perubahan tidak dijaga dengan baik, kembalinya perubahan yang telah terjadi ke kondisi semula sangat mungkin terjadi.</p>
<p>8. Gagal membakukan perubahan ke dalam budaya organisasi. Budaya organisasi diyakini sebagai kumpulan perilaku-perilaku yang ditunjukkan oleh seluruh elemen organisasi dalam kegiatan sehari-hari. Jika perubahan tidak dapat diabadikan ke dalam perilaku organisasi sehari-hari, maka lambat laun perubahan yang telah dicapai akan memudar.</p>
<p>Untuk itulah peran pemimpin dan kepemimpinan harus semakin jelas agar bisa menghindarkan kegagalan organisasi. Jika organisasi gagal melakukan perubahan, pada titik tertentu akan semakin menimbulkan ketidakpercayaan bahkan keputusasaan dari para pengurus dan anggota. Hasilnya sudah bisa diduga, kehancuran organisasi. (KOMPASIANA)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kabepiilampungcom.wordpress.com/2913/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kabepiilampungcom.wordpress.com/2913/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kabepiilampungcom.wordpress.com/2913/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kabepiilampungcom.wordpress.com/2913/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kabepiilampungcom.wordpress.com/2913/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kabepiilampungcom.wordpress.com/2913/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kabepiilampungcom.wordpress.com/2913/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kabepiilampungcom.wordpress.com/2913/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kabepiilampungcom.wordpress.com/2913/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kabepiilampungcom.wordpress.com/2913/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kabepiilampungcom.wordpress.com/2913/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kabepiilampungcom.wordpress.com/2913/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kabepiilampungcom.wordpress.com/2913/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kabepiilampungcom.wordpress.com/2913/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabepiilampungcom.wordpress.com&amp;blog=9054909&amp;post=2913&amp;subd=kabepiilampungcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kabepiilampungcom.wordpress.com/2012/01/09/delapan-kesalahan-organisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6e05d069cd15c18d61b8ed467a78cbe3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kabepiilampungcom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pluralisme sebagai Benteng Republik</title>
		<link>http://kabepiilampungcom.wordpress.com/2012/01/06/pluralisme-sebagai-benteng-republik/</link>
		<comments>http://kabepiilampungcom.wordpress.com/2012/01/06/pluralisme-sebagai-benteng-republik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 23:14:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fachruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kenegaraan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabepiilampungcom.wordpress.com/?p=2906</guid>
		<description><![CDATA[Airlangga Pribadi  DI tengah kekhidmatan malam dua tahun haul wafatnya KH Abdurrahman Wahid lalu, Yudi Latif memberikan sambutan tentang sumbangan Gus Dur—sapaan akrab Abdurrahman Wahid—untuk Islam Indonesia. Kebesaran Abdurrahman Wahid—menurut Yudi—terletak pada paradoksal intelektualitasnya. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, Pemimpin Pondok Pesantren Soko Tunggal KH Nuril Arifin, dan Franz Magnis-Suseno (dari kiri ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabepiilampungcom.wordpress.com&amp;blog=9054909&amp;post=2906&amp;subd=kabepiilampungcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://cabiklunik.blogspot.com/2012/01/pluralisme-sebagai-benteng-republik.html">Airlangga Pribadi</a></h3>
<div> DI tengah kekhidmatan malam dua tahun haul wafatnya KH Abdurrahman Wahid lalu, Yudi Latif memberikan sambutan tentang sumbangan Gus Dur—sapaan akrab Abdurrahman Wahid—untuk Islam Indonesia. Kebesaran Abdurrahman Wahid—menurut Yudi—terletak pada paradoksal intelektualitasnya.</div>
<p><a href="http://kabepiilampungcom.files.wordpress.com/2012/01/haul2bgus2bdur.jpg"><img src="http://kabepiilampungcom.files.wordpress.com/2012/01/haul2bgus2bdur.jpg?w=480&#038;h=239" alt="" width="480" height="239" border="0" /></a>Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, Pemimpin Pondok Pesantren Soko Tunggal KH Nuril Arifin, dan Franz Magnis-Suseno (dari kiri ke kanan) hadir pada peringatan dua tahun meninggalnya KH Abdurrahman Wahid, di Kantor DPP PKB, Jakarta, Kamis (29/12/2011). (KOMPAS/RIZA FATHONI)</p>
<p>Adapun keistimewaan Gus Dur terletak pada kemampuan menghubungkan kosmopolitanisme pengetahuan yang menembus batas sekat-sekat kultural bertemu dengan kesadaran akan pentingnya pijakan tradisi dan kearifan lokal dalam merajut jalinan kebaikan bersama.</p>
<p>Bagi Gus Dur, yang bertahun-tahun menimba ilmu di Timur Tengah, universalitas Islam tidaklah dibangun melalui tegaknya satu model kebenaran tentang Islam yang hanya mengacu pada praktik beragama di tanah Arab untuk dipaksakan di Indonesia. Pembumiannya justru pada kesadaran kultural Nusantara dan pertemuan dengan kebinekaan yang lainlah yang membuat Islam menyatu dengan keindonesiaan kita yang plural.</p>
<p>Dua tahun setelah Gus Dur wafat, seiring dengan pelupaan secara perlahan semangat pluralisme dalam Islam Nusantara yang diusungnya, kita berkali-kali disodorkan oleh tontonan kekerasan untuk memaksakan satu model kebenaran agama terhadap mereka yang berbeda. Belum lama kita mendengar kisah memilukan tragedi pembantaian jemaah Ahmadiyah di Cikeusik, Banten, dan konflik pembangunan Gereja GKI Bogor di pengujung 2011. Kita pun menyaksikan pengusiran dan pembakaran pesantren jemaah Syiah di Sampang, Madura.</p>
<p>Patriotisme Indonesia</p>
<p>Bagi negeri kita, memudarnya semangat pluralisme dan ikatan solidaritas hidup bersama di dalam keragaman ini merupakan hal yang fatal. Ini mengingat dalam konteks keindonesiaan, pluralisme bukan semata-mata jadi alat bagi sebuah tujuan politik lainnya. Pluralisme pun bukanlah hidup demi tujuan pluralisme itu sendiri. Melampaui itu semua, pluralisme dalam konteks keindonesiaan menjadi alasan mengada bagi berdirinya Indonesia.</p>
<p>Di atas fondasi pluralisme-lah Indonesia sebagai negara-bangsa tegak berdiri. Tanpa kehadirannya, Indonesia sebagai sebuah cita-cita akan hancur berkeping-keping.</p>
<p>Untuk mengelaborasi gagasan ini, ada baiknya kita menelusuri bagaimana perbedaan antara pembentukan bangsa di negara-negara Eropa dan di Indonesia secara singkat.</p>
<p>Filsuf republikanisme Italia, Maurizio Virolli (1995)—dalam karyanya For Love of Country: an Essay on Patriotism and Nationalism—menjelaskan, dalam sejarah negara-bangsa di Eropa haruslah dibedakan antara nasionalisme dan patriotisme. Sebagai konsep kultural, nasionalisme sebagai spirit kultural di banyak negeri Eropa dibangun berdasarkan ikatan homogenitas kultural sebagai suatu bangsa. Sementara kesadaran keadaban (civicness) tiap-tiap orang tumbuh dalam komitmen dan pembelaannya terhadap komunitas politik negara.</p>
<p>Hak dan tanggung jawab sebagai warga negaralah yang membentuk kesadaran demokrasi, HAM, dan penghormatan terhadap pluralitas.</p>
<p>Berbeda dengan perjalanan banyak negara Eropa, sejak awal nasionalisme Indonesia dibangun atas rantai keterkaitan gugus entitas kultural yang plural dalam etnis, ras, agama, dan golongan. Sejak awal, pluralisme telah disadari oleh para pendiri republik tidak saja sebagai hak dari tiap-tiap orang yang mengaku menjadi bangsa Indonesia. Lebih dari itu, dalam sejarahnya tiap-tiap bagian bangsa ini telah berkorban, memberi, dan berperan dalam perjuangan membentuk Indonesia.</p>
<p>Dalam narasi sejarah demikian, nasionalisme sebagai ikatan kultural yang berbineka sejak awal telah menubuh dalam kesadaran patriotisme sebagai komitmen politik untuk membentuk negara-bangsa dengan segenap spirit kewargaannya. Konstruksi kebangsaan inilah yang ditekankan Soekarno dalam Lahirnja Pantjasila: ”Kita mendirikan negara Indonesia, yang kita semua harus mendukungnya. Semua buat semua! Bukan Kristen buat Indonesia, bukan golongan Islam buat Indonesia, bukan Hadikoesoemo buat Indonesia, bukan Van Eck buat Indonesia, bukan Nitisemito yang kaya buat Indonesia, tetapi Indonesia buat Indonesia. Semua buat semua!”</p>
<p>Seruan Bung Karno bahwa Indonesia milik semua sejalan dengan ajakan Abdurrahman Wahid. Bahwa, dalam ikatan keindonesiaan tidak boleh ada kelompok yang diistimewakan satu di atas yang lain. Sebab, tiap-tiap bagian dari bangsa Indonesia memiliki kontribusi penting dalam pembentukannya.</p>
<p>Batang tubuh</p>
<p>Kalau kita hubungkan komitmen kebangsaan dengan mulai munculnya sikap eksklusivisme di kalangan Islam terhadap kelompok minoritas Syiah dan Ahmadiyah, ada baiknya kita membahas sekelumit sumbangan mereka bagi terciptanya Indonesia.</p>
<p>Bagi kaum Syiah yang dipandang sebagai kaum minoritas Muslim Indonesia, sumbangan mereka dalam keislaman Nusantara amatlah penting. Sejak awal masuknya Islam di Nusantara, jejak sumbangan kultural mereka tampak dari tradisi keagamaan pada saat hari Asyura, melalui tradisi upacara bubur merah (lambang keberanian Imam Hussein) dan putih (lambang kesucian Imam Hassan) dari Aceh sampai Maluku. Tradisi kultural inilah yang mengilhami lambang bendera kita: Merah Putih.</p>
<p>Demikian pula halnya dengan Ahmadiyah, yang ketidaksepakatan beberapa kelompok terhadapnya sampai tak membolehkan hak mereka untuk hidup sebagai warga negara. Dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia, salah satu kelompok pergerakan modernisme Islam di Indonesia, yaitu Studenten Islam Studieclub—embrio dari kemunculan aktivis Islam politik seperti Masyumi—dalam publikasi majalahnya sering kali menggunakan tafsir Al Quran dari jemaah Ahmadiyah yang terkenal karena rasionalitas dan saintifiknya (Yudi Latif, 2005; Soekarno, 1964).</p>
<p>Dalam terang sekelumit fakta-fakta sejarah di ataslah sebenarnya ide pluralisme dan toleransi bukanlah ide yang berangkat jauh dari luar dan ditanamkan tanpa penyesuaian di Indonesia. Pluralisme adalah batang tubuh dari keindonesiaan kita. Setelah ide-ide ini digemakan oleh Soekarno dan Abdurrahman Wahid, kita membutuhkan lahirnya generasi baru yang membela pluralisme Indonesia sebagai benteng republik.</p>
<p>Airlangga Pribadi, Pengajar Ilmu Politik FISIP Universitas Airlangga</p>
<p>Sumber: Oase Kompas.com, Jumat, 6 Januari 2012</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kabepiilampungcom.wordpress.com/2906/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kabepiilampungcom.wordpress.com/2906/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kabepiilampungcom.wordpress.com/2906/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kabepiilampungcom.wordpress.com/2906/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kabepiilampungcom.wordpress.com/2906/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kabepiilampungcom.wordpress.com/2906/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kabepiilampungcom.wordpress.com/2906/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kabepiilampungcom.wordpress.com/2906/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kabepiilampungcom.wordpress.com/2906/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kabepiilampungcom.wordpress.com/2906/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kabepiilampungcom.wordpress.com/2906/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kabepiilampungcom.wordpress.com/2906/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kabepiilampungcom.wordpress.com/2906/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kabepiilampungcom.wordpress.com/2906/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabepiilampungcom.wordpress.com&amp;blog=9054909&amp;post=2906&amp;subd=kabepiilampungcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kabepiilampungcom.wordpress.com/2012/01/06/pluralisme-sebagai-benteng-republik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6e05d069cd15c18d61b8ed467a78cbe3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kabepiilampungcom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kabepiilampungcom.files.wordpress.com/2012/01/haul2bgus2bdur.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mengeja Indonesia dalam Keberagaman</title>
		<link>http://kabepiilampungcom.wordpress.com/2012/01/06/mengeja-indonesia-dalam-keberagaman/</link>
		<comments>http://kabepiilampungcom.wordpress.com/2012/01/06/mengeja-indonesia-dalam-keberagaman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 23:08:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fachruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kenegaraan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabepiilampungcom.wordpress.com/?p=2901</guid>
		<description><![CDATA[ Agnes Hening Ratri  SIANG belum genap di Madura, ketika kasus kekerasan kembali mengoyak bumi. Kelompok anti toleransi telah membakar sejumlah pesantren dan tempat ibadah milik jemaah Syiah. Mungkin kita masih berharap ada setitik cahaya untuk menerangi mereka yang membawa api dan pedang? Hanya setitik agar mereka melihat bahwa yang dianiaya, dibantai dan dirusak adalah sesama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabepiilampungcom.wordpress.com&amp;blog=9054909&amp;post=2901&amp;subd=kabepiilampungcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://cabiklunik.blogspot.com/2012/01/mengeja-indonesia-dalam-keberagaman.html"> Agnes Hening Ratri</a></h3>
<div> SIANG belum genap di Madura, ketika kasus kekerasan kembali mengoyak bumi. Kelompok anti toleransi telah membakar sejumlah pesantren dan tempat ibadah milik jemaah Syiah. Mungkin kita masih berharap ada setitik cahaya untuk menerangi mereka yang membawa api dan pedang? Hanya setitik agar mereka melihat bahwa yang dianiaya, dibantai dan dirusak adalah sesama warga Negara. Mereka juga pernah bersama-sama membangun Madura hingga saat ini.</div>
<p><a href="http://kabepiilampungcom.files.wordpress.com/2012/01/pancasila2bretak.jpg"><img src="http://kabepiilampungcom.files.wordpress.com/2012/01/pancasila2bretak.jpg?w=300" alt="" border="0" /></a>KOMPAS/DIDIE SW</p>
<p>Desember belum usai ketika aroma kekerasan kembali menyeruak dari dinding-dinding sekam rumah ibadah. Pada 23 Desember sore, sebelum senja usai pesan singkat dari Pendeta Bedalihulu mampir di ponsel. “Gereja kami di segel jam lima sore tadi, tolong kami”. Menjelang Natal, kembali jemaat sebuah gereja di Tangerang harus menahan amarah dan benci karena rumah ibadah mereka direbut oleh satpol PP dengan alasan warga tidak setuju ada rumah ibadah disana. Alasan yang sangat klise dan sepertinya tidak ada alasan lain.</p>
<p>Nyeri menusuk jantung ketika sesame anak bangsa merasa lebih berhak tinggal di bumi periti ini. Merasa jauh lebih memiliki warisan untuk mendirikan rumah ibadah dan merasa sebagai pemilik satu-satunya kebenaran di muka bumi ini. Wajah garang berselimut murka kembali terbayang. Betapa ngerinya berada dalam situasi yang tidak menguntungkan, dengan sedikit pengikut dan sedikit nyali.</p>
<p>Bahkan tawa riang anak-anak GKI Yasmin harus ditelan riak demonstran anti keberagaman. Perayaan Natal yang ditunggu-tunggu tak juga bisa mereka nikmati. Jangankan berbagi kado, untuk berdoa saja mereka tidak mendapat tempat di negeri ini. Masih terbayang wajah-wajah lucu nan riang yang sering bertanya “Mengapa kami tidak boleh berdoa di gereja?”</p>
<p>Penyegelan, penutupan, perusakan masih menjadi bara yang meranggas di Indonesia. Atas nama keinginan kelompok yang bersuara keras (anti toleransi) Negara ini menjadi lembek, lemah dan tunduk. Kita sudah letih bertanya kemana perangkat hukum beraksi ketika kasus seperti ini terjadi? Apakah mereka bersembunyi di warung-warung sambil minum teh, atau mereka menyimpan senjata laras panjang untuk “dihadiahkan” pada para demonstran atau petani?.</p>
<p>Mungkin saja, bagaimana tidak mereka begitu garang melayangkan tendangan dan peluru ketika aksi masyarakat dan mahasiswa bergema. Bahkan atas nama aparat mereka pun menjadi begitu arogan di halaman Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta beberapa waktu lalu.</p>
<p>Indonesiaku dalam rengkuh Pancasila yang kian lesu, menunduk dalam garis batas khatulistiwa yang kian panas. Sepanas desing peluru yang mencabut nyawa di Bima, Mesuji dan Papua. Rakyat yang membayar aparat, namun rakyat juga yang menerima timah panas. Merasakan mesiu masuk menerobos jantung dan bersarang dalam dinding-dinding kematian.</p>
<p>Keterangsingan kemudian menjadi kawan dalam merengkuh luka dan air mata. Karena berkata-kata telah menghabiskan energi dan menguras seluruh keberanian untuk melawan. Negeri ini telah kembali menjadi gagu, wagu dalam bersikap dan bahkan seringkali lebih memilih diam menjadi penonton atas pesta darah yang tertumpah.</p>
<p>Negeriku dalam cengkeraman maut, tiap saat membutuhkan tumbal. Tumbal dari mereka yang berani bersikap untuk menjadi santapan pemimpin abal-abal yang bersekutu dengan kaum bar-bar. Betapa kita sangat menyayangkan situasi ini. Bukankah hal ini kemudian meremehkan perjuangan Ignatius Slamet Rijadi, NI Mas Agustinus Adisutjipto (diabadikan menjadi nama bandara di jogja), Marta Christina Tijahahu, Latuharhary, Maria Walanda Maramis, MGR A.Sugiopranoto, S.J dan lain sebagainya. Dulu mereka tidak pernah bertanya agamamu apa dan berjuang untuk kelompok agama mana. Namun saat ini kita bisa melihat betapa angkuhnya anak-anak bangsa yang mewarisi kemerdekaan.</p>
<p>Kelewang dan pedang sekelebat melayang di atas langit Madura dan Cikesik tahun ini. Meminta darah dan nyawa bagi mereka yang setia pada keyakinan. Batu dan kayu bersahabat dengan suara doa-doa jemaat GKI Yasmin, gereja Rancaengkek, dan Sepatan.</p>
<p>Sementara mesiu dan senjata laras panjang masih mengintip di bumi Cendrawasih, menyelinap diantara perkebunan sawit Mesuji serta berbaur dengan aroma pantai di Bima, Nusa Tenggara Barat.</p>
<p>Sampai kapan irama kekerasan ini akan berhenti? Kemudian saling berdekapan dalam satu rumah yang nyaman bernama Indoensia? Kapan suara azan berpadu dengan kidung malam kudus? Meramu kalimat memuji Tuhan dalam kesantunan dan kemuliayaan.</p>
<p>Merindukan Indonesia tanpa kelewang, tanap pedang, tanpa batu, mesiu dan senjata laras panjang. Seperti bermimpi tentang kejayaan masa lalu, dimana sumberdaya melimpah, rempah-rempah menjadi kekayaan nusantara, dimana laut menjadi kawan baik bagi nelayan. Berharap tentang perubahan Indoensia, seperti menyusun parcel yang telah tercecer di berbagai tempat. Tidaklah mudah mengembalikan senyum anak-anak negeri ini yang telah lama menyimpan nya dalam bilik-bilik suram wajah mereka.</p>
<p>Mengeja kembali Indonesia dalam ruang bersama bernama Pancasila, di mana perbedaan menjadi kekayaan, di mana keanekaragaman menjadi begitu berwarna. Tidak senada, tidak seirama dalam melantunkan zikir dan pujian atas nama Tuhan, karena sejatinya Ia pun mengetahui semua bahasa. Bukan penyeragaman…..<br />
Jogjakarta, 30 Desember 2011</p>
<p>Agnes Hening Ratri<br />
• Penulis Freelance tulisannya dimuat di media online dan cetak, Penulis Oase Kompas.com “Sondang, Sang Revolusioner Telah Pergi”<br />
• Jurnalis media cetak terbaik untuk kategori liputan konflik agama (PPMN 2011)<br />
• Penulis buku “Kekerasan dan Rapuhnya Politik Multikultural Negara 2010”<br />
• Penulis antologi puisi, “Membaca Jogja 2011”<br />
• Penulis Buku” Monitoring Kebebasan Beragama 2011”<br />
• Saat ini sedang menempuh studi Program Pasca Sarjana di STISIP Widuri Jakarta</p>
<p>Sumber: Oase Kompas.com, Rabu, 4 Januari 2012</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kabepiilampungcom.wordpress.com/2901/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kabepiilampungcom.wordpress.com/2901/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kabepiilampungcom.wordpress.com/2901/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kabepiilampungcom.wordpress.com/2901/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kabepiilampungcom.wordpress.com/2901/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kabepiilampungcom.wordpress.com/2901/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kabepiilampungcom.wordpress.com/2901/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kabepiilampungcom.wordpress.com/2901/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kabepiilampungcom.wordpress.com/2901/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kabepiilampungcom.wordpress.com/2901/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kabepiilampungcom.wordpress.com/2901/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kabepiilampungcom.wordpress.com/2901/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kabepiilampungcom.wordpress.com/2901/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kabepiilampungcom.wordpress.com/2901/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabepiilampungcom.wordpress.com&amp;blog=9054909&amp;post=2901&amp;subd=kabepiilampungcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kabepiilampungcom.wordpress.com/2012/01/06/mengeja-indonesia-dalam-keberagaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6e05d069cd15c18d61b8ed467a78cbe3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kabepiilampungcom</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kabepiilampungcom.files.wordpress.com/2012/01/pancasila2bretak.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kala Agama Menjadi Bencana</title>
		<link>http://kabepiilampungcom.wordpress.com/2012/01/06/kala-agama-menjadi-bencana/</link>
		<comments>http://kabepiilampungcom.wordpress.com/2012/01/06/kala-agama-menjadi-bencana/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 03:26:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fachruddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kabepiilampungcom.wordpress.com/?p=2898</guid>
		<description><![CDATA[Iwan Nurdaya-Djafar Budayawan Agama yang dimaksudkan untuk menghindari kekacauan, sebaliknya justru bisa menjadi bencana bagi umat manusia. Dalam bukunya When Religion Becomes Evil (2002), Charles Kimball mengemukakan lima sebab yang bisa mengubah agama menjadi bencana, yakni klaim kebenaran mutlak, ketundukan buta, ingin mengembalikan masa keemasan, membenarkan segala cara, dan menyatakan perang suci. Jika sebab-sebab itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabepiilampungcom.wordpress.com&amp;blog=9054909&amp;post=2898&amp;subd=kabepiilampungcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Iwan Nurdaya-Djafar</strong><br />
Budayawan</p>
<p>Agama yang dimaksudkan untuk menghindari kekacauan, sebaliknya justru bisa menjadi bencana bagi umat manusia. Dalam bukunya When Religion Becomes Evil (2002), Charles Kimball mengemukakan lima sebab yang bisa mengubah agama menjadi bencana, yakni klaim kebenaran mutlak, ketundukan buta, ingin mengembalikan masa keemasan, membenarkan segala cara, dan menyatakan perang suci.<br />
Jika sebab-sebab itu secara alternatif telah menjadi karakter sebuah kelompok keyakinan apa pun, keyakinan itu sejatinya tengah mengalami pembusukan dari dalam, karena klaim kebenaran mutlak adalah hak mutlak Tuhan semata (al-Haqq), ketundukan buta adalah mengingkari perintah kitab suci untuk senantiasa berpikir (tafakkar), mengembalikan masa keemasan justru mengingkari gerak waktu yang tidak surut dan setiap masa memiliki masalahnya sendiri yang harus dijawab oleh generasinya, tujuan yang baik tidak pernah menghalalkan segala cara, dan perang tidak pernah suci.<br />
Celakanya, kelima sebab yang bisa mengubah agama menjadi bencana di atas menggejala jua di lingkungan umat muslim di dalam sejarahnya atau bahkan masih terus menyejarah. Klaim kebenaran mutlak, umpamanya, bisa datang dari para fukaha (ahli fikih) dengan menyatakan bahwa syariah dan/atau fikih berstatus suci dan karenanya mesti diamalkan tanpa boleh ditawar-tawar lagi. Bahkan kerap dibarengi dengan sikap mengafirkan (tafkir) orang lain yang tak bersetuju dengannya seraya menghalalkan darahnya.<br />
Padahal, menurut Ziauddin Sardar, syariah taklah suci. Itu hanya pemikiran manusia, yang bisa benar atau salah. Hanya Alquran yang suci. Pemahaman atas agama sebagai rujukan praktek ajarannya, bagaimanapun tidak bisa lepas dari teori laden. Suatu pernyataan adalah teori laden jika istilah-istilahnya hanya menciptakan makna di dalam cahaya dari serangkaian prinsip teoritis.<br />
Peringatan Nabi saw. justru sangat mendasar, baik secara epistemologis maupun praktis, tidak seorang pun punya hak untuk mengklaim mewakili Islam. Usaha memahami ajaran Islam sendiri hanya bisa dilakukan sedekat mungkin dengan pesan yang sebenarnya dan tidak pernah mencapai pesan yang sebenarnya sebagaimana yang dimaksudkan oleh Tuhan. Maka hasil yang diperoleh pun tidak lagi sepenuhnya bisa diklaim sebagai pesan agama itu sendiri. Bahkan, dalam kasus yang sangat memprihatinkan, pemahaman itu pun acap mendistorsi pesan agama yang sebenarnya.<br />
Ketika yang terakhir ini terwujud dalam bentuk praktek dan dilihat sebagai manifestasi sosial agama itu sendiri, maka agama tengah mengalami destruksi eksistensial (al-din mahjub bi al-mudayyinin) dan bisa berubah menjadi bencana, baik bagi para penganut agama itu sendiri maupun lainnya. &#8220;Islam musnah/tertutup oleh umat Islam sendiri (al-Islam mahjub bi al-muslimin),” demikian ungkapan populer menuturkan.<br />
Itulah sebabnya Ziauddin Sardar, pemikir muslim dari London, menawarkan perlunya pemikiran ulang  (rethinking) terhadap Islam. Syariah yang berlaku sekarang yang merupakan produk abad ke-8 dan ke-12 mesti diperbarui untuk menjawab tantangan umat pada abad ke-21. Yang terjadi sekarang ini adalah sebuah kenyataan bahwa fikih yang digunakan umat muslim merupakan fikih yang terbelakang, konservatif, dan tidak sejalan dengan paradigma kebangunan umat.<br />
Demikian pula Jamal al-Banna melalui bukunya Nahwa Fiqh Jadid sebanyak tiga jilid mempermaklumkan gagasan manifesto fikih baru.<br />
Membincang fikih, dalam konteks melakukan pembacaan ulang dan penyusunan ulang, merupakan sebuah keniscayaan, tandas al-Banna. Meskipun pemikirannya barangkali tidak terwujud sekarang, al-Banna berharap mungkin saja terwujud pada tahun-tahun yang akan datang oleh generasi muslim yang mempunyai ghirah untuk melakukan pembaruan ke arah pemahaman keagamaan yang dinamis, kreatif, dan memberikan harapan bagi umat muslim.<br />
Ketundukan buta atau sikap taklid adalah mengingkari perintah kitab suci untuk senantiasa berpikir (tafakkar). Banyak ayat Alquran yang diakhiri dengan frasa la tatafakarun (tidakkah engkau berpikir). Hal ini barang tentu menuntut pribadi muslim untuk bersikap rasional dan tidak menginjak akal di dalam beragama, untuk senantiasa mewaspadai diri sendiri dalam beragama, untuk bersikap kritis dan bukan larut belaka di dalam keyakinan komunitasnya yang bukan mustahil justru keliru. Sekaitan ini, menarik membaca pengalaman religius Ziauddin Sardar yang bertolak dari seorang tradisionalis, tetapi kemudian mengantarkan dia menjadi seorang muslim skeptis seperti tertuang dalam memoarnya yang menarik, Desperately Seeking Paradise: Journeys of A Sceptical Muslim.<br />
Upaya mengembalikan masa keemasan terjadi misalnya pada sekte Wahabi yang diperkenalkan oleh seorang fanatik abad ke-18 di Arab Saudi, yaitu Syekh Muhammad ibn &#8216;Abd al-Wahab melalui bukunya At-Tauhid (Monotheism) seraya beraliansi dengan Ibn Saud, yang pada 1925 melahirkan kerajaan Arab Saudi yang berpaham Wahabi. Kaum Wahabi sendiri menyebut diri mereka al-Muwahhidun atau Ahl al-Tawhid, sedangkan sebutan Wahabi diberikan oleh orang di luar mereka.<br />
Gagasan utama al-Wahhab adalah bahwa umat Islam telah melakukan kesalahan dengan menyimpang dari jalan Islam yang lurus, dan hanya dengan kembali ke satu-satunya agama yang benar mereka akan diterima dan mendapat rida Allah. Mereka menganggap sejarah Islam berhenti pada masa Kalifah (dinasti) seraya menyebutnya sebagai masa keemasan, padahal sejatinya al-Wahhab mendeklarasikan bentuk budaya Badui Najd sebagai satu-satunya Islam sejati dan kemudian menguniversalkannya dengan menjadikannya sebagai sesuatu yang wajib diikuti oleh semua umat Islam. Sementara itu, kaum Wahabi kiwari menerima budaya Arab Saudi dan menguniversalkannya dengan menyebutnya sebagai satu-satunya Islam yang benar.<br />
Ekspansi Wahabi sampai jua ke Nusantara seperti tampak pada kaum Paderi di Minangkabau. Tapi janganlah lupa bahwa NU didirikan pada 1926 persis untuk menahan ekspansi Wahhabisme itu di Nusantara. Ketika petrodolar melimpah ruah pada 1975, Wahabi melakukan ekspansi ke seluruh dunia. Mereka menyediakan sejumlah uang untuk membantu umat muslim sedunia sepanjang bersedia mengikuti fikih mereka. Terjemahan Alquran bahasa Inggris yang dicetak indah dengan biaya tanpa batas di Arab Saudi dibagikan secara gratis di hampir setiap pusat kegiatan islam di Amerika. Terjemahan subversif ini ditemukan di setiap toko buku muslim berbahasa Inggris. Penerjemahnya adalah para profesor di Universitas Madinah dan diverifikasi (tahkik) oleh almarhum &#8216;Abd al-Aziz bin Bazz, kepala Kementerian Riset Islam, Opini Legal, Dakwah, dan Bimbingan, yang notabene seorang ulama buta yang tidak paham sepatah kata pun bahasa Inggris. Terjemahan itu sejatinya adalah reproduksi sepenuhnya dari pandangan Bin Bazz dengan semua keanehannya.<br />
Penghalalan segala cara di dalam mencapai tujuan yang baik tampak misalnya pada pengertian jihad yang dibelokkan artinya menjadi perang (al-qital), termasuk pemilahan tegas atas dar al- harb atau kadang disebut dar al-kufr (wilayah perang, wilayah orang kafir) dan dar al-Islam (wilayah damai). Di dalam definisi yang aneh itu tentu saja kegiatan intelektual dan etika kerja yang kuat secara spiritual dan material dikeluarkan dari pengertian jihad. Padahal Nabi Muhammad berulang-ulang mengajarkan bahwa bentuk jihad terbesar adalah memerangi hasrat rendah manusia atau menyampaikan kebenaran di hadapan kekuasaan yang menindas sebagai konsekuensi berbicara seperti itu. Sikap mengafirkan pihak lain yang tak setuju dengan pandangannya juga bentuk penghalalan segala cara.<br />
Pernyataan bahwa perang bersifat suci juga suatu salah kaprah. Menerjemahkan jihad sebagai the holy war (perang suci) di dalam bahasa Inggris taklah dapat diterima. Apakah ada teologi &#8220;perang suci&#8221; dalam pengertian &#8220;Maju, tentara Kristen&#8221; dalam keyakinan Katolik? Jawabnya pastilah tidak, sebagaimana tradisi teologis Islam tidak memiliki gagasan berkaitan dengan perang suci. Islam tak punya semacam institusi otoritas kependetaan yang bisa membuat keputusan mengenai status kesucian sebuah perang. Perbedaan utamanya adalah bahwa di dalam agama Kristen terdapat sebuah institusi yang bisa secara menentukan dan konklusif menyatakan sekelompok pasukan tertentu berstatus Tentara Salib atau peziarah dalam tentara Tuhan, dan menjamin penebusan bagi para prajurit ini. Di dalam Islam, tak seorang pun, bahkan kalifah atau ahli hukum yang paling tinggi kedudukannya pun, yang memiliki kekuasaan hebat untuk menjamin penebusan atau memutuskan sebuah operasi militer dengan status suci atau ilahiah.<br />
&#8220;Perang Suci&#8221; (al-harb al-muqaddasah) bukanlah ungkapan yang dipakai oleh Alquran atau para teolog muslim. Dalam akidah Islam, perang itu tidak pernah suci; ia bisa dibenarkan atau bisa juga tidak. Bila dibenarkan, mereka yang terbunuh dipandang sebagai syuhada. Tapi penentuan status syahid ada di dalam wilayah eksklusif Tuhan; hanya Tuhan yang bisa menilai niat seseorang dan ketulusan niatnya, dan akhirnya menentukan apakah mereka layak atas status syuhada.<br />
Demikianlah kelima sebab yang bisa mengubah agama menjadi bencana di dalam konteks Islam. Tak pelak, hal sama juga menggejala di dalam agama lain. Tentu saja kita mesti menghindari semua itu. Terma agama yang berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu a (tidak) dan gama (kacau), janganlah direduksi menjadi gama (kacau). Jika ini yang terjadi, dapatlah dimafhumi manakala John Lenon semasa hidupnya mendendangkan lirik lagu Imagine yang digubahnya secara sedemikian getir, termasuk dalamnya karena agama telah menjadi bencana. Berikut petikannya: imagine there&#8217;s no countries/ it isn&#8217;t hard to do/ nothing to kill or die for/ no religion too. n</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kabepiilampungcom.wordpress.com/2898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kabepiilampungcom.wordpress.com/2898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kabepiilampungcom.wordpress.com/2898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kabepiilampungcom.wordpress.com/2898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kabepiilampungcom.wordpress.com/2898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kabepiilampungcom.wordpress.com/2898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kabepiilampungcom.wordpress.com/2898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kabepiilampungcom.wordpress.com/2898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kabepiilampungcom.wordpress.com/2898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kabepiilampungcom.wordpress.com/2898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kabepiilampungcom.wordpress.com/2898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kabepiilampungcom.wordpress.com/2898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kabepiilampungcom.wordpress.com/2898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kabepiilampungcom.wordpress.com/2898/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kabepiilampungcom.wordpress.com&amp;blog=9054909&amp;post=2898&amp;subd=kabepiilampungcom&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kabepiilampungcom.wordpress.com/2012/01/06/kala-agama-menjadi-bencana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6e05d069cd15c18d61b8ed467a78cbe3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kabepiilampungcom</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
