Proyek Gagal, Pekan Kondom Resmi Dihentikan

Tinggalkan komentar

Tingginya reaksi masyarakat atas program Pekan Kondom Nasional 2013 membuat Panitia Penyelenggara akhirnya memutuskan untuk membatalkan kegiatan sosialisasi pemakaian kondom melalui Pekan Kondom nasional 2013.

Derasnya tekanan komunitas agama, termasuk dari dua organisasi utama muslim Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah, diakui Klik menjadi faktor kuat dibalik keputusan pembatalan itu.

“Kami sampaikan bahwa PKN dibatalkan sesuai hasil diskusi Kemenkes dan juga dengan kesepakatan Direktur DKT,” kata Budi Harnanto, Deputi Dukungan Umum Komisi Penanggulangan AIDS NAsional.

Besarnya tekanan dan kritik menurut pegiat AIDS, Sri Pandam Pulungsi, menunjukkan strategi yang dipilih panitia tak tepat.

“Banyaknya protes menunjukkan banyak masyarakat yang belum paham soal kondom, ini yang mestinya digarap. Kalau begini kan malah kontraproduktif,” tambah mantan konsultan AIDS ini.

Hizbut Tahrir Indonesia merupakan salah satu ormas yang menolak Pekan Kondom Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan dan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional serta DKT, sebuah perusahaan yang memproduksi kondom merek Sultra dan Fiesta.

Juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia Ismail Yusanto menyambut baik pembatalan Pekan Kondom Nasional itu. “Program bukan hanya gagal tetapi juga berbahaya karena ini bisa merusak cara berfikir seolah bahwa kalian bisa melakukan seks apa saja asal pakai kondom. Kita harus kembali ke cara yang benar bagaimana mengatasi persoalan berkembangnya penyakit HIV AIDS, ini secara komprehensif.”

Dalam agenda yang sempat dirilis sejak sebulan lalu, Pekan Kondom Nasional sedianya akan menjadi ajang kampanye besar-besaran untuk sosialisasi pemakaian kondom pada masyarakat.

Kegiatan tadinya akan digelar antara 1-7 Desember dilakukan dengan sarana penunjang berupa sebuah bus yang akan dibawa berkeliling (roadshow) ke berbagai titik termasuk lokasi umum dan kampus di Jakarta.

Kontroversi Bus Kondom

Bus berukuran besar bercat merah dengan logo Pekan Kondom Nasional 2013 itu kemudian memantik debatdi sejumlah jejaring sosial karena bergambar bintang iklan kondom Julia Perez dalam busana dan pose seronok.

“Ini jadinya malah seperti menganjurkan hubungan seks bebas,” kritik salah satu Ketua Pengurus Besar Muhammadiyah, Syafiq Mughni.

Syafiq mempersoalkan akses terhadap kondom yang dibuat mudah bahkan gratis sehingga masyarakat bisa tergoda mencobanya dalam hubungan seksual yang tak terikat pernikahan.

“Kalau tadinya mau berhubungan takut kena HIV/AIDS, sekarang sudah dibilang aman, diberi kondom jadi malah kepengen mencoba.”

Muhammadiyah, seperti juga pengurus NU menyerukan agar umat tak ikut terlibat dalam agenda PKN 2013 ini, tambah Syafiq.

Agenda bagi-bagi kondom gratis juga mengundang ancaman dari Front Pembela Islam (FPI), yang mengatakan akan membubarkan acara bila diteruskan.

Pekan Kondom Nasional resmi Dihentikan

Tinggalkan komentar

 

Yulia Feres kondomJAKARTA, suaramerdeka.com – Pekan Kondom Nasional yang diadakan dengan tujuan menanggulangi penularan HIV/AIDS di Indonesia sejak 1 Desember 2013 lalu, akhirnya resmi diberhentikan. Kampanye yang membagikan kondom gratis sebagai salah satu agendanya ini menuai banyak protes dari berbagai kalangan karena dianggap mendorong praktik seks bebas dan kurang edukatif.

Menanggapi masalah ini,  Jane Shalimar mengatakan bahwa kampanye ini sebenarnya merupakan langkah yang baik untuk mensosialisasikan bahaya HIV/AIDS, namun Jane kurang setuju dengan pembagian kondom gratis yang menyasar kalangan remaja juga.

Jane menduga pihak produsen kondom sengaja memanfaatkan kampanye ini untuk promosi. “Seharusnya pembagian kondomnya dibatasi hanya ke kalangan tertentu saja yang memang rentan terkena virus HIV/AIDS, jangan ke remaja juga. Jadi seperti promosi,” ujarnya.

Selain itu, Jane menilai  ikon Julia Perez yang digunakan di bus untuk sosialisasi tidak cocok. Seharusnya ikon yang dipakai adalah tokoh intelektual misalkan Menteri Kesehatan, bukan malah artis dengan pose seronok yang malah memancing gairah.

Perempuan berdarah Arab ini menambahkan, seharusnya sosialisasi dilakukan dengan cara yang lebih kreatif dan efektif, bukan dengan membagikan kondom gratis. Sosialisasi dapat dilakukan misalnya dengan membuat diskusi di sekolah atau forum diskusi, membuat video testimoni dari penderita, atau membuat acara seni yang menarik dengan tema penanggulangan HIV/AIDS.

Jika sosialisasi dilakukan dengan maksimal dan setiap orangtua juga ikut berperan mendidik anaknya mengenai bahaya HIV/AIDS, Jane optimis tahun 2015 nanti Indonesia bisa bebas dari penyakit HIV/AIDS. “Aku optimis di tahun 2015 Indonesia bisa bebas dari HIV/AIDS, asal sosialisasi dilakukan dengan efektif dan maksimal,” tutup Jane.

Dolly van der Mart, Cikal Bakal Gang Dolly Surabaya

Tinggalkan komentar

 

 

Gg Dolly 1TEMPO.CO, Surabaya- Nama Gang Dolly sudah ada sejak zaman Belanda. Waktu itu ada seorang perempuan keturunan Belanda yang bernama Dolly van der Mart. Perempuan inilah yang menjadi pengagas kompleks prostitusi di Jalan Jarak, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Jawa Timur, itu.

“Sebelum jadi tempat prostitusi, ini dulu makam Tionghoa, Mas. Karena tempat ini ramai, makamnya dipindah,” kata Nining, warga yang sejak kecil hidup di kawasan lokalisasi Dolly, Surabaya, kepada Tempo, Jumat, 11 Oktober 2013.

Menurut Nining, Tante Dolly pada masanya menyediakan perempuan pemuas nafsu bagi para tentara Belanda yang berada di Surabaya. Jumlah perempuan di bawah asuhan Tante Dolly belum seberapa. Lambat laun, geliat permainan para tentara Belanda dengan anak asuh Tante Dolly menarik perhatian masyarakat umum. Ceritanya pun membuat penasaran kaum pria di sana. Mereka pun mulai menjajalnya.

Cerita berkembang. Nama Dolly akhirnya dikenal ke seluruh penjuru. Dolly sempat disebut sebagai lokasi prostitusi terbesar di Asia. Orang seolah membayangkan Dolly ketika pertama kali menjejakkan kaki di kota ini.

Kehadiran banyak orang di Dolly membawa berkah bagi masyarakat di sekitarnya. Warga sekitar membuka usaha lapak-lapak kaki lima. Yang dijajakan beragam, dari warung kopi, nasi goreng, jamu tradisional, sampai obat kuat. “Coba tidak ada Tante Dolly, tempat ini tidak akan seramai sekarang,” kata Nining.

Keturunan Tante Dolly diyakini masih berada di sekitar Surabaya. Mereka tak lagi meneruskan bisnis yang didirikan leluhurnya itu. Walaupun sampai kini tak pernah ada yang bisa memastikan daerah tempat tinggal keturunannya itu.

Jejak Dolly van der Mart

Mari Dukung Walikota Surabaya Menghapus Praktek Prostitusi di Gg. Dolly.

Tinggalkan komentar

FachruddinTidaklah terlalu mengejutkan bila Ahok sebagai pasangan Jakowi dalam memimpin Jakarta ini mulai berani bicara lantang, disaat saat kita memberikan aplous kepada Risma Walikota Surabaya yang berniat menutup praktek prostitusi di Gg. Dolly. Demikian beraninya Risma mnutup aktivitas perniagaan bernilai milyaran rupiah perhari demi menyelamatkan moral bangsa. Tetapi tidak begitu bagi Ahok yang justeru berpendapat bahwa lokalisasi prostitusi harus diselenggarakan demi menyelamatkan kebutuhan ekonomi masyarakat bangsa, karena pola hidup boros di sekitar lokalisasui prostitusi akan melahirkan aktivitas perniagaan. Kita tahu bahwa PSK di Gg.Dolly mencapai ribuan orang.

Kita memberikan dukungan kepada Risma Walikota Surabaya untuk mewujudkan komitmennya untuk menghapus citra buruk Kota Surabaya, dengan menghapus prostitusi di Gg Dolly Surabaya, karena disitu adalah tempat prostitusi terbesar di Asia Tenggara, dan juga dikatakan bahwa prestasi Dolly sebagai pusat prostitusi dapat dikatakan telah lama mendunia.

GG DollyKota Surabaya yang baru baru  ini telah ditetapkan sebagai kota terbersih ketiga di Asia, maka sewajarnyalah bila selaku Wal;ikota berusaha untuk meningkatkan prestasi kota ini sebagai terbersih kedua dan bila mungkin menjadi terbersih pertama, yang salah satu kreteriauntuk mencapai jenjang lebih tinggi adalah ketiadaan transaksi prostitusi.  semua orang tahu bahwa komitmen Walikota Surabaya ini bakal mendapat tantangan berat. Dan salah satunya tantangan ini juga datang dari seorang Ahok, kita tahu bahwa Ahok adalah prototipe manusia sepuluh betul yang sangatlah dielu elukan oleh pendukungnya. Kini Ahok telah tampil sebagai tokoh inspirator menentang rencana penghapusan lokalisasi prostitusi, dengan dalaih mempertahankan kesejahteraan masyarakat.

Kita berharap Walikota Surabaya tidak akan kendur dalam mewujudkan komitmennya dan dengan langkah yang mantap mampu maju melawan berbagai tantangan. Silakan saja Ahok mewujudkan gagasan gagasannya ttg lokalisasi prostitusi di DKI, tetapi kita sebagai masyarakat yang memiliki komitmen terwujudnya masyarakat bangsa yang berbudaya dan bermartabat menginginkan munculnya kota kota yang relatif bersih dari persoalan sosial terutama dalam bentuk legalisasi prilaku menyimpang seperti lokalisasi prostitusi.

Kita berharap organisasi Islam, terutama organisasi pelajar, mahasiswa dan pemuda memberikan dukungan nyata bagi usaha Walikota yang bakal mendapat perlawanan dari berbagai pihak ini. Kita tidak menutup mata akan tingginya nilai transaksi setiap harinya di Gg. Dolly ini, tetapi cobalah hitung dengan cermat akan keuntungan dan kerugiannya membiarkan dan bahkan mengembangkan prostitusio Gg. Dolly dengan menghapusnya.  Kita semua tahu, manakala sesuatu ditimbang dengan pertimbangan ekonomi, maka kejujuran dan moral akan dijadikan pertimbangan kesekian belas.

AHOK Bicara Lantang

Tinggalkan komentar

Risma tutup Gg. Dolly, Ahok malah ingin prostitusi dilokalisasi

Wagub DKI AhokMerdeka.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) kemarin mengaku lebih senang jika prostitusi dilokalisasi. Menurutnya dengan adanya lokalisasi maka lebih mudah melakukan sosialisasi mengenai bahaya HIV AIDS.

“Kalau dikumpulkan jadi satu kita lebih mudah melakukan penyuluhan,” ujar Ahok dalam acara Rembuk Provinsi 2013 sesi ke-2 di Hotel Lumire, Jakarta Pusat, Senin (2/12) kemarin.

Selain itu, mantan Bupati Belitung Timur menambahkan, dengan terkoordinirnya para penjaja seks lebih dapat didata. Lebih dari itu, dia mengatakan akan mengirimkan para tokoh agama untuk memberikan pencerahan.

“Nanti kita kirim ustad dan pastur ke sana,” tambah Ahok.

Lain Ahok, lain Risma. Walikota Surabaya bernama lengkap Tri Rismaharini tersebut malah sedang gencar-gencarnya hendak menutup prostitusi di Gang Dolly.

Akhir tahun 2013 mendatang, Surabaya bertekad menjadi kota bebas prostitusi. Demi masa depan generasi bangsa, kawasan lokalisasi terbesar di Asia Tenggara yang terletak di Gang Dolly, Kecamatan Sawahan, Surabaya dipastikan akan tinggal kenangan.

Hal ini dikatakan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Orang nomor satu di Kota Pahlawan ini berharap para orang tua yang tinggal di kawasan lokalisasi, diminta untuk memperhatikan masa depan anak-anak mereka. Sebab, pertumbuhan dan masa depan anak-anak harus menjadi prioritas di atas segalanya, termasuk urusan perut.

“Hendaknya, orangtua jangan hanya memikirkan perut saja, masa depan anak-anak harus jadi prioritas. Jangan karena kepentingan perut, bisa merugikan masa depan anak-anak,” kata Risma, Senin (11/11) lalu.

Diakui wali kota kelahiran Kediri itu, persoalan di lokalisasi seperti Dolly, Jarak dan lokalisasi lainnya di Surabaya, merupakan masalah klasik yang selalu mengiringi siapapun yang memimpin Kota Surabaya dalam setiap periodenya.

Selain itu, problem sosial lainnya seperti kasus trafficking (perdagangan anak) yang kerap ditangani pihak kepolisian di Kota Pahlawan ini. Dan menurut wali kota yang juga alumni Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) itu, kasus perdagangan anak yang kian marak tersebut, memiliki benang merah dengan daerah lokalisasi.

“Ketika saya datang ke sekolah yang dekat dengan lokalisasi, ada kecenderungan anak-anaknya, tatapan matanya kosong dan tanpa semangat. Anak-anak ini kan dekat dengan praktik seks bebas. Untuk itu, mereka harus diselamatkan,” tegas Risma.

Agar Surabaya bebas prostitusi di masa mendatang, rehabilitasi lokalisasi harus segera dilakukan. Khusus untuk rehabilitasi lokalisasi Gang Dolly, Risma menyebut, pihaknya tengah melakukan persiapan matang. Persiapannya harus lengkap, karena kawasan Gang Dolly luas dan bahkan disebut-sebut sebagai lokalisasi terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Sekarang, Risma mengaku sudah menginstruksikan kepada dinas-dinas terkait agar siap bergerak. “Karena tidak ada gunanya Surabaya bersih, indah dan tamannya banyak, tetapi masih ada masalah sosial seperti Dolly. Karena itu, saya tidak akan menyerah,” katanya yakin

Hukuman Mati Bisa Diberlakukan untuk Koruptor

Tinggalkan komentar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Hukuman mati bisa diberlakukan kepada pelaku kejahatan korupsi dari kalangan pimpinan pejabat tinggi.

Pernyataan itu disampaikan pakar hukum pencucian uang, Yenti Garnasih dalam satu diskusi dengan tema ‘Kerja sama Parlemen Asia Tenggara untuk Pemberantasan Korupsi (SEAPAC)’ di Gedung DPR, Kamis (3/10). “Kalau presiden menyatakan keadaan dalam darurat korupsi maka Ketua MK bisa dipidana dengan hukuman mati,” katanya.

Selain Yenti, turut menjadi nara sumber dalam diskusi itu Wakil Ketua DPR, Pramono Anung dan anggota DPR dari Fraksi PKS, Fahri Hamzah. Menurut Yeni hukum di Indonesia memungkinkan untuk menjatuhkan hukuman mati kepada pelaku kejahatan dari kalangan pimpinan pejabat tinggi.

Dalam Pasal 2 Ayat 2 UU KPK, tambahnya, seseorang bisa dihukum mati kalau kejahatan yang dia lakukan menyebabkan guncangan moneter, keadaan darurat atau terkait dana bencana alam.

Karenanya, hukuman mati bisa dijatuhkan kepada pelaku korupsi yang berasal dari pimpinan pejabat tinggi negara bisa diterapkan, kalau Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan Indonesia sudah berada dalam kondisi darurat korupsi.

Menurut Yenti Ketua MK merupakan simbol tertinggi di bidang peradilan dan penegakkan hukum di Indonesia. Yenti justru menyayangkan pernyataan Presiden yang memuji-muji keberhasilan KPK dalam menangkap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar atas tuduhan suap dalam satu kasus pemilihan kepala daerah di Provinsi Kalimantan Tengah.

“Kenapa Presiden SBY tidak menyatakan agar pelaku kejahatan korupsi dari pimpinan lembaga tinggi negara dihukum seberat-beratnya,” katanya

Pro Kontra Jilbab Polwan

Tinggalkan komentar

Fachruddin KB PII LampungSejak sedia kala masalah jilbab ini selalu saja menjadi sesuatu yang kontroversial, dahulu guru olahraga selalu saja mempersoalkan siswi yang berjilbab pada waktu pelajaran olahraga, mereka mereka yang memakai jilbab pada saat mata pelajaran ini disajikan mendapat ancaman akan tidak mendapat nilai dari sang guru. Sepertinya jilbab yang semula sekedar belum diatur dalam peraturan yang berlaku tiba tiba saja menjadi ancaman besar bagi siswa untuk mencapai prestasi dalam bidang pelajaran olahraga dan kesehatan itu. Sikap guru olahraga ini banyak mendapat simpati dari kepala sekolah, sehingga ancaman bagi mereka yang menggunakan jilbabpun meningnkat menjadi ancamana pencoretan siswi dari daftar murid di sekolah itu. Akhirnya jilbab terimig sebagai barang busuk yang harus dihindari perempuan untuk mendapatkan penilaian sebagai perempuan baik baik. Jilbab menjadi lambang indisipliner diberbagai sekolah pavorit.

POLWAN BERJILBABSepertinya memang ada pihak pihak yang berusaha untuk memberikan gambaran buruk bahwa perempuan berjilbab adalah lambang manusia asosial. Kontroversi jilbab di sekolah berhenti ketika Menteri pendidikan akhirnya melegalkan jilbab yang dikenakan para siswi di sekolah. ternyata jilbab sedikitpun tak menghambat seorang siswa untuk mencapai prestasi belajar. Banyak diantara siswa yang memiliki prestasi belajar yang baik ternyata duduk bersama sederetan siswa yang berprestasi membanggakan. Maka tak heran bila jilbab semakin populer untuk dikenakan bagi sisiwi maupun guru perempuan di sekolah sekolah. Di kantor dan diberbagai tempat. Dan kini tak jarang para artispun mengenakan jilbab, atau hijab dan apapun nama yang mereka berikan bagi penutup kepala perempuan itu.

Kini nampaknya giliran jilbab Polwan menjadi kontroversi, tidak kurang dari seorang Wakapolri mempertunjukkan dirinya sebagai sosok yang mengekspressikan ketidaksenangannya kepada Kapolri yang telah memberikan sinyal untuk dilegalkannya jilbab untuk dipakai polwan yang mengehndakinya. Tetapi lain Kapolri lain lagi Wakapolrinya. Banyak pihak yang sangat menyayangkan pernbyataan pernyataan yang dikeluarkan oleh Wakapolri yang bertentangan dengan Kapolri. Kita semua mengklhawatirkan efek buruk dari kontroversi ini. tetapi sepertinya Wakapolri yang memang lebih senior ketika dalam pendidikan itu ingin memberikan pelajaran kepada Kapolri itu bagaimana semestinya seorang pejabat tertinggi di lingkungan Polri bersikap. Kini Wakapolri sejatinya bukan hanya sedang berhadapan dengan para Polwan yang dahulu menuntut dilegalkannya jilbab dalam seragam Polwan.

Apa yang menjadi dasar sikap Wakapolri adalah juga seperti yang dijadikan dasar dan ditempuh oleh para Guru Olahraga, apa yang dijadikan filosofi Wakapolri tidak bedanya dengan filofi guru olahraga dalam menolak jilbab. Kita yakin bahwa Kapolri dengan segala kewenangannya itu pada akhirnya akan mampu menempuh jalan seperti apa yang dilakukan oleh meneteri Pendidikan. Karena jilbab memiliki efek positif bagi pemakainya. Demikian juga jilbab bagi polwan dapat meningkatkan imeg baik bagi Kepolsian secara keseluruhan. Kita berharap kepada Wakapolri,  kendatipun pada saat dahulu dibangku kuliah lebih senior, tetapi hendaknya janganlah berusaha membuat ada dua komandan di tubuh Polri karena dapat mengundang kerusakan yang lebih luasd dan sistemik.

Kita berharap Kapolri dan Wakapolri bisa mengendurkan suasana, belajarlah dari sikap mulia SBY ketika dahulu JK terlampau cepat membuat pernyataan, tetapi nampaknya SBY selaku atasan langsung JK mencoba bersabar untuk lebih menyelesaikannya secara internal dahulu sebelum membuat pernyataan yang berbeda. Namun sikap sabar itu tak mengurangi simpati masyarakat kepada SBY. Demikian pula sikap mengalah Wakapolri tidaklah menghilangkan ketokohannya, dibanding kesangguoannya memaksa Kapolri menelan ludahnya kembali, karena itu justeru akan akan memberikan efek yang sangat buruk. Sebagai rakyat kami meminta keduanya dapat berjalan seiring jalan, sehingga keduanya mampu memberikan perlindungan secara lebih baik bagi kita kita yang memang membutuhkan perlindungan dari keduanya.  HIDUP POLISI.

Hisab dan Rukyat Setara: Astronomi Menguak Isyarat Lengkap dalam Al-Quran tentang Penentuan Awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah

Tinggalkan komentar

T. Djamaluddin
Profesor Riset Astronomi Astrofisika, LAPAN
Anggota Badan Hisab Rukyat, Kementerian Agama RI

(Gambar hilal dari http://www.staff.science.uu.nl/~gent0113/islam/islam_lunvis.htm)

Diskusi soal penentuan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah seringkali terfokus pada pemaknaan rukyat dan pengambilan dalil dari banyak hadits. Minim sekali pengambilan dalil dari Al-Quran dalam hal operasionalisasi penentuan awal bulan tersebut, karena memang Al-Quran tidak secara eksplisit mengungkapkan tata caranya seperti dalam hadits. Ya, kalau sekadar menggunakan ilmu tafsir yang selama ini digunakan oleh para ulama, kita sulit menemukan isyarat operasionalisasi penentuan awal bulan qamariyah di dalam Al-Quran.Tetapi, marilah kita gunakan alat bantu astronomi untuk memahami ayat-ayat Allah di dalam Al-Quran dan di alam. Kita akan mendapatkan isyarat yang jelas dan lengkap tata cara penentuan awal bulan itu di dalam Al-Quran. Memang bukan pada satu rangkaian ayat, tetapi dalam kaidah memahami Al-Quran, satu ayat Al-Quran bisa dijelaskan dengan ayat-ayat lainnya.

Dengan pemahaman astronomi yang baik, kita bisa menemukan isyarat yang runtut dan jelas soal penentuan awal bulan qamariyahm khususnya awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhjjah. Berikut ini ayat-ayat pokok yang menuntun menemukan isyarat itu yang dipandu pemahaman ayat-ayat kauniyah dengan astronomi:

1. Kapan kita diwajibkan berpuasa? Allah memerintahkan bila menyaksikan syahru (month, bulan kalender) Ramadhan berpuasalah.


Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang salah). Karena itu, barangsiapa di antara kamu menyaksikan (datangnya) bulan (Ramadhan) itu maka berpuasalah. (QS 2:185)

Lalu bagaimana menentukan datangnya bulan (syahru) tersebut? Al-Quran tidak secara langsung menjelaskannya. Tetapi beberapa ayat berikut menuntun menguak isyarat yang jelas tata cara penentuan syahru tersebut, dengan dipandu pemahaman astronomi akan ayat-ayat kauniyah tentang perilaku bulan dan matahari.

2. Apa sih batasan syahru itu? Syahru itu hanya ada 12, demikian ketentuan Allah. Secara astronomi, 12 bulan adalah satu tahun.

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah ketika Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (QS 9:36).

3. Lalu bagaimana menentukan masing-masing syahru dalam satu tahun? Bilangan tahun diketahui dari keberulangan tempat kedudukan bulan di orbitnya (manzilah-manzilah), yaitu 12 kali siklus fase bulan. Keteraturan keberulangan manzilah-manzilah itu yang digunakan untuk perhitungan tahun, setelah 12 kali berulang. Dengan demikian, kita pun bisa menghitungnya.


Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat kedudukan bulan), supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan haq (benar). Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. (QS. 10:5).

4. Lalu, apa tanda-tanda manzilah-manzilah yang mudah dikenali manusia? Manzilah-manzilah ditandai dengan perubahan bentuk-bentuk bulan, dari bentuk sabit makin membesar menjadi purnama sampai kembali lagi menjadi bentuk sabit menyerupai lengkungan tipis pelepah kurma yang tua.

Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia seperti pelapah yang tua. (QS 36:39).

5. Lalu, manzilah yang mana yang bisa dijadikan awal syahru? Manzilah awal adalah hilal, bentuk sabit tipis. Itulah sebagai penentu waktu (mawaqit) awal bulan, karena tandanya jelas setelah sebelumnya menghilang yang disebut bulan mati. Purnama walau paling terang tidak mungkin dijadikan manzilah awal karena tidak jelas titik awalnya. Hilal itu bukan hanya untuk awal Ramadhan (seperti disebut pada ayat-ayat sebelumnya, di QS 2:183 – 188) dan akhirnya (awal Syawal), tetapi juga untuk penentuan waktu ibadah haji pada bulan Dzulhijjah.

Mereka bertanya kepadamu tentang hilal (bulan sabit). Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah penentu waktu bagi manusia dan (bagi penentuan waktu ibadah) haji. (QS 2:189).

Jadi, syahru (bulan) Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah ditentukan dengan hilal. Hilal adalah bulan sabit yang tampak, yang merupakan fenomena rukyat (observasi). Tetapi ayat-ayat tersebut juga tegas menyatakan bahwa manzilah-manzilah (termasuk manzilah awal, yaitu hilal) bisa dihitung (hisab). Jadi, rukyat dan hisab setara, bisa saling menggantikan atau saling melengkapi. Tanda-tanda awal bulan yang berupa hilal bisa dilihat dengan mata (rukyat) dan bisa juga dihitung (hisab) berdasarkan rumusan keteraturan fase-fase bulan dan data-data rukyat sebelumnya tentang kemungkinan hilal bisa dirukyat. Data kemungkinan hilal bisa dirukyat itu yang dikenal sebagai kriteria imkanur rukyat atau visibilitas hilal.

Apakah ada alternatif lain menentukan awal bulan, yaitu sekadar hisab bulan wujud di atas ufuk (wujudul hilal)? Saya tidak menemukan ayat yang tegas yang dapat menjelaskan soal wujudul hilal tersebut. Ada yang berpendapat isyarat wujudul hilal itu ada di dalam QS 36:40.

Tidaklah mungkin matahari mengejar bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang, dan masing-masing beredar pada garis edarnya. (QS 36:40).

Logikanya, tidak mungkin matahari mengejar bulan. Tetapi mereka berpendapat ada saatnya matahari mendahului bulan, yaitu matahari terbenam terlebih dahulu daripada bulan, sehingga bulan telah wujud ketika malam mendahului siang (saat maghrib). Saat mulai wujud itulah yang dianggap awal bulan. Tetapi itu kontradiktif. Tidak mungkin mengejar, tetapi kok bisa mendahului. Logika seperti itu terkesan mengada-ada.

Ayat tersebut secara astronomi tidak terkait dengan wujudul hilal, karena pada akhir ayat ditegaskan “masing-masing beredar pada garis edarnya”. Ayat tersebut menjelaskan kondisi fisik sistem bumi, bulan, dan matahari. Walau matahari dan bulan tampak sama-sama di langit, sesungguhnya orbitnya berbeda. Bulan mengorbit bumi, sedangkan Matahari mengorbit pusat galaksi. Orbit yang berbeda itu yang menjelaskan “tidak mungkin matahari mengejar bulan” sampai kapan pun. Malam dan siang pun silih berganti secara teratur, tidak mungkin tiba-tiba malam karena malam mendahului siang. Itu disebabkan karena keteraturan bumi berotasi sambil mengorbit matahari. Bumi juga berbeda garis edarnya dengan matahari dan bulan. Semuanya beredar (yasbahun) di ruang alam semesta, tidak ada yang diam.

Apakah penentuan awal bulan dengan menggunakan tanda-tanda pasang air laut bisa dibenarkan? Tidak benar. Pasang air laut memang dipengaruhi oleh bulan dan matahari. Pada saat bulan baru pasang air laut maksimum. Tetapi, bulan baru belum berarti terlihatnya hilal. Lagi pula, pasang maksimum yang terjadi dua kali sehari tidak memberikan kepastian untuk menentukan awal bulannya.

Ada pula kelompok yang masih menggunakan hisab (perhitungan) lama, dengan cara hisab urfi. Apakah masih dibenarkan? Hisab urfi adalah cara hisab yang paling sederhana ketika ilmu hisab belum berkembang. Caranya, setiap bulan berselang-seling 30 dan 29 hari. Bulan ganjil selalu 30 hari. Jadi Ramadhan selalu 30 hari. Belum tentu awal bulan menurut hisab urfi bersesuaian dengan terlihatnya hilal. Jadi, hisab urfi semestinya tidak digunakan lagi.

AJARAN KHITANAN DALAM ISLAM

Tinggalkan komentar

Khitan secara bahasa artinya memotong. Secara terminologis artinya memotong kulit yang menutupi alat kelamin lelaki (penis). Dalam bahasa Arab khitan juga digunakan sebagai nama lain alat kelamin lelaki dan perempuan seperti dalam hadist yang mengatakan “Apabila terjadi pertemuan dua khitan, maka telah wajib mandi” (H.R. Muslim, Tirmidzi dll.).

Dalam agama Islam, khitan merupakan salah satu media pensucian diri dan bukti ketundukan kita kepada ajaran agama. Dalam hadist Rasulullah s.a.w. bersabda:”Kesucian (fitrah) itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memendekkan kumis dan memotong kuku” (H.R. Bukhari Muslim).

Faedah khitan: Seperti yang diungkapkan para ahli kedokteran bahwa khitan mempunyai faedah bagi kesehatan karena membuang anggota tubuh yang yang menjadi tempat persembunyian kotoran, virus, najis dan bau yang tidak sedap. Air kencing mengandung semua unsur tersebut. Ketika keluar melewati kulit yang menutupi alat kelamin, maka endapan kotoran sebagian tertahan oleh kulit tersebut. Semakin lama endapan tersebut semakin banyak. Bisa dibayangkan berapa lama seseorang melakukan kencing dalam sehari dan berapa banyak endapan yang disimpan oleh kulit penutup kelamin dalam setahun. Oleh karenanya beberapa penelitian medis membuktikan bahwa penderita penyakit kelamin lebih banyak dari kelangan yang tidak dikhitan. Begitu juga penderita penyakit berbahaya aids, kanker alat kelamin dan bahkan kanker rahim juga lebih banyak diderita oleh pasangan yang tidak dikhitan. Ini juga yang menjadi salah satu alasan non muslim di Eropa dan AS melakukan khitan.[1]

Hukum Khitan

Dalam fikih Islam, hukum khitan dibedakan antara untuk lelaki dan perempuan. Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum khitan baik untuk lelaki maupun perempuan.

Hukum khitan untuk lelaki:

Menurut jumhur (mayoritas ulama), hukum khitan bagi lelaki adalah wajib. Para pendukung pendapat ini adalah imam Syafi’i, Ahmad, dan sebagian pengikut imam Malik. Imam Hanafi mengatakan khitan wajib tetapi tidak fardlu.

Menurut riwayat populer dari imam Malik beliau mengatakan khitan hukumnya sunnah. Begitu juga riwayat dari imam Hanafi dan Hasan al-Basri mengatakan sunnah. Namun bagi imam Malik, sunnah kalau ditinggalkan berdosa, karena menurut madzhab Maliki sunnah adalah antara fadlu dan nadb. Ibnu abi Musa dari ulama Hanbali juga mengatakan sunnah muakkadah.

Ibnu Qudamah dalam kitabnya Mughni mengatakan bahwa khitan bagi lelaki hukumnya wajib dan kemuliaan bagi perempuan, andaikan seorang lelaki dewasa masuk Islam dan takut khitan maka tidak wajib baginya, sama dengan kewajiban wudlu dan mandi bisa gugur kalau ditakutkan membahayakan jiwa, maka khitan pun demikian.

Dalil yang Yang dijadikan landasan bahwa khitan tidak wajib.

1. Salman al-Farisi ketika masuk Islam tidak disuruh khitan;

2. Hadist di atas menyebutkan khitan dalan rentetan amalan sunnah seperti mencukur buku ketiak dan memndekkan kuku, maka secara logis khitan juga sunnah.

3. Hadist Ayaddad bib Aus, Rasulullah s.a.w bersabda:”Khitan itu sunnah bagi lelaki dan diutamakan bagi perempuan. Namun kata sunnah dalam hadist sering diungkapkan untuk tradisi dan kebiasaan Rasulullah baik yang wajib maupun bukan dan khitan di sini termasuk yang wajib.

Adapun dalil-dalil yang dijadikan landasan para ulama yang mengatakan khitab wajib adalah sbb.:

1. Dari Abu Hurairah Rasulullah s.a.w. bersabda bahwa nabi Ibrahim melaksanakan khitan ketika berumur 80 tahun, beliau khitan dengan menggunakan kapak. (H.R. Bukhari). Nabi Ibrahim melaksanakannya ketika diperintahkan untuk khitan padahal beliau sudah berumur 80 tahun. Ini menunjukkan betapa kuatnya perintah khitan.

2. Kulit yang di depan alat kelamin terkena najis ketika kencing, kalau tidak dikhitan maka sama dengan orang yang menyentuh najis di badannya sehingga sholatnya tidak sah. Sholat adalah ibadah wajib, segala sesuatu yang menjadi prasyarat sholat hukumnya wajib.

3. Hadist riwayat Abu Dawud dan Ahmad, Rasulullah s.a.w. berkata kepada Kulaib: “Buanglah rambut kekafiran dan berkhitanlah”. Perintah Rasulullah s.a.w. menunjukkan kewajiban.

4. Diperbolehkan membuka aurat pada saat khitan, padahal membuka aurat sesuatu yang dilarang. Ini menujukkan bahwa khitab wajib, karena tidak diperbolehkan sesuatu yang dilarang kecuali untuk sesuatu yang sangat kuat hukumnya.

5. Memotong anggota tubuh yang tidak bisa tumbuh kembali dan disertai rasa sakit tidak mungkin kecuali karena perkara wajib, seperti hukum potong tangan bagi pencuri.

6. Khitan merupakan tradisi mat Islam sejak zaman Rasulullah s.a.w. sampai zaman sekarang dan tidak ada yang meninggalkannya, maka tidak ada alasan yang mengatakan itu tidak wajib.

 

Khitan untuk perempuan

Hukum khitan bagi perempuan telah menjadi perbincangan para ulama. Sebagian mengatakan itu sunnah dan sebagian mengatakan itu suatu keutamaan saja dan tidak ada yang mengatakan wajib.

Perbedaan pendapat para ulama seputar hukum khitan bagi perempuan tersebut disebabkan riwayat hadist seputar khitan perempuan yang masih dipermasalahkan kekuatannya.

Tidak ada hadist sahih yang menjelaskan hukum khitan perempuan. Ibnu Mundzir mengatakan bahwa tidak ada hadist yang bisa dijadikan rujukan dalam masalah khitan perempuan dan tidak ada sunnah yang bisa dijadikan landasan. Semua hadist yang meriwayatkan khitan perempuan mempunyai sanad dlaif atau lemah.

Hadist paling populer tentang  khitan perempuan adalah hadist Ummi ‘Atiyah r.a., Rasulllah bersabda kepadanya:”Wahai Umi Atiyah, berkhitanlah dan jangan berlebihan, sesungguhnya khitan lebih baik bagi perempuan dan lebih menyenangkan bagi suaminya”. Hadist ini diriwayatkan oleh Baihaqi, Hakim dari Dhahhak bin Qais. Abu Dawud juga meriwayatkan hadist serupa namun semua riwayatnya dlaif dan tidak ada yang kuat. Abu Dawud sendiri konon meriwayatkan hadist ini untuk menunjukkan kedlaifannya. Demikian dijelaskan oleh Ibnu Hajar dalam kitab Talkhisul Khabir.

Mengingat tidak ada hadist yang kuat tentang khitan perempuan ini, Ibnu Hajar meriwayatkan bahwa sebagian ulama Syafi’iyah dan riwayat dari imam Ahmad mengatakan bahwa tidak ada anjuran khitan bagi perempuan.

Sebagian ulama mengatakan bahwa perempuan Timur (kawasan semenanjung Arab) dianjurkan khitan, sedangkan perempuan Barat dari kawasan Afrika tidak diwajibkan khitan karena tidak mempunyai kulit yang perlu dipotong yang sering mengganggu atau menyebabkan kekurang nyamanan perempuan itu sendiri.

 

Apa yang dipotong dari perempuan

Imam Mawardi mengatakan bahwa khitan pada perempuan yang dipotong adalah kulit yang berada di atas vagina perempuan yang berbentuk mirip cengger ayam. Yang dianjurkan adalah memotong sebagian kulit tersebut bukan menghilangkannya secara keseluruhan. Imam Nawawi juga menjelaskan hal yang sama bahwa khitan pada perempuan adalah memotong bagian bawah kulit lebih yang ada di atas vagina perempuan.

Namun pada penerapannya banyak kesalahan dilakukan oleh umat Islam dalam melaksanakan khitan perempuan, yaitu dengan berlebih-lebihan dalam memotong bagian alat vital perempuan. Seperti yang dikutib Dr. Muhammad bin Lutfi Al-Sabbag dalam bukunya tentang khitan bahwa kesalahan fatal dalam melaksanakan khitan perempuan banyak terjadi di masyarakat muslim Sudan dan Indonesia. Kesalahan tersebut berupa pemotongan tidak hanya kulit bagian atas alat vital perempuan, tapi juga memotong hingga semua daging yang menonjol pada alat vital perempuan, termasuk clitoris sehingga yang tersisa hanya saluran air kencing dan saluran rahim. Khitan model ini di masyarakat Arab dikenal dengan sebutan “Khitan Fir’aun”. Beberapa kajian medis membuktikan bahwa khitan seperti ini bisa menimbulkan dampak negatif bagi perempuan baik secara kesehatan maupun psikologis, seperti menyebabkan perempuan tidak stabil dan mengurangi gairah seksualnya. Bahkan sebagian ahli medis menyatakan bahwa khitan model ini juga bisa menyebabkan berbagai pernyakit kelamin pada perempuan.

Seandainya hadist tentang khitan perempuan di atas sahih, maka di situ pun Rasulullah s.a.w. melarang berlebih-lebihan dalam menghitan anak perempuan. Larangan dari Rasulullah s.a.w. secara hukum bisa mengindikasikan keharaman tindakan tersebut. Apalagi bila terbukti bahwa berlebihan atau kesalahan dalam melaksanakan khitan perempuan bisa menimbulkan dampak negatif, maka bisa dipastikan keharaman tindakan tersebut.

Dengan pertimbangan-pertimbangan di atas beberapa kalangan ulama kontemporer menyatakan bahwa apabila tidak bisa terjamin pelaksanaan khitan perempuan secara benar, terutama bila itu dilakukan terhadap anak perempuan yang masih bayi, yang pada umumnya sulit untuk bisa melaksanakan khitan perempuan dengan tidak berlebihan, maka sebaiknya tidak melakukan khitan perempuan. Toh tidak ada hadist sahih yang melandasinya.

 

Waktu khitan

Waktu wajib khitan adalah pada saat balig, karena pada saat itulah wajib melaksanakan sholat. Tanpa khitan, sholat tidak sempurna sebab suci yang yang merupakan syarat sah sholat tidak bisa terpenuhi.

Adapun waktu sunnah adalah sebelum balig. Sedangkan waktu ikhtiar (pilihan yang baik untuk dilaksanakan) adalah hari ketujuh seytelah lahir, atau 40 hari setelah kelahiran, atau juga dianjurkan pada umur 7 tahun. Qadli Husain mengatakan sebaiknya melakuan khitan pada umur 10 tahun karena pada saat itu anak mulai diperintahkan sholat. Ibnu Mundzir mengatakan bahwa khitan pada umut 7 hari hukumnya makruh karena itu tradisi Yahudi, namun ada riwayat bahwa Rasulullah s.a.w. menghitan Hasan dan Husain, cucu beliau pada umur 7 hari, begitu juga konon nabi Ibrahim mengkhitan putera beliau Ishaq pada umur 7 hari.

 

Walimah Khitan

Walimah artinya perayaan. Ibnu Hajar menukil pendapat Imam Nawawi dan Qadli Iyad bahwa walimah dalam tradisi Arab ada delapan jenis, yaitu : 1) Walimatul Urush untuk pernikahan; 2) Walimatul I’dzar untuk merayakan khitan; 3) Aqiqah untuk merayakan kelahiran anak; 4). Walimah Khurs untuk merayakan keselamatan perempuan dari talak, konon juga digunakan untuk sebutan makanan yang diberikan saat kelahiran bayi; 5) Walimah Naqi’ah untuk merayakan kadatangan seseorang dari bepergian jauh, tapi yang menyediakan orang yang bepergian. Kalau yang menyediakan orang yang di rumah disebut walimah tuhfah; 6) Walimah Wakiirah untuk merayakan rumah baru; 7) Walimah Wadlimah untuk merayakan keselamatan dari bencana; dan 8) Walimah Ma’dabah yaitu perayaan yang dilakukan tanpa sebab sekedar untuk menjamu sanak saudara dan handai taulan.

Imam Ahmad meriwayatkan hadist dari Utsman bin Abi Ash bahwa walimah khitan termasuk yang tidak dianjurkan. Namun demikian secara eksplisit imam Nawawi menegaskan bahwa walimah khitan boleh dilaksanakan dan hukumnya sunnah memenuhi undangan seperti undangan lainnya.

Naskah ditulis oleh M.Niam

 

MUI TOLAK LARANGAN KHITAN BAGI PEREMPUAN

Tinggalkan komentar

JAKARTA (Lampost.co): Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama-sama ormas Islam menolak dengan tegas pelarangan khitan perempuan oleh pemerintah atau
pihak manapun, karena merupakan ajaran agama yang pelaksanaannya sebagai
hak asasi manusia yang dilindungi Undang-Undang Dasar.

“Khitan merupakan bagian dari ajaran agama Islam dan termasuk bagian
ibadah, yang sangat dianjurkan bagi umat Islam baik bagi laki-laki maupun
perempuan. MUI dan ormas Islam menolak dengan tegas pelarangan khitan
perempuan oleh pemerintah atau pihak manapun,” kata Wakil Sekretaris
Jenderal MUI Dr. Amirsyah Tambunan, di Gedung MUI Jakarta, Senin (21-1).

Amirsyah mengatakan Peraturan Menteri Kesehatan No. 1636/MENKES/PER/XI/2010
Tentang Sunat Perempuan adalah telah sesuai dengan amanat UUD 1945, Fatwa
MUI dan aspirasi umat Islam, karenanya MUI dan ormas Islam mendukung
Permenkes tersebut.

MUI meminta pemerintah untuk tidak mengindahkan setiap upaya dari
pihak-pihak manapun yang menginginkan adanya pelarangan khitan perempuan di
Indonesia, karena bertentangan dengan ajaran Islam, amanat UUD 1945 dan Hak
Asasi Manusia. “MUI mendorong pemerintah dan pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan dan dinas-dinas kesehatan serta organisasi profesi kedokteran serta tenaga kesehatan, dan ormas-ormas Islam untuk menyosialisasikan Permenkes Sunat Perempuan sebagai pedoman bagi tenaga kesehatan untuk memberikan layanan khitan perempuan muslim di Indonesia,” kata dia.

Dia juga mengatakan pihak terkait harus merumuskan “Standard
Operational Procedure”, tentang khitan perempuan serta menjadikannya
sebagai salah satu materi dalam kurikulum pendidikan kedokteran dan tenaga
kesehatan lain. MUI juga mengimbau umat Islam Indonesia agar tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan berbagai upaya pembentukan opini yang keliru pelarangan khitan perempuan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Soleh mengatakan pro kontra khitan
telah bergulir sejak 2002. Menurut dia beberapa pihak yang melarang khitan
perempuan antara lain Komite Cedaw yang menilai khitan perempuan merupakan
suatu bentuk mutilasi alat genital perempuan. “Bahkan American Medical Assosiation menilai pelaksanaan khitan baik bagi laki-laki maupun perempuan sama-sama merupakan mutilasi,” kata Asrorun Niam Soleh.

Asrorun mengkhawatirkan upaya pihak-pihak tersebut melarang khitan akan
memengaruhi posisi Peraturan Menteri Kesehatan tahun 2010 tentang Sunat
Perempuan. Ketua MUI Dr. KH. Ma’ruf Amin mengatakan pihaknya bukan mewajibkan atau tidak mewajibkan khitan perempuan, namun menolak adanya larangan khitan bagi perempuan.

Dia mengatakan bahwa MUI mengeluarkan fatwa bahwa khitan bagi perempuan adalah “makrumah” atau ibadah yang dianjurkan. Menurut dia tidak satu ulama pun yang melarang khitan bagi perempuan, sehingga setiap rumah sakit di Indonesia harus menerima jasa khitan.

“Tata cara pelaksanaan khitan perempuan menurut ajaran Islam cukup dengan
hanya menghilangkan selaput yang menutupi klitoris. Ajaran Islam melarang
praktik khitan yang dilakukan berlebih-lebihan seperti memotong atau
melukai klitoris yang mengakibatkan bahaya,” kata Ma’ruf Amin. (ANT/L-1)

Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: