Rangkuman MK

Daftar Pustaka

Daftar Mata Kuliah

 

SOSI4407
Sosiologi Korupsi

 

Nurhasan Ismail
Copyright (BMP) © Jakarta: Universitas Terbuka, 1999

Modul ini menyajikan informasi yang menarik, khususnya bagi mahasiswa yang ingin mendalami mengenai makna, ruang lingkup, fungsi dan faktor sosial yang berkaitan dengan fenomena korupsi dan susdut pandang sosiologi.

 

pembelian online:
http://ebook.ut.ac.id


Tinjauan Mata Kuliah

Korupsi biasa diartikan sebagai perilaku yang merusak atau mengandung pengertian penyalahgunaan atau penyimpangan. Wujud perilaku korupsi mencakup berbagai bentuk dan teknik yang digunakan oleh seseorang atau kelompok yang terlibat di dalamnya. Bentuk perilaku korupsi dapat berupa perilaku yang sederhana sampai yang sangat kompleks. Kelompok masyarakat yang melakukan tindakan korupsi ini juga beragam dari lapisan bawah hingga lapisan atas dari berbagai profesi.

Fenomena korupsi telah banyak dikaji dari berbagai macam bidang ilmu, seperti ilmu administrasi, ilmu politik, ilmu hukum pidana, serta kriminologi. Setiap bidang ilmu mempunyai titik fokus bahasan masing-masing sesuai dengan kaitannya. Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam kehidupan bersama, dengan demikian sosiologi korupsi mengandung pengertian sebagai ilmu yang mempelajari perilaku manusia yang mengandung unsur penyimpangan dan penyalahgunaan.

Secara umum Buku Materi Pokok (BMP) Sosiologi Korupsi membahas fenomena korupsi melalui teori-teori sosiologi seperti fungsionalisme struktural, teori konflik serta interaksionisme simbolik. Selanjutnya BMP ini juga akan membahas tentang fungsi-fungsi korupsi, struktur sosial dan nilai-nilai sosial dalam hubungannya dengan perilaku korupsi, serta mengkaji perubahan sosial dan kontrol sosial untuk mengurangi dan mencegah tindak korupsi yang dapat terjadi dalam masyarakat.

Untuk memulai pembahasan tentang korupsi, uraian dalam Modul 1 akan diarahkan pada penjelasan tentang posisi cabang ilmu sosiologi korupsi di antara cabang-cabang ilmu pengetahuan lainnya. Dengan demikian mahasiswa akan dapat memahami kajian cabang-cabang ilmu pengetahuan tentang fenomena korupsi serta memahami persyaratan ilmiah untuk memunculkan sosiologi korupsi sebagai satu cabang sosiologi.

Untuk memahami konsep sosiologi korupsi perlu memahami pengertian dari konsep-konsep dasar dalam sosiologi korupsi, serta unsur-unsur dalam sosiologi korupsi. Pokok-pokok bahasan tersebut dapat dipelajari pada Modul 2. Sedangkan Modul 3 membahas bentuk-bentuk perilaku korupsi yang terjadi dalam masyarakat dan berbagai kelompok masyarakat yang melakukan korupsi.

Secara awam korupsi selalu diartikan sebagai hal yang menyimpang, sehingga korupsi selalu dianggap memberikan dampak yang negatif. Kenyataannya ternyata korupsi tidak hanya berfungsi negatif tetapi juga dapat berfungsi positif. Modul 4 membahas tentang hal ini.

Dari sudut pandang sosiologi ada beberapa teori yang dapat dipakai untuk mengkaji fenomena korupsi. Uraian di dalam Modul 5 menjelaskan bagaimana teori sosiologi seperti fungsionalisme struktural, teori konflik dan interaksionisme simbolik secara tidak langsung mengkaji masalah korupsi.

Terbentuknya struktur sosial tertentu tidak selalu ada kaitannya dengan terjadinya perilaku korupsi. Namun, dalam kondisi tertentu atau terpenuhi persyaratan tertentu struktur sosial dapat mendorong terjadinya perilaku korupsi. Kaitan antara struktur sosial dengan perilaku korupsi akan menjadi isi kajian dalam Modul 6. Sementara itu, setelah membahas tentang struktur sosial, adalah sangat penting untuk membahas nilai-nilai sosial dalam masyarakat yang dapat mencegah dan memperluas terjadinya perilaku korupsi. Modul 7 dalam uraiannya akan menyajikan bahasan tentang nilai-nilai sosial negatif yang dapat mendorong dan memberi peluang terjadinya korupsi, serta nilai-nilai sosial positif yang dapat dipergunakan untuk mencegah terjadinya perilaku korupsi.

Uraian dalam Modul 8 akan membahas keterkaitan antara perubahan sosial dengan terjadinya perilaku korupsi; yaitu bentuk, mekanisme, dan hubungan antara perubahan sosial dengan perilaku korupsi. Akhirnya, sangatlah penting bagi mahasiswa untuk memahami adanya bentuk dan mekanisme kontrol sosial yang diharapkan dapat membatasi perilaku korupsi. Modul 9 membahas hal-hal tersebut.

About these ads