Sexual abuse by clergy a ‘mystery,’ Pope says

Tinggalkan komentar

Sexual abuse by clergy a ‘mystery,’ Pope says

Pope Benedict XVI told Irish Catholics on Sunday it is a “mystery” why priests and other church officials abused children entrusted in their care, undermining faith in the church “in an appalling way.”

By describing the decades of child abuse in Catholic parishes, schools and church-run institutions in Ireland as a mystery, the pontiff could further anger rank-and-file faithful in Ireland.

Benedict commented on the scandals of sexual abuse and coverups by church hierarchy in a pre-recorded video message for an outdoor Mass attended by 75,000 Catholics, many from overseas, in Ireland’s largest sports stadium. Ireland’s prime minister and president attended the Mass, the final event of a Eucharistic Congress aimed at shoring up flagging faith.

The weeklong Eucharistic Congress, held by the Vatican every four years in a different part of the world, took place against a backdrop of deep anger over child-abuse coverups and surveys showing declining weekly Mass attendance in Ireland, where church and state were once tightly entwined.
SNAP response

Pope Benedict’s statement drew a quick response from the advocacy group Survivors Network of those Abused by Priests. SNAP official Barbara Dorris said the Pope was speaking in “platitudes, refusing to even accurately name the crisis.”

“The pontiff’s wrong: There’s little mystery here,” Dorris said in an emailed statement, citing the “almost absolute power over devout and defenceless kids,” as well as bishops who abuse power and “ignore, hide and enable heinous crimes against kids.”

“How are we to explain the fact that people who regularly received the Lord’s body and confessed their sins in the sacrament of Penance have offended in this way?” the Pope said, referring to church staff who abused children.

“It remains a mystery,” he said. “Yet evidently their Christianity was no longer nourished by joyful encounter with Jesus Christ. It had become merely a matter of habit.”

Dublin Archbishop Diarmuid Martin has said the church in Ireland is facing a grave fight for survival.

“Your forebears in the church in Ireland knew how to strive for holiness and constancy in their personal lives,” Benedict said in his message.

‘How are we to explain the fact that people who regularly received the Lord’s body and confessed their sins in the sacrament of Penance have offended in this way? It remains a mystery.’— Pope Benedict XVI on sexual abuse by Catholic clergy

In a reference to the Vatican’s insistence on Sunday Mass attendance, Benedict said Catholic faith “is a legacy that is surely perfected and nourished” at Mass.

Yet, he said, “thankfulness and joy at such a great history of faith and love have recently been shaken in an appalling way by the revelation of sins committed by priests and consecrated persons against people entrusted to their care.”

“Instead of showing them the path towards Christ, toward God, instead of bearing witness to his goodness, they abused people and undermined the credibility of the church’s message,” the Pope said.

For more than a decade, advocates for those abused by clergy have been demanding that church leaders in Ireland and at the Vatican accept blame for protecting pedophile priests.

Four state-ordered investigations have documented how tens of thousands of children from the 1940s to the 1990s suffered sexual, physical and mental abuse at the hands of priests, nuns and church staff in three Irish dioceses and in a network of workhouse-style residential schools.

In Ireland, the United States and many other countries, bishops and other church leaders have been accused of systematically covering up pedophile priests, often by shuffling them from parish to parish without telling the faithful about the abuse.

Source

Yang menjadi misteri sebenarnya adalah
Kenapa pendeta yang suka mentusb00l anak kecil dilindungi vatican, ada apa sebenarnya, konspirasi tingkat tinggi atau prestitusi terselubung

apa mungkin para pendeta atau pastur pelaku tusb00l adalah penghuni surga yang sesungguhnya, seperti yang dikatakan Bible

Spoiler for google translate
Pelecehan seksual oleh pendeta sebuah ‘misteri, “kata Paus

Pernyataan video mungkin memicu kemarahan baru di kalangan Katolik Irlandia
CBC News
Posted: Jun 17, 2012 18:35 ET
Terakhir Diperbarui: Jun 17, 2012 19:03 ET

Proyek Gagal, Pekan Kondom Resmi Dihentikan

Tinggalkan komentar

Tingginya reaksi masyarakat atas program Pekan Kondom Nasional 2013 membuat Panitia Penyelenggara akhirnya memutuskan untuk membatalkan kegiatan sosialisasi pemakaian kondom melalui Pekan Kondom nasional 2013.

Derasnya tekanan komunitas agama, termasuk dari dua organisasi utama muslim Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah, diakui Klik menjadi faktor kuat dibalik keputusan pembatalan itu.

“Kami sampaikan bahwa PKN dibatalkan sesuai hasil diskusi Kemenkes dan juga dengan kesepakatan Direktur DKT,” kata Budi Harnanto, Deputi Dukungan Umum Komisi Penanggulangan AIDS NAsional.

Besarnya tekanan dan kritik menurut pegiat AIDS, Sri Pandam Pulungsi, menunjukkan strategi yang dipilih panitia tak tepat.

“Banyaknya protes menunjukkan banyak masyarakat yang belum paham soal kondom, ini yang mestinya digarap. Kalau begini kan malah kontraproduktif,” tambah mantan konsultan AIDS ini.

Hizbut Tahrir Indonesia merupakan salah satu ormas yang menolak Pekan Kondom Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan dan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional serta DKT, sebuah perusahaan yang memproduksi kondom merek Sultra dan Fiesta.

Juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia Ismail Yusanto menyambut baik pembatalan Pekan Kondom Nasional itu. “Program bukan hanya gagal tetapi juga berbahaya karena ini bisa merusak cara berfikir seolah bahwa kalian bisa melakukan seks apa saja asal pakai kondom. Kita harus kembali ke cara yang benar bagaimana mengatasi persoalan berkembangnya penyakit HIV AIDS, ini secara komprehensif.”

Dalam agenda yang sempat dirilis sejak sebulan lalu, Pekan Kondom Nasional sedianya akan menjadi ajang kampanye besar-besaran untuk sosialisasi pemakaian kondom pada masyarakat.

Kegiatan tadinya akan digelar antara 1-7 Desember dilakukan dengan sarana penunjang berupa sebuah bus yang akan dibawa berkeliling (roadshow) ke berbagai titik termasuk lokasi umum dan kampus di Jakarta.

Kontroversi Bus Kondom

Bus berukuran besar bercat merah dengan logo Pekan Kondom Nasional 2013 itu kemudian memantik debatdi sejumlah jejaring sosial karena bergambar bintang iklan kondom Julia Perez dalam busana dan pose seronok.

“Ini jadinya malah seperti menganjurkan hubungan seks bebas,” kritik salah satu Ketua Pengurus Besar Muhammadiyah, Syafiq Mughni.

Syafiq mempersoalkan akses terhadap kondom yang dibuat mudah bahkan gratis sehingga masyarakat bisa tergoda mencobanya dalam hubungan seksual yang tak terikat pernikahan.

“Kalau tadinya mau berhubungan takut kena HIV/AIDS, sekarang sudah dibilang aman, diberi kondom jadi malah kepengen mencoba.”

Muhammadiyah, seperti juga pengurus NU menyerukan agar umat tak ikut terlibat dalam agenda PKN 2013 ini, tambah Syafiq.

Agenda bagi-bagi kondom gratis juga mengundang ancaman dari Front Pembela Islam (FPI), yang mengatakan akan membubarkan acara bila diteruskan.

Pekan Kondom Nasional resmi Dihentikan

Tinggalkan komentar

 

Yulia Feres kondomJAKARTA, suaramerdeka.com – Pekan Kondom Nasional yang diadakan dengan tujuan menanggulangi penularan HIV/AIDS di Indonesia sejak 1 Desember 2013 lalu, akhirnya resmi diberhentikan. Kampanye yang membagikan kondom gratis sebagai salah satu agendanya ini menuai banyak protes dari berbagai kalangan karena dianggap mendorong praktik seks bebas dan kurang edukatif.

Menanggapi masalah ini,  Jane Shalimar mengatakan bahwa kampanye ini sebenarnya merupakan langkah yang baik untuk mensosialisasikan bahaya HIV/AIDS, namun Jane kurang setuju dengan pembagian kondom gratis yang menyasar kalangan remaja juga.

Jane menduga pihak produsen kondom sengaja memanfaatkan kampanye ini untuk promosi. “Seharusnya pembagian kondomnya dibatasi hanya ke kalangan tertentu saja yang memang rentan terkena virus HIV/AIDS, jangan ke remaja juga. Jadi seperti promosi,” ujarnya.

Selain itu, Jane menilai  ikon Julia Perez yang digunakan di bus untuk sosialisasi tidak cocok. Seharusnya ikon yang dipakai adalah tokoh intelektual misalkan Menteri Kesehatan, bukan malah artis dengan pose seronok yang malah memancing gairah.

Perempuan berdarah Arab ini menambahkan, seharusnya sosialisasi dilakukan dengan cara yang lebih kreatif dan efektif, bukan dengan membagikan kondom gratis. Sosialisasi dapat dilakukan misalnya dengan membuat diskusi di sekolah atau forum diskusi, membuat video testimoni dari penderita, atau membuat acara seni yang menarik dengan tema penanggulangan HIV/AIDS.

Jika sosialisasi dilakukan dengan maksimal dan setiap orangtua juga ikut berperan mendidik anaknya mengenai bahaya HIV/AIDS, Jane optimis tahun 2015 nanti Indonesia bisa bebas dari penyakit HIV/AIDS. “Aku optimis di tahun 2015 Indonesia bisa bebas dari HIV/AIDS, asal sosialisasi dilakukan dengan efektif dan maksimal,” tutup Jane.

Dolly van der Mart, Cikal Bakal Gang Dolly Surabaya

Tinggalkan komentar

 

 

Gg Dolly 1TEMPO.CO, Surabaya- Nama Gang Dolly sudah ada sejak zaman Belanda. Waktu itu ada seorang perempuan keturunan Belanda yang bernama Dolly van der Mart. Perempuan inilah yang menjadi pengagas kompleks prostitusi di Jalan Jarak, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Jawa Timur, itu.

“Sebelum jadi tempat prostitusi, ini dulu makam Tionghoa, Mas. Karena tempat ini ramai, makamnya dipindah,” kata Nining, warga yang sejak kecil hidup di kawasan lokalisasi Dolly, Surabaya, kepada Tempo, Jumat, 11 Oktober 2013.

Menurut Nining, Tante Dolly pada masanya menyediakan perempuan pemuas nafsu bagi para tentara Belanda yang berada di Surabaya. Jumlah perempuan di bawah asuhan Tante Dolly belum seberapa. Lambat laun, geliat permainan para tentara Belanda dengan anak asuh Tante Dolly menarik perhatian masyarakat umum. Ceritanya pun membuat penasaran kaum pria di sana. Mereka pun mulai menjajalnya.

Cerita berkembang. Nama Dolly akhirnya dikenal ke seluruh penjuru. Dolly sempat disebut sebagai lokasi prostitusi terbesar di Asia. Orang seolah membayangkan Dolly ketika pertama kali menjejakkan kaki di kota ini.

Kehadiran banyak orang di Dolly membawa berkah bagi masyarakat di sekitarnya. Warga sekitar membuka usaha lapak-lapak kaki lima. Yang dijajakan beragam, dari warung kopi, nasi goreng, jamu tradisional, sampai obat kuat. “Coba tidak ada Tante Dolly, tempat ini tidak akan seramai sekarang,” kata Nining.

Keturunan Tante Dolly diyakini masih berada di sekitar Surabaya. Mereka tak lagi meneruskan bisnis yang didirikan leluhurnya itu. Walaupun sampai kini tak pernah ada yang bisa memastikan daerah tempat tinggal keturunannya itu.

Jejak Dolly van der Mart

Mari Dukung Walikota Surabaya Menghapus Praktek Prostitusi di Gg. Dolly.

Tinggalkan komentar

FachruddinTidaklah terlalu mengejutkan bila Ahok sebagai pasangan Jakowi dalam memimpin Jakarta ini mulai berani bicara lantang, disaat saat kita memberikan aplous kepada Risma Walikota Surabaya yang berniat menutup praktek prostitusi di Gg. Dolly. Demikian beraninya Risma mnutup aktivitas perniagaan bernilai milyaran rupiah perhari demi menyelamatkan moral bangsa. Tetapi tidak begitu bagi Ahok yang justeru berpendapat bahwa lokalisasi prostitusi harus diselenggarakan demi menyelamatkan kebutuhan ekonomi masyarakat bangsa, karena pola hidup boros di sekitar lokalisasui prostitusi akan melahirkan aktivitas perniagaan. Kita tahu bahwa PSK di Gg.Dolly mencapai ribuan orang.

Kita memberikan dukungan kepada Risma Walikota Surabaya untuk mewujudkan komitmennya untuk menghapus citra buruk Kota Surabaya, dengan menghapus prostitusi di Gg Dolly Surabaya, karena disitu adalah tempat prostitusi terbesar di Asia Tenggara, dan juga dikatakan bahwa prestasi Dolly sebagai pusat prostitusi dapat dikatakan telah lama mendunia.

GG DollyKota Surabaya yang baru baru  ini telah ditetapkan sebagai kota terbersih ketiga di Asia, maka sewajarnyalah bila selaku Wal;ikota berusaha untuk meningkatkan prestasi kota ini sebagai terbersih kedua dan bila mungkin menjadi terbersih pertama, yang salah satu kreteriauntuk mencapai jenjang lebih tinggi adalah ketiadaan transaksi prostitusi.  semua orang tahu bahwa komitmen Walikota Surabaya ini bakal mendapat tantangan berat. Dan salah satunya tantangan ini juga datang dari seorang Ahok, kita tahu bahwa Ahok adalah prototipe manusia sepuluh betul yang sangatlah dielu elukan oleh pendukungnya. Kini Ahok telah tampil sebagai tokoh inspirator menentang rencana penghapusan lokalisasi prostitusi, dengan dalaih mempertahankan kesejahteraan masyarakat.

Kita berharap Walikota Surabaya tidak akan kendur dalam mewujudkan komitmennya dan dengan langkah yang mantap mampu maju melawan berbagai tantangan. Silakan saja Ahok mewujudkan gagasan gagasannya ttg lokalisasi prostitusi di DKI, tetapi kita sebagai masyarakat yang memiliki komitmen terwujudnya masyarakat bangsa yang berbudaya dan bermartabat menginginkan munculnya kota kota yang relatif bersih dari persoalan sosial terutama dalam bentuk legalisasi prilaku menyimpang seperti lokalisasi prostitusi.

Kita berharap organisasi Islam, terutama organisasi pelajar, mahasiswa dan pemuda memberikan dukungan nyata bagi usaha Walikota yang bakal mendapat perlawanan dari berbagai pihak ini. Kita tidak menutup mata akan tingginya nilai transaksi setiap harinya di Gg. Dolly ini, tetapi cobalah hitung dengan cermat akan keuntungan dan kerugiannya membiarkan dan bahkan mengembangkan prostitusio Gg. Dolly dengan menghapusnya.  Kita semua tahu, manakala sesuatu ditimbang dengan pertimbangan ekonomi, maka kejujuran dan moral akan dijadikan pertimbangan kesekian belas.

AHOK Bicara Lantang

Tinggalkan komentar

Risma tutup Gg. Dolly, Ahok malah ingin prostitusi dilokalisasi

Wagub DKI AhokMerdeka.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) kemarin mengaku lebih senang jika prostitusi dilokalisasi. Menurutnya dengan adanya lokalisasi maka lebih mudah melakukan sosialisasi mengenai bahaya HIV AIDS.

“Kalau dikumpulkan jadi satu kita lebih mudah melakukan penyuluhan,” ujar Ahok dalam acara Rembuk Provinsi 2013 sesi ke-2 di Hotel Lumire, Jakarta Pusat, Senin (2/12) kemarin.

Selain itu, mantan Bupati Belitung Timur menambahkan, dengan terkoordinirnya para penjaja seks lebih dapat didata. Lebih dari itu, dia mengatakan akan mengirimkan para tokoh agama untuk memberikan pencerahan.

“Nanti kita kirim ustad dan pastur ke sana,” tambah Ahok.

Lain Ahok, lain Risma. Walikota Surabaya bernama lengkap Tri Rismaharini tersebut malah sedang gencar-gencarnya hendak menutup prostitusi di Gang Dolly.

Akhir tahun 2013 mendatang, Surabaya bertekad menjadi kota bebas prostitusi. Demi masa depan generasi bangsa, kawasan lokalisasi terbesar di Asia Tenggara yang terletak di Gang Dolly, Kecamatan Sawahan, Surabaya dipastikan akan tinggal kenangan.

Hal ini dikatakan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Orang nomor satu di Kota Pahlawan ini berharap para orang tua yang tinggal di kawasan lokalisasi, diminta untuk memperhatikan masa depan anak-anak mereka. Sebab, pertumbuhan dan masa depan anak-anak harus menjadi prioritas di atas segalanya, termasuk urusan perut.

“Hendaknya, orangtua jangan hanya memikirkan perut saja, masa depan anak-anak harus jadi prioritas. Jangan karena kepentingan perut, bisa merugikan masa depan anak-anak,” kata Risma, Senin (11/11) lalu.

Diakui wali kota kelahiran Kediri itu, persoalan di lokalisasi seperti Dolly, Jarak dan lokalisasi lainnya di Surabaya, merupakan masalah klasik yang selalu mengiringi siapapun yang memimpin Kota Surabaya dalam setiap periodenya.

Selain itu, problem sosial lainnya seperti kasus trafficking (perdagangan anak) yang kerap ditangani pihak kepolisian di Kota Pahlawan ini. Dan menurut wali kota yang juga alumni Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) itu, kasus perdagangan anak yang kian marak tersebut, memiliki benang merah dengan daerah lokalisasi.

“Ketika saya datang ke sekolah yang dekat dengan lokalisasi, ada kecenderungan anak-anaknya, tatapan matanya kosong dan tanpa semangat. Anak-anak ini kan dekat dengan praktik seks bebas. Untuk itu, mereka harus diselamatkan,” tegas Risma.

Agar Surabaya bebas prostitusi di masa mendatang, rehabilitasi lokalisasi harus segera dilakukan. Khusus untuk rehabilitasi lokalisasi Gang Dolly, Risma menyebut, pihaknya tengah melakukan persiapan matang. Persiapannya harus lengkap, karena kawasan Gang Dolly luas dan bahkan disebut-sebut sebagai lokalisasi terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Sekarang, Risma mengaku sudah menginstruksikan kepada dinas-dinas terkait agar siap bergerak. “Karena tidak ada gunanya Surabaya bersih, indah dan tamannya banyak, tetapi masih ada masalah sosial seperti Dolly. Karena itu, saya tidak akan menyerah,” katanya yakin

Hukuman Mati Bisa Diberlakukan untuk Koruptor

Tinggalkan komentar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Hukuman mati bisa diberlakukan kepada pelaku kejahatan korupsi dari kalangan pimpinan pejabat tinggi.

Pernyataan itu disampaikan pakar hukum pencucian uang, Yenti Garnasih dalam satu diskusi dengan tema ‘Kerja sama Parlemen Asia Tenggara untuk Pemberantasan Korupsi (SEAPAC)’ di Gedung DPR, Kamis (3/10). “Kalau presiden menyatakan keadaan dalam darurat korupsi maka Ketua MK bisa dipidana dengan hukuman mati,” katanya.

Selain Yenti, turut menjadi nara sumber dalam diskusi itu Wakil Ketua DPR, Pramono Anung dan anggota DPR dari Fraksi PKS, Fahri Hamzah. Menurut Yeni hukum di Indonesia memungkinkan untuk menjatuhkan hukuman mati kepada pelaku kejahatan dari kalangan pimpinan pejabat tinggi.

Dalam Pasal 2 Ayat 2 UU KPK, tambahnya, seseorang bisa dihukum mati kalau kejahatan yang dia lakukan menyebabkan guncangan moneter, keadaan darurat atau terkait dana bencana alam.

Karenanya, hukuman mati bisa dijatuhkan kepada pelaku korupsi yang berasal dari pimpinan pejabat tinggi negara bisa diterapkan, kalau Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan Indonesia sudah berada dalam kondisi darurat korupsi.

Menurut Yenti Ketua MK merupakan simbol tertinggi di bidang peradilan dan penegakkan hukum di Indonesia. Yenti justru menyayangkan pernyataan Presiden yang memuji-muji keberhasilan KPK dalam menangkap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar atas tuduhan suap dalam satu kasus pemilihan kepala daerah di Provinsi Kalimantan Tengah.

“Kenapa Presiden SBY tidak menyatakan agar pelaku kejahatan korupsi dari pimpinan lembaga tinggi negara dihukum seberat-beratnya,” katanya

Entri Lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: